
Siluman Anjing Tua
Sementara makhluk mengerikan itu bukanlah makhluk yang bisa dikalahkan dengan ajian-ajian ringan. Banyak manusia yang dimakan oleh Siluman Anjing Berkepala Tiga itu. Padahal para manusia pergi ke Lembah Neraka untuk mencari obat atau kekuatan.
Dulu sebelum portal-portal dibuat oleh Malaikat Putih semua dunia terhubung. Manusia bisa pergi ke dunia Siluman dengan mudah dan Siluman juga bisa dengan mudah pergi ke dunia manusia.
Awalnya mereka hidup damai dengan saling tolong-menolong, tetapi beberapa tahun terakhir sebelum Malaikat Penjaga turun. Mereka berperang dan saling membunuh satu sama lain.
Alasannya sederhana yaitu Kasta yang mereka buat untuk memilah keturunan di antara mereka.
Manusia dianggap ras paling tinggi, karena mereka mempunyai jiwa yang kuat dan dan aliran chakra yang sempurna. Nomor 2 adalah ras Siluman Murni, yang memiliki jiwa dan juga aliran chakra.
Ada beberapa Siluman Murni yang tidak memiliki jiwa ataupun aliran Chakra. Mereka termasuk golongan ketiga, siluman yang hanya memiliki jiwa atau aliran chakra saja.
Dan yang keempat adalah ras campuran yaitu ras Manusia Setengah Siluman. Meskipun kebanyakan dari ras ini memiliki jiwa dan aliran chakra yang cukup kuat, namun mereka dianggap sebagai aib.
Ras ini dari dulu mempunyai daerah tempat tinggal yang sangat berbeda, dari tiga ras yang lainnya. Mereka dikucilkan dan dianggap tidak penting, meskipun mereka bisa tumbuh menjadi orang yang sangat kuat.
Dan ras Manusia Setengah Siluman inilah, yang menyebabkan awal dari peperangan yang terjadi di dunia ribuan tahun yang lalu. Mereka yang merasa diri mereka cukup tinggi dan tidak bisa diinjak-injak oleh orang lain, memberontak. Untuk dijadikan ras paling tinggi di antara semua makhluk.
Ras Manusia Setengah Siluman cenderung mempunyai sifat iri dengki dan juga serakah yang biasa milik manusia. Didukung dengan kekuatan tak terhingga yang biasa dimiliki oleh Siluman.
Itulah kenapa Manusia Setengah Siluman dapat menyebabkan pertempuran mengerikan, di semua sisi bumi yang indah ini.
"Malaikat Putih!!! Bukankah kau masih ingat aku?!" tanya Siluman Anjing Berkepala Tiga, yang masih mempunyai wujud seorang manusia lelaki yang cukup tua.
Nada bicaranya sangat sombong seolah-olah dia tidak bisa mati.
Lelaki tua itu ternyata juga bisa terbang, meskipun tidak mempunyai sayap. Ilmu meringankan tubuhnya pasti berada di level yang sangat tinggi.
"Aku tidak terlalu ingat! Karena itu--kan sudah lama sekali!" ujar Melin jujur, dia memang tidak begitu ingat dengan kejadian-kejadian yang menimpanya saat dia masih menjadi Malaikat Penjaga.
__ADS_1
"Kau pasti bisa melupakannya! Karena kau tidak kehilangan siapapun saat itu!
"Tapi aku kehilangan seluruh keluargaku! Apa yang kau lakukan kepadaku saat itu seolah-olah baru kemarin, menimpaku!!!" kata Siluman Anjing Tua itu dengan nada yang sangat menggebu-gebu.
"Ternyata kau sangat pendendam, ya Pak Tua! Seingatku dulu kau masih muda, lho. Kenapa kau tidak mencari istri lagi?" tanya Melin santai, mencoba untuk meredakan amarah Siluman Anjing Tua yang terbang melayang di depannya.
"Bagaimana bisa aku menikah?! Sedangkan kau hanya menyisakan aku saja, dari semua Siluman Anjing yang ada di dunia ini!" tampaknya emosi Pak Tua itu tidak akan turun dengan mudah.
Luka yang ia derita memang sangat luar biasa pastinya. Karena setelah pembantaian itu, dia harus hidup seorang diri dan dikucilkan di Lembah Neraka oleh Siluman lainnya.
Para siluman lain juga tidak berani untuk dekati Siluman Anjing Berkepala Tiga, yang mempunyai emosi naik turun akibat kesepian karena tidak ada pasangan.
"Kan kawin silang lagi booming akhir-akhir ini! Kau bisa menikah dengan Siluman lain!
"Siluman burung misalnya, biar kamu bisa memiliki keturunan Anjing Terbang!" celetuk Melin.
Meskipun Melin telah mendapatkan hampir semua ingatan dari Malaikat Penjaga namun, dia tetaplah gadis belia yang labil.
"Kali ini! Aku tidak akan membiarkanmu menindasku kembali Malaikat Penjaga!!!
"Aku harus bisa membunuhmu dan menaikkan lagi derajat pangkatku di dunia ini!" teriak kakek tua itu sambil terbang ke arah Melin.
Kedua tangan kakek tua yang menghampiri Malin itu, mengeluarkan chakra api yang dimiliki oleh Siluman Anjing Berkepala Tiga.
Melin yang menghadapi tangan Pak Anjing Tua yang bergumul dengan api membara, ternyata sedikit bingung. Melin mencoba mengeluarkan ajian es yang dia punya, namun berkali-kali dia mencobanya dia masih saja gagal.
Sementara Pak Tua itu sudah hampir mendekat pada tubuh Melin, untuk melancarkan serangan pertamanya yang mungkin saja bisa membuat Melin mati.
Malaikat Putih dulu mengambil jiwa yang dimiliki oleh Siluman Anjing Berkepala Tiga itu, agar Siluman itu tidak bisa mengembangkan chakra yang dia punya.
Sifatnya yang sombong dan juga sangat arogan, membuat kedua Malaikat Penjaga khawatir jika nanti Siluman Anjing Berkepala Tiga. Kembali membuat gaduh dunia Siluman dan merusak portal yang telah dibuat oleh para Malaikat Penjaga.
__ADS_1
Tetapi tampaknya Siluman Anjing Tua itu tidak buntu akal, dia mengembangkan chakra yang dia punya dengan mempelajari jurus-jurus dari aliran lain.
"Rasakan ini Malaikat Putih!!! Matilah di tanganku!!" teriak Siluman Anjing Tua itu.
Bola api sebesar mobil sedan mahal, telah diciptakan oleh Siluman Anjing Tua tersebut. Lalu dia akan membenturkan bola api yang dia buat ke tubuh Melin, yang masih tidak bereaksi dengan serangan yang dibuat olehnya.
'Ternyata semakin lama, kau semakin bodoh ya Malaikat Putih' batin Siluman Anjing Tua.
Karena diisolasi di Lembah Neraka, Siluman Anjing Tua tidak mendengar berita tentang dikutuknya Malaikat Putih karena telah melakukan dosa besar ribuan tahun yang lalu.
Jika Siluman Anjing Tua itu tahu Malaikat Putih dihukum karena melakukan kesalahan, karena sudah jatuh cinta dengan manusia. Pasti Siluman Anjing Tua tersebut, tidak akan berhenti mengolok-olok Melin yang lemah terhadap pria tampan.
Bola api besar itu benar-benar dihantamkan oleh Siluman Anjing Tua ke tubuh Melin, yang masih melayang di udara dengan sayap yang berkepak untuk menyeimbangkan tubuh manusianya.
Tetapi bola api itu malah terjun bebas ke bawah, karena tidak menghantam apa pun.
Sebab kecepatan yang dimiliki oleh Adrian, tidak dapat dikalahkan oleh Siluman Anjing Tua itu. Tidak mungkin Adrian hanya diam saja, ketika melihat wanita yang ia cintai diserang dengan bola api sebesar mobil sedan mewah.
Kini Melin sudah berada di sisi lain dan Adrian berada di dekat Siluman Anjing Tua, yang mulai merasakan chakranya di dalam tubuhnya menurun sedikit demi sedikit.
"Siapa kau?" tanya Siluman Anjing Tua kaget, karena melihat keberadaan Adrian yang melindungi malaikat putih. "Kelihatannya kau ini manusia biasa... Jangan ikut campur urusanku dengan Malaikat Putih itu!
"Atau kau akan mati, mendahuluinya!" ancam Siluman Anjing Tua yang masih saja sombong, meskipun chakra didalam tubuhnya mulai menurun.
Seperti biasanya, Adrian tak pernah gentar dengan lawan yang berada di hadapannya. Meskipun lawan yang dihadapi ini adalah pemilik chakra terkuat di Lembah Neraka.
"Langkahi dulu mayatku, itupun jika kau bisa!" kata Adrian dengan nada ejekan ke arah Siluman Anjing Tua
Tentu saja Siluman itu menjadi semakin marah, karena merasa diremehkan oleh bocah manusia yang usianya pasti jauh terpaut dari dirinya.
___________BERSAMBUNG_____________
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤