Hujan Teluh

Hujan Teluh
Pengorbanan yang sesungguhnya


__ADS_3

Pengorbanan yang sesungguhnya


Tubuh gadis manis itu terlentang di atas kasur, dengan mata yang masih membulat lebar. Beberapa kali matanya berkedip dan bibirnya bergumam acak.


Entah apa yang dipikirkan oleh Melin, namun Gadis itu benar-benar tidak bisa tidur.


Tangan kanannya menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu membalikkan tubuhnya ke arah kiri.


"Apa Adrian membodohiku lagi?" tanya Melin pada ruangan kosong yang hanya ada dirinya sendiri.


Karena tak menemukan jawaban untuk pertanyaannya sendiri, Melin malah membalikkan tubuhnya ke arah kanan. Gadis itu sedang gelisah, karena memikirkan sikap Adrian yang tiba-tiba baik kepadanya.


"Ke mana perginya pria itu?" tanya Melin bingung.


Karena Melin tidak dapat memikirkan satupun, alasan yang masuk akal. Gadis itu bangkit dan terduduk di kasur.


"Apa dia sengaja meninggalkan aku di, sini agar aku dimakan oleh siluman lain?" tanya Melin lagi.


Gadis itu terus bertanya, meskipun dia tahu tidak akan ada yang menjawabnya.


Membiarkan dia disantap oleh siluman lain. Itu lebih masuk akal, daripada memdengar Adrian bilang. 'terima kasih, karena telah menjadikanku siluman'. Bukankah begitu.


"Kenapa dia tidak mau jujur padaku? Saat aku bertanya tentang, maksudnya baik kepadaku?!" gumam Melin kesal.


Gadis manis itu sangat takut jika Adrian menghianatinya lagi. Hal itu yang paling ditakuti oleh Melin.


Memang sangat mengerikan berhadapan dengan siluman yang mengamuk. Tapi yang lebih mengerikan lagi adalah dihianati oleh orang yang benar-benar kita percayai.


Melin kembali berbaring dengan sangat kesal.


"Terserah, dia mau apa! Aku nggak mau mikir lagi!" ujar Melin putus asa.


Namun didalam otak gadis itu, masih saja memikirkan banyak hal yang berkaitan dengan Adrian.


Kenapa dia bisa tertarik kepada lawan jenis secepat itu.


Kenapa Melin juga merasa bahwa Adrian adalah orang baik, padahal Melin sudah pernah dikhianati dengan cara yang tidak lazim sama sekali oleh Adrian.


Bukankah harusnya Melin sudah melupakan perasaan cintanya, terhadap lelaki siluman macan putih itu.


Hal yang dilakukan Adrian kepada Melin, bukanlah sesuatu yang bisa dimaafkan begitu saja. Lelaki itu telah memanfaatkan rasa cinta Melin terhadapnya, untuk kepentingannya sendiri.


Apakah semua siluman mempunyai watak.


Apakah siluman tidak bisa jatuh cinta.


Apakah semua siluman tidak mempunyai hati nurani.

__ADS_1


.


.


.


.


Adrian duduk bersila di tepi danau, ia memejamkan matanya dan mencoba menembus alam siluman untuk menemui Nyi Loro Kidul.


Namun sebelum Adrian menembus alam itu, perempuan dengan pakaian serba hijau sudah muncul di hadapannya.


"Bangunlah, kau tidak perlu jauh-jauh pergi ke Alamku untuk memanggilku!" ujar wanita cantik rambut panjang, yang dihiasi oleh beberapa kuntum bunga melati yang dirangkai sangat indah.


Bukannya berdiri saat Adrian diperintahkan seperti itu oleh Nyi Roro Kidul. Lelaki itu malah merubah posisinya menjadi bersimpuh di tanah.


"Kali ini, apa yang kau inginkan dariku Maung Bodas?" tanya Nyi Roro Kidul.


"Permintaanku masih sama seperti sebelumnya.


"Tolong Nyai mencegah siluman macan kumbang, agar tidak melukai Melin!" kata Adrian dengan nada memohon yang amat sangat tulus.


"Aku juga sudah mengatakan sebelumnya, bahwa aku bukanlah makhluk yang paling kuat.


"Hingga aku bisa mengubah takdir, diantara kalian.


"Bukan makhluk sepertiku!" ujar Nyi Roro Kidul dengan tegas.


Wanita dengan pakaian Jawa kuno, warna hijau yang yang menghiasi seluruh ornamen di tubuhnya. Nyi Roro Kidul terus melihat ke arah Pondok yang ditempati oleh Melin.


"Takdir rumit yang mengelilingi gadis itu, sudah terjadi lebih dari 1000 tahun.


"Takdir seperti itu, akan terus muncul kembali. Ketika jiwa-jiwa yang berkaitan, hidup dalam waktu yang sama.


"Biarkan saja berjalan seperti seharusnya, dan pilihan yang kau pilih mungkin telah menjadi takdir yang ditulis oleh sang Maha Kuasa!" kata Nyi Roro Kidul.


"Belati yang anda berikan kepada saya, apakah belati itu adalah Belati pengasih?


"Belati yang dapat membunuh jiwa-jiwa siluman, yang kabur di bumi ini?" tanya Adrian.


"Kau sudah menyerahkannya pada Gadis itu?" tanya Nyi Roro Kidul.


Pandangan Dewi laut itu, hanya tertuju kepada pondok yang di dalamnya berisi Melin yang sedang tidur nyenyak. Sepertinya Nyi Roro Kidul, mempunyai rahasia lain yang lebih besar. Rahasia yang  ingin dia katakan kepada Melin secara langsung.


"Sudah Nyi!" kata Adrian.


"Kalau begitu, semuanya sudah berjalan sesuai takdir yang ditulis oleh sang Maha Kuasa!" ujar Nyi Roro Kidul.

__ADS_1


Wanita ghaib itu melepas pandangannya dari arah pondok, lalu mengarahkan manik matanya kepada Adrian yang bersimpuh di depannya.


"Ingat baik-baik, kau harus selalu berada di dekat gadis itu!


"Kau juga harus bersiaplah untuk mati karena gadis itu!


"Jika kau benar-benar ingin merubah takdir ini!" nasehat Nyi Roro Kidul.


"Hamba akan menuruti perintah Nyai.


"Saya tidak akan pernah meninggalkan Melin dan saya akan berkorban untuk gadis itu!" kata Adrian dengan nada yang mantap tanpa ragu.


Seolah-olah nyawa yang dimiliki oleh lelaki gagah itu, tidak ada artinya sama sekali.


Kesanggupannya memberikan nyawanya untuk Melin, membuat Nyi Roro Kidul berubah pikiran dan membiarkan Adrian merubah takdir yang harusnya terjadi.


Ketulusan hati Adrian, untuk melindungi Melin membuat Nyi Roro Kidul. Memberikan sejata terlarang miliknya kepada Adrian. Agar Melin bisa membunuh semua Siluman di bumi ini, termasuk Adrian sendiri.


"Jangan goyah, tetap pada pendirianmu. Maka kau akan mati dengan tenang!" ujar Nyi Roro Kidul.


"Baik Nyi!"


Seketika, tanpa bekas apa pun. Ratu pantai selatan itu pergi entah kemana, meninggalkan Adrian yang masih bersimpuh di tanah.


Dada lelaki itu seperti baru saja di remas oleh tangan yang besar dan kuat. Tekatnya untuk mati di tangan Melin, gadis yang sangat ia cintai. Sudah bulat, tak ada kebimbangan lagi yang tersisa di hati Adrian.


Impian lamanya, menjadi manusia dan hidup dalam damai. Jatuh cinta, menikah, memiliki anak, dan mati. Semua itu ia lupakan, semua itu ia jadikan sebuah mimpi semata.


Karena jika ia mati di tangan Melin, karena ditusuk dengan Belati Pengasih pemberian Nyai Roro Kidul. Maka Adrian tak akan bisa regkarnasi lagi, dia akan dikunci di neraka selamanya.


Dia juga tak bisa bertemu lagi dengan Melin, namun dengan iming-iming. Bahwa Melin akan berumur panjang jika Adrian menyerahkan nyawanya pada gadis itu. Adrian tak berpikir lagi, dia langsung mengiyakan tawaran yang tak sebanding itu.


Malam ini adalah Malam terakhir Melin bisa tidur nyenyak. Adrian membawa Melin kabur, Desa Air Keruh. Agar gadis yang ia cintai itu bisa mengistirahatkan tubuh rapuhnya.


Karena besok Melin harus menghadapi seluruh siluman, yang telah menantinya di Desa terkutuk itu.


Wajah pria yang telah mengorbankan nyawanya untuk wanita yang ia cintai itu, tengah menengadah ke langit. Mungkin langit malam ini, adalah pemandangan langit terakhir yang akan dia lihat.


Maniknya terus menghitung bintang dilangit yang tak terhitung jumlahnya. Sampai Adrian terdiam, karena dia merasakan sebuah pergerakan siluman di area itu.


Tempat ini memang aman dari siluman yang tinggal di Desa Air Keruh. Tapi tidak bagi siluman yang berkeliaran bebas di luar desa terkutuk itu.


Meski siluman yang berkeliaran bebas, tak sekuat siluman-siluman yang menetap. Namun jika jumlahnya banyak, Adrian juga pasti akan kuwalahan  untuk menghadapi mahluk-mahluk itu.


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2