
Rayuan Maut Jacson
Tetapi Jacson tidak setega itu kepada Aya, manusia setengah Siluman yang terlihat masih sangat muda. Jacson malah membawa Aya terbang di dalam pelukannya, untuk menghindari Ajian Hujan Pedang milik Sarewa.
Sebagai balasannya Jacson malam mendapatkan luka cakaran di dadanya. Aya yang sudah menyadari apa yang Sarewa lakukan kepadanya, segera menjauh dari tubuh Jacson yang masih mendekapnya dalam pelukan hangat.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Aya yang masih gugup dan tentu saja masih emosi juga.
Dia benar-benar tak menyangka jika Sarewa akan mengorbankan Aya begitu saja tanpa banyak pertimbangan.
Jacson tak menjawab dia malah memasang kuda-kuda lagi untuk siap-siap. Aya adalah Siluman yang suka tiba-tiba menyerang, dan Jacson tak mau kualahan nantinya jika berhadapan dengan taktik licik Aya lagi.
"Kenapa kau menyelamatkanku?!" tanya Aya, Siluman yang mempunyai paras wanita yang amat cantik itu. Benar-benar sangat bingung dengan apa yang dilakukan oleh Jacson kepadanya.
"Karena aku tak suka, membunuh lawanku dengan cara yang licik!" ujar Jacson.
"Sok suci sekali kau?!" komentar Aya, yang kembali waspada.
Aya yang merasa Jacson tidak akan melepaskannya, segera melancarkan serangan berikutnya. Lagipula jika Jacson melepasnya maka Sarewa pasti akan menghabisinya juga.
"Hiatttttttt!" Aya maju dan kembali mengayunkan cakar-cakar tajamnya ke arah Jacson.
Jacson yang sudah bersiap dengan serangan Aya pun, menangkis setiap serangan itu.
Gerakan demi gerakan penyerangan Aya, hanya diimbangi oleh Jacson. Rasanya Jacson tak sampai hati untuk menyerang Siluman Kucing Hitam itu, apa lagi sampai melumpuhkan Siluman berparas cantik tersebut.
Jacson adalah tipe pria yang tak mudah tergoda pada paras seseorang, namun dia merasa sedikit iba pada Aya. Perasaan Aya pasti sedang hancur sekali, karena teman sekubunya Sarewa dengan begitu tega sudah menyerangnya secara terang-terangan.
Tak ada Ajian-Ajian yang mengelegar yang terjadi dipetempuran Jacson dan Aya. Keduanya hanya adu ketangkasan beladiri dengan tangan kosong, yang terlihat remeh.
"Apa kau tau, alasan Sarewa ingin membunuhmu?" tanya Jacson ditengah pergulatannya dengan Aya.
"Sarewa tak ingin membunuhku! Dia ingin membunuhmu!" ujar Aya.
Siluman Kucing Hitam itu masih memikirkan hal-hal yang positif dari teman sekubunya, yang jelas-jelas ingin membunuh Jacson dengan cara mengorbankan Aya.
__ADS_1
"Apa bagi kalian membunuh musuh sepenting itu?! Sampai harus mengorbankan orang-orang yang berada di sekitar kalian?" tanya Jacson dengan nada mengejek.
"Berhentilah bicara Siluman Kelelawar!" bentak Aya dengan nada yang cukup ketus.
"Apa temanmu itu tidak khawatir tentang dirimu?!
"Kau berada di sini sendirian dan dikelilingi oleh musuh!" tanya Jacson nada bicaranya benar-benar membuat Aya jengkel.
"Sarewa pasti punya alasan! Dia tidak mungkin mengorbankanku seperti ini!" Aya masih membela teman yang telah menghianatinya secara terang-terangan itu.
"Mungkin alasannya adalah! Kau tidak berguna lagi. Baginya kau sangat lemah, untuk membantunya mencapai tujuannya!" kata Jacson yang langsung membuat Siluman Kucing Hitam itu marah.
Alhasil Aya menyerang Jacson dengan gerakan yang lebih lincah dan juga intens. Jacson hanya menanggapi hal itu dengan senyuman asik, karena dia berhasil mengusik hati Aya yang memang sudah melemah.
Dihianati adalah perasaan kecewa yang jarang ada obatnya. Apalagi dikhianati oleh orang-orang yang sangat kita percaya, rasanya 10 kali lipat daripada terjatuh dari lantai tiga.
Mudah saja bagi Jacson yang kekuatannya Siluamnnya masih penuh, untuk mengalahkan Aya.
Tetapi Jackson berpikir panjang. Siluman yang tinggal di Desa Air Keruh ini, bahkan tidak bisa dihitung dengan jari manusia. Apa yang akan mereka hadapi selanjutnya, pasti akan lebih mengerikan daripada hari ini. Jadi Jacson memutuskan untuk menarik Aya ke pihaknya.
Memanfaatkan rasa sakit hati seseorang untuk berada di pihaknya, mungkin terdengar picik. Tetapi Jacson hanya bisa melakukan hal itu, karena mereka kekurangan orang yang memihak tujuannya.
Aya berusaha tidak berpeduli dengan apa yang dikatakan oleh Jacson, Siluman Kucing Hitam itu berusaha fokus untuk mengalahkan Jacson yang yang masih saja bisa mengimbangi gerakan serangan Aya.
"Sebab, kau hanyalah aib bagi Siluman-Siluman Murni yang sangat kuat itu!" ujar Jacson.
"Diam kau!!! Kau pikir apa hebatnya menjadi Siluman Murni?!
"Kalian bahkan tidak mempunyai kesempatan untuk menjadi seorang manusia!
"Merasakan emosi dan betapa indahnya jatuh cinta, serta bisa merasakan, makanan yang kalian makan!" kata Aya.
Apa yang dikatakan oleh Aya memang sangat benar, Jacson berusaha untuk tidak pernah merubah dirinya menjadi Siluman. Karena dia ingin menjadi manusia, dia ingin hidup sebagai manusia. Tetapi Siluman tidak bisa menjadi manusia, meskipun mereka menginginkannya.
Berbeda halnya dengan keturunan Manusia Setengah Siluman yang masih dapat menjadi manusia, asal mereka mendapatkan darah dari Jiwa Suci secara sukarela.
__ADS_1
"Apa kau ingin menjadi Manusia?" tanya Jacson.
"Apa kau akan menjadikanku manusia. Jika aku mengatakan, iya?!" tanya Aya.
"Jika kalian menghancurkan Jiwa Suci itu kali ini!
"Maka tidak akan pernah ada Jiwa Suci yang terakhir lagi ke bumi ini!
"Lalu jika hal itu terjadi, maka keturunan Setengah Manusia sepertimu, akan kehilangan kesempatan untuk menjadi Manusia ataupun Siluman. Untuk selama-lamanya!
"Apa bila nanti kau berhasil menjadi manusia, jatuh cinta kepada manusia dan mempunyai seorang Putra!
"Siluman akan melahirkan Manusia Setengah Siluman! Apa kau ingin anakmu mempunyai nasib burukmu sepanjang hidupnya?" ungkap Jacson panjang lebar.
Aya menghentikan serangannya pada Jacson. Siluman Kucing Hitam itu tampaknya sudah sadar dengan situasi yang akan dia hadapi.
Jacson tak punya cara lain, meski Adrian pasti tak akan setuju dengan ide gilanya ini. Bagaimanapun mereka harus menarik beberapa Siluman agar mereka bisa bertahan memalui malam yang panjang ini.
Aya mencoba menelaah apa yang dikatan oleh Jacson padanya. Dia sedang berdiri ditempatnya, di atas rumput liar yang terluka karena injakan kakinya sendiri. Wajah cantiknya mulai keluar, karena ia menghapus wujut Siluman Kucing Hitam dari tampilannya.
Ema menunduk, mengeleng-geleng tak jelas. Sesuatu berputar di otaknya, tetapi dia terus berusaha yakin. Bahwa dia ingin memutuskan jalan hidupnya seorang diri.
Dia ingin punya ambisi yang tak pengaruhi oleh kata-kata orang di sekitarnya, namun otaknya terlalu kecil untuk memikirkan hal semacam itu. Sehingga hatinya terombang-ambing untuk memilih, pilihan yang amat sederhana seperti ini.
"Jika aku berada di pihak kalian, apa kalian akan mengizinkanku mendapatkan darah dari Jiwa Suci dan menjadi manusia?" tanya Aya kepada Jacson.
"Itu terserah pemilik Jiwa Suci. Jika dia memberikan darahnya kepadamu, aku juga tidak bisa melarangnya!"ucap Jacson.
Aya kembali terdiam dan mulai merenung kembali, dia harus mengambil keputusan dengan cepat. Karena jika tidak, dia pasti akan kehilangan kesempatan untuk selama-lamanya.
Siluman Kucing Hitam itu juga tidak bisa berbalik untuk kembali membela Insagi. Karena rasa kecewanya pada Sarewa, pasti akan membuatnya tidak bisa fokus pada pengabdiannya pada Insagi.
"Aku buka Manusia Setengah Siluman yang lemah!" ujar Aya. "Banyak Manusia Setengah Siluman yang membela Insagi, tapi mereka lebih lemah daripada aku!".
Aya memutuskan untuk berada di pihak Jacson, karena Aya sangat mendambakan menjadi manusia seutuhnya.
__ADS_1
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤