
Rencana Gila Melin
"Masalah berhasil atau tidak, itu nanti!
"Yang penting kita usaha dulu, kita tidak mungkin secara terang-terangan menabuh genderang perang kepada Insagi yang memiliki anak buah sekampung itu!" jelas Jacson yang menyamar menjadi Aya.
"Tapi kayaknya kita akan langsung ketahuan! Sebelum sampai di markas Siluman kacang garuda itu," ujar Jendral yang menyamar menjadi Melin dengan nada tak percaya diri.
"Burung Garuda, bahlul!!! Bukan kacang garuda!
"Kenapa kita bisa ketahuan sebelum sampai di sana?!" Jacson tampak tak yakin juga, tapi dia bisa apa selain mengikuti rencana gila yang dibuat oleh Melin yang asli.
Gadis manis itu sedang menyamar sebagai Jacson dan pergi ke Padang Tugu Mulia bersama Adrian untuk memakan umpan.
Ternyata penghianatan Sarewa pada Aya adalah sebuah hal yang sudah direncanakan oleh Insagi dan dedengkotnya. Kenapa mereka memilih Aya untuk tinggal dan memata-matai lawan, karena Insagi tak bisa menjangkau Adrian, Melin, Jendral dan Jacson dengan Ajian andalannya.
Sebab, ke empat orang itu telah dibentengi oleh Ajian Moto Sewu. Ajian ini adalah milik Jacson, yang diselipkan di liontin berbentuk mata kanan seseorang. Dengan benda ini, mereka tak bisa dilacak dengan mata batin yang sangat sakti sekalipun.
Tetapi kekuatan Melin bisa membaca gelombang telepati yang digunakan oleh Aya dan Insagi untuk berkomunikasi tanpa terdeteksi oleh Insagi--lah. Yang membuat rencana ini tercetus.
Saat Melin diobati oleh Adrian di dalam kamar lelaki gagah itu, Melin mengutarakan apa yang dia baca dari gelombang telepati Aya dan Insagi.
"Mereka berencana membawaku secara diam-diam!" ujar Melin, wajahnya tegang sekali. Karena dia sedang menahan rasa sakit yang amat sangat.
Adrian masih fokus membersihkan luka di punggung Melin. Ternyata ada beberapa duri sawit yang menancap di punggung mulus gadis manis itu.
"Jelaskan saja nanti, aku harus fokus pada lukamu terlebih dahulu!" ujar Adrian dengan nada bicara yang amat lembut.
Adrian menggunakan Ajian Howo Jagat untuk menbekukan beberapa bagian tubuh Melin. Selain bertujuan untuk mencegah racun dari duri sawit menyebar keseluruh area tubuh, ajian ini cukup manjur untuk mengurangi rasa sakit ketika kulit sedang terluka parah.
Ekspresi wajah Melin menjadi sedikit lebih tenang, karena Ajian Howo Jagat yang digunakan oleh Adrian benar-benar membantunya meredakan rasa sakit yang dideritanya.
"Insagi sengaja mengunakan Aya untuk mengecoh kita!" ujar Melin.
"Aku tau!" jawab Adrian.
"Om tau, kenapa om masih membiarkan dia bersama kita?" tanya Melin dengan nada kesal.
Gadis manis itu tidak berharap Adrian berkorban terlalu banyak untuknya. Tetapi dia juga tidak berharap kalau Adrian akan mengabaikannya secepat ini.
"Hal terbaik yang harus kita lakukan, saat menghadapi siasat licik yang digunakan oleh lawan adalah,
"Menggunakan siasat licik itu, menjadi siasat licik kita!" kata Adrian.
__ADS_1
"Maksut, Om?!" Melin sama sekali tidak paham dengan perkataan Adrian.
"Aku sedang memikirkan cara. Bagaimana kita memanfaatkan Aya, yang dimanfaatkan oleh Insagi untuk membawamu ke kepada Siluman Burung Garuda itu!" ujar Adrian.
"Insagi sedang mengirim pesan telepati kepada Aya!" ujar Melin.
Padahal jarak antara rumah Adrian dan juga keberadaan Aya, sangat jauh. Tetapi Melin bisa merasakan gelombang telepati yang dikirim oleh Insagi untuk Aya dengan sangat jelas.
"Apa katanya?" tanya Adrian pada Melin.
Adrian telah berhasil mengangkat semua duri sawit yang berada di kulit punggung dan juga perut Melin. Lelaki itu lanjut membersihkan luka Melin yang terbuka dengan cairan antiseptik, agar luka yang diderita Melin tidak terinfeksi.
"Insagi menyuruh Aya, untuk memecah kita. Lalu mencari kesempatan, untuk membawaku ke markas rahasia Insagi secepatnya!" kata Melin.
"Markas Insagi di Desa Air Keruh cukup besar. Markas itu juga dijaga sangat ketat oleh para Siluman-Siluman pengikutnya.
"Akan sangat berbahaya, jika kau sampai dibawa ke sana!" ujar Adrian.
"Karena markas Insagi sulit sekali untuk ditembus dari luar,
"Dia pasti ingin mengulur waktu sampai bulan merah bersinar!"
"Maksud Om! Insagi ingin mengurungku sampai bulab merah bersinar, di markas rahasianya?!" tanya Melin.
Meski sedang fokus menyembuhkan luka-luka di tubuh Melin, dengan menyalurkan beberapa tenaga dalam yang ia miliki ke dalam tubuh gadis itu. Adrian juga berpikir tentang rencana apa yang akan dia lakukan untuk menghadapi kelicikan Insagi.
"Apa ada Siluman yang mempunyai kemampuan untuk merubah wujud seseorang?!" tanya Melin.
Gadis manis itu sama sekali tidak serius dengan pertanyaannya, karena Melin sedang memikirkan tentang beberapa adegan film yang menunjukkan adegan merubah wajah dan lain sebagainya.
Jika saja di dunia ini ada hal semacam itu, dia bisa menyamar sebagai orang lain dan orang lain bisa menyamar sebagai dirinya. Orang yang lebih kuat darinya akan masuk kedalam sarang Insagi dan dia tetap di luar agar tetap aman dari jangkauan Siluman Burung Garuda itu.
"Kurasa Jacson pernah melakukan hal semacam itu!" ujar Adrian.
"Pak Jacson?!" Melin mengatakan nama Kades Desa Air Keruh itu dengan keterkejutan yang amat sangat.
Melin tidak menyangka jika dunia yang dia tempati sekarang cukup aneh, sampai ada seseorang yang mempunyai ilmu sihir.
"Kalau begitu, apa Om bisa menyuruhnya menyamar menjadi aku?!
"Suruh Pak Jacson menggantikanku masuk ke dalam markas rahasia Insagi!" ujar Melin.
"Kau benar! Dua orang diantara kami bisa masuk kedalam markas rahasia Insagi, dengan menyamar menjadi kamu ada juga Aya.
__ADS_1
"Lalu satu orang dari kami, akan melindungimu di luar! Kau hebat Melin! Kau cerdas!" puji Adrian.
"Terima kasih atas pujian, Om!
"Semua orang bilang kalau aku ini memang cerdas, semenjak aku kecil. Bukannya mau pamer!" ujar Melin dengan nada sombong yang tak ketulungan.
Adrian hanya tersenyum kecil mendengar goyonan yang diutarakan oleh Melin. Lelaki Kakak itu tidak mempunyai selera humor yang baik, sehingga ia hanya bisa tersenyum ketika Melin melontarkan guyon.
Jika orang lain yang melontarkan guyonan kepada Adrian lelaki itu hanya akan diam saja.
"Lalu Bagaimana, Om Bisa mengabari Pak Jacson tentang rencana kita ini?! Jangan sampai Aya tau lho yaaa!" tanya Melin.
"Ini tahun 2021!" ujar Adrian.
Lelaki itu mengeluarkan ponsel di dalam sakunya.
Seperti Pithecanthropus erectus yang hidup di zaman purbakala, Melin sangat senang ketika melihat ponsel Android yang dikeluarkan oleh Adrian dari saku celananya.
"Aku hampir lupa kalau kita berada di tahun 2021!" kata Melin dengan raut wajah yang berbinar-binar.
Adrian langsung mengetik chat WA kepada Jacson, Siluman Harimau Putih itu memberitahu rencana yang mereka buat kepada Jacson melalui sinyal 4G LTE.
"Beres!" ujar Adrian.
Seolah mengirim chat adalah sebuah ajian yang sangat hebat. Adrian memamerkan ponselnya kepada Melin.
"Boleh pinjam sebentar, Om?!" tanya Melin.
"Untuk apa?" tanya Adrian.
"Aku harus mengabari orangtua angkatku, agar mereka tidak khawatir dengan keadaanku!" ujar Melin dengan cepat bak rapper profesional.
Adrian tidak mungkin tidak menyerahkan ponselnya itu kepada Melin, lelaki itu tahu bagaimana rasanya jauh dari keluarga.
"Kabari mereka, bahwa kau baik-baik saja! Jangan mengatakan hal-hal yang aneh, apa lagi membuat mereka berpikir untuk datang ke sini!
"Karena jika ada manusia luar yang sampai memasuki Desa Air Keruh sebelum besok pagi, maka aku tidak bisa menjamin keselamatan mereka!" jelas Adrian.
Melin menerima ponsel dari Adrian selalu tersenyum manis ke arah Om--nya itu.
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
__ADS_1