Hujan Teluh

Hujan Teluh
Chakra Merah


__ADS_3

Cakra Merah


Chakra merah adalah chakra yang paling umum, chakra ini sangat mudah dijumpai. Tapi tak ada yang memiliki chakra merah sehebat dan sebanyak Jendral.


Chakra merah biasanya bersifat unversal dan tak begitu berbahaya, tetapi juga akan mengerikan jika jumlahnya terlalu besar seperti milik Jendral saat ini.


Bocah SMU itu bahkan bisa meluluh-lantahkan sebuah bangunan kraton hanya dengan sekali hentakan. Bagaimana jika dia sudah belajar bertarung dan memiliki beberapa ajian, pasti Jendral akan menjadi petarung yang luar biasa.


Jacson yang sudah berubah menjadi dirinya sendiri sedang mengendap-endap untuk melihat kondisi sekitar. Dia sedang memata-matai beberapa pengawal istana yang dimiliki Insagi.


Padahal dia sudah sangat hafal dengan kondisi di istana ini, dia bahkan hampir mengenal seluruh pengawal di istana Insagi. Karena sebagian besar pengawal di Istana Insagi adalah Siluman-Siluman yang tinggal di Desa Air Keruh.


Hampir separuh penduduk desa air keruh adalah Siluman atau Manusia Setengah Siluman, yang menjaga istana yang dimiliki oleh Insagi.


Jacson melihat dua pengawal berjaga di pintu masuk menuju Istana Dalam, yang biasanya ditempati oleh Insagi. Lelaki itu menebak jika Jendral pasti dibawa ke Istana Dalam tersebut.


Jacson perencana untuk melumpuhkan kedua pengawal penjaga pintu itu, lalu memakai seragam yang digunakan oleh pengawal tersebut. Agar dia bisa keluar masuk ke istana dalam dengan nyaman.


Tetapi belum sempat dia beranjak dari tempat persembunyiannya, dia mendengar suara ledakan yang amat sangat luar biasa dari arah Istana dalam.


Sontak kedua pengawal yang ingin dilumpuhkan oleh Jacson, segera masuk ke dalam area istana dalam.


Jacson jadi tidak perlu susah-susah melumpuhkan mereka, karena mereka sudah lari duluan.


"Ehhh malah kabur mereka!!! Syukurlah!" ujar Jacson. Kalau nggak ngelawak, nggak nyaman moto bertarungnya.


Jacson juga ikut masuk ke dalam, area Istana Dalam milik Insagi. Meskipun suasana sedang kacau, Jacson tetap waspada dia tetap mengendap-endap agar tidak ketahuan.


Namun saat melihat bangunan salah satu Paviliun di Istana Dalam yang porak-poranda, Jacson tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya kepada Jendral. Dia berpikir Insagi telah menghabisi bocah SMU yang baru saja tau bahwa dirinya adalah seorang Siluman itu.


Di tengah kepulan asap yang mulai surut, Jacson dapat melihat sosok yang berdiri di tengah-tengah paviliun yang sudah tidak berbentuk. Lelaki itu menggunakan pakaian modern tentu saja Jacson langsung mengenali sosok itu.


"Hebat juga kampret kecil itu?! Ternyata dia belom mati!" ujar Jacson lega.


Gubrakkkkkkk

__ADS_1


Klotak Klotakkkk


Duarrrrrttt


Sesuatu keluar dari dalam reruntuhan tak jauh dari Jacson berdiri, mahluk itu mengepakkan kedua sayap yang berada di bahunya. Jacson langsung bisa menebak siapakah gerangan mahluk bersayap itu. Benar mahluk itu adalah Insagi Si Siluman Burung Garuda yang mempunyai sayap es.


Wajah Kades Desa Air Keruh itu tampak tercengang, karena melihat sayap yang dimiliki oleh Insagi. Sayap yang cukup besar dengan kilauan yang amat mengelapkan mata.


Jacson tidak menyangka bahwa Insagi mempunyai kekuatan yang cukup hebat, karena ini pertama kalinya dia melihat perubahan Insagi menjadi wujud Manusia Setengah Silumannya.


"Siapa kamu?!" teriak Insagi ke arah Jendral.


Jendral masih diam saja, cowok SMU itu masih mencoba untuk menetralisir chakra yang sedang mengalir di tubuhnya. Tidak buruk sebagai pemula, Jendral dapat mengatasi kesulitan tentang chakra besar yang selalu keluar dari tubuhnya.


Karena jenuh menunggu jawaban dari Jendral, Insagi langsung berlari ke arah bocah berchakra merah itu. Lalu melancarkan serangan kepada Jendral menggunakan Pedang Langit es andalannya.


Insagi berlari kencang, lalu mengepakkan sayap di kedua bahunya. Secepat kilat Siluman Burung Garuda itu sudah jauh di atas kepala Jendral. Jendral sama sekali tidak memperhatikan Insagi yang berusaha untuk menyerangnya.


Cowok SMU itu masih diam di tempatnya, dia merasakan aliran energi yang sangat besar didalam tubuhnya. Apa lagi dia tiba-tiba mengingat sesuatu tentang dirinya, di masa lampau.


"Mati kau bocah keparat!" teriak Insagi lagi.


Serangan yang dilancarkan oleh Insagi begitu sangat cepat, Jacson yang ingin menolong Jendral pun tidak memiliki kesempatan yang cukup.


Blammmmmmmmmmmmm


"Jendral!" pekik Jacson.


Jacson berpikir, Jendral tidak akan selamat dari serangan Insagi yang sekuat itu. Meskipun Jendral memiliki chakra merah yang tidak terbatas di dalam tubuhnya, tetapi lelaki muda itu tetaplah hanya seorang Siluman pemula yang tidak mempunyai pengalaman bertarung sebelumnya.


Asap putih kembali mengepul tinggi, sambaran chakra biru milik Insagi mengelilingi area bertarung itu. Tetapi samar-samar, Jacson bisa melihat chakra merah Jendral masih berkobar. Ternyata bocah SMU itu masih bisa menahan serangan Insagi, yang begitu hebat.


Jacson tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya, karena dia sangat lega. Dia berpikir Jendral hanyalah Siluman pemula yang tidak bisa diandalkan.


Kades Desa Air Keruh itu nekat datang ke Istana Rahasia Insagi tanpa persiapan yang matang. Dia memang berencana untuk mati sejak awal, jadi meskipun kawan yang dia bawa lemah, Jacson sama sekali tak peduli.

__ADS_1


Asap mulai menghilang, Jendral yang masih berada di tempatnya berdiri, menangkis serangan Pedang Langit Es yang digunakan oleh Insagi dengan sebilah Tongkat Emas yang terlihat sangat sangat mewah.


"Senjata apa itu?" tanya Jacson dari kejauhan.


Insagi yang tampaknya juga tidak mengenali senjata yang dibawa oleh Jendral, mundur perlahan karena meskipun Insagi tidak tahu betul jenis senjata apa yang akan dihadapinya itu. Tetapi dia bisa merasakan aura yang luar biasa dari, senjata yang dipegang oleh Jendral tersebut.


Jendral perlahan-lahan membuka matanya, dan manik matanya berubah warna menjadi semburat warna merah. Dia menatap lurus ke arag Insagi, tatapannya begitu membabi-buta.


"Tuan, jangan lawan dia!!! Panggil saja Dorsowatu saja! Dia bukan lawan kita!" Sarewa muncul tiba-tiba di dekat Insagi.


"Baiklah!" Insagi langsung memusatkan pikirannya untuk memanggil Dursowatu.


Jendral yang sudah di puncak emosinya perlahan-lahan Berjalan ke depan, lalu berlari ke arah Insagi untuk menyerang ketua para Siluman itu.


Karena Insagi sedang memantapkan ilmu kebatinannya untuk memanggil Dursowatu. Jadi Sarewa yang berganti untuk menghadapi Jendral yang mempunyai kekuatan di atas rata-rata Siluman biasanya.


Tranggggggggggg


Tongkat Jendral dihalau oleh Cambuk Kecrek Kecubung, yang dimiliki oleh Sarewa. Cambuk Dewa yang bisa berubah menjadi tongkat, pedang atau senjata lainnya. Cambuk Sakti yang memiliki kekuatan petir yang sangat ganas itu menghadang laju serangan Jendral.


Jenderal segera memutar tongkatnya dan menyerang bagian bawah tubuh Sarewa. Namun Sarewa tak mungkin hanya diam saja, dia berusaha menangkis setiap pukulan yang dilancarkan oleh Jendral.


Cambuk bernuansa ungu itu, Sarewa lepaskan untuk menyabet bagian kepala Jendral. Setelah ia berhasil lari dari serangan dadakan Jendral.


Wustttttsssssss


Dengan mudah Jendral juga menghindari serangan dari, Sarewa dengan melompat di udara dan memutar tubuhnya. Sambil melayang di udara Jendral mengunakan kesempatan itu untuk menyerang Sarewa lagi, dengan menghantamkan salah satu ujung tongkat saktinya ke arah dada Sarewa.


Duakkkkkkkk


Sarewa terpental jauh, Jendral mendarat dengan sempura. Siluman Kera Putih berjenis kelamin Wanita itu, memuntahkan darah segar dari mulutnya karena terhantam pucuk tumpul tongkat yang dimiliki oleh Jendral.


Ajaibnya tongkat yang sudah melayang cukup jauh itu  kembali dengan sendirinya ke tangan Jendral. Seolah tangan bocah SMU dan juga tongkat itu memiliki aliran kutub magnet yang bertentangan.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2