Hujan Teluh

Hujan Teluh
Hal Konyol


__ADS_3

Hal konyol


Dengan kekuatan berpindah tempat dengan cepat, Adrian segera mencari siluman yang tengah mengincar Melin dari jauh.


Selain bisa merasakan keberadaan mahluk sesamanya, Adrian juga mempunyai penciuman yang tajam. Lelaki itu langsung tau Siluman apa yang tengah mendekat ke arah mereka.


Memang hanya siluman monyet kecil dan babi yang mungkin sedang mencari tempat untuk menetap. Namun Adrian tak mau lengah, dia tetap memperhatikan dua siluman pria muda, yang tengah berjalan di dalam hutan.


Kedua siluman itu berjalan santai menuju pondok yang ditempati Melin.


"Kamu yakin di sana tak ada manusia?" tanya Siluman Babi.


"Tenang saja, aku tau hari-hari apa saja. Pemiliknya datang ke sana!" ujar Siluman Monyet yang berjalan selayaknya monyet pada umumnya.


Ternyata Siluman yang dicurigai oleh Adrian hanyalah, siluman-siluman yang butuh tempat berteduh.


Siluman yang ditemui Adrian sekarang bukanlah Siluman Murni, namun seperti dirinya dulu. Kedua mahluk itu adalah Siluman setengah Manusia, yang dibuang dari Alam Buana.


"Kalian tak boleh kesana!" ujar Adrian dari jauh.


Kedua Siluman itu langsung kaget, mereka tidak menyangka. Akan mendengar suara mahluk lain, di tengah malam yang amat sunyi itu.


Dengan langkah santai, Adrian mendekati kedua siluman yang akan perencana bermalam di pondoknya.


"Kami hanya lewat saja kok! Kami tidak ingin pergi ke pondokmu itu!" ujar Siluman Monyet yang langsung berdiri tegak.


Adrian mengamati setiap jengkal, kedua siluman di hadapannya. Siluman macan putih itu curiga pada kedua siluman di depannya.


"Sebelumnya kalian pasti pernah ke sini?! Untuk apa kalian kesini?" tanya Adrian dengan nada sedikit marah.


"Aku tidak pernah ke sini! Ini pertama kalinya aku datang ke sini!" kata Siluman Monyet dengan kosa kata yang amat cepat.


Namun Adrian bisa melihat kebohongan di wajah Nanusia Setengah Siluman Monyet, yang masih tergolong muda itu.


"Jangan bohong padaku!


"Malam ini, aku belum makan apa-apa dan aku sangat lapar sekali!


"Sepertinya makan seekor babi dan seekor monyet akan membuatku kenyang sekali!" ancam Adrian.


"Malam itu, ada seorang gadis muda yang memanggilku. Saat aku sedang melewati hutan ini!" akhirnya Siluman Monyet itu, mengakui apa yang dia sembunyikan dari Adrian.


"Kapan gadis itu memanggilmu?" tanya Adrian curiga.


"Belum lama ini!" si siluman monyet mengakui.


Dipikiran Adrian lelaki itu sudah menebak, bahwa gadis muda yang memanggil Siluman Monyet itu adalah Melin.


Sebagai pemilik Jiwa Suci, Melin dilahirkan dengan anugerah. Bisa melihat makhluk halus, serta membedakan makhluk seperti siluman atau setengah siluman.

__ADS_1


Namun kekuatan Melin itu, diblokir oleh Yanuar saat Melin lahir. Dan baru terbuka saat Melin dilukai oleh Arinda di pasar.


Dan setelah dari pasar itu, satu-satunya tempat asing yang dikunjungi Melin adalah tempat ini. Melin pasti langsung bisa mengenali siluman monyet ini. Melin pasti menganggap siluman monyet ini, seperti dengan Adrian. Melin mengenali keduanya sebagai manusia setengah siluman.


"Apa gadis muda itu menanyakan sesuatu kepadamu?" tanya Adrian.


"Dia hanya bertanya!


"Aku ini makhluk apa. Kenapa tidak mirip hantu dan juga tidak mirip manusia!" ujar Siluman Monyet itu.


"Lalu kau jawab apa!"


"Aku menjawab, bahwa aku adalah manusia setengah siluman!"


"Lalu apakah gadis itu menanyakan hal lain?"


"Dia bertanya, aku makan apa? Apakah aku lebih mirip dengan manusia? Atau siluman!"


Jadi sejak malam itu, Melin sudah tahu bahwa Adrian adalah manusia setengah siluman. Namun gadis itu terlihat biasa saja dan tidak menaruh rasa takut terhadap Adrian.


"Kalau begitu, kalian boleh pergi dari sini!" kata Adrian.


Kedua siluman yang yang terhitung masih bocah itu segera meninggalkan Adrian. Menurut mereka Adrian adalah hewan buas, yang bisa memakan mereka sewaktu-waktu.


Tentu saja saat mereka disuruh untuk pergi, mereka akan langsung pergi.


"Mulai malam besok, Pondok itu adalah milik gadis muda yang malam itu menemuimu!


"Tapi ingat jangan menyerangnya, dia pasti akan lebih kuat daripada kalian nanti!" kata Adrian.


Kedua siluman kecil itu tidak menghiraukan perkataan Adrian lagi. Karena mereka sudah sangat ketakutan,saat menghadapi Adrian yang sedikit marah tadi.


Adrian kembali mengedarkan radar mata batinnya ke seluruh plosok. Apa lagi di pondok Melin, dia harus memastikan bahwa gadis cantik itu beristirahat dengan nayaman.


Setelah Adrian sudah merasa Melin aman-aman saja, lelaki itu kembali berjalan santai ke arah pondok yang ditempati oleh Melin.


Lalaki gagah perkasa itu kembali memikirkan tentang Melin yang tak menanyakan tentang siapa dirinya. Setelah gadis itu, bermalam untuk pertama kalinya dengannya.


Melin pasti membaca mimpinya waktu itu, karena Melin sudah bisa mengunakan kekuatannya. Jadi Melin tau bahwa dirinya tengah memimpikan hal erotis dengan keponakannya malam itu.


Jadi malam itu Adrian tak benar-benar bersetubuh dengan Melin. Bodohnya dia, kenapa bisa percaya jika mimpi itu nyata.


Namun Adrian tak begitu mempermasalahkan kekonyolannya kala itu. Itu bisa menjadi sebuah kenangan yang mungkin bisa membuat Melin tertawa saat mengingatkanya nanti.


Apakah Melin akan mengingat dia.


Apakah Melin akan berhenti membencinya ketika ia mati nanti.


Apa, dia boleh mengatakan sebuah kata, yang ia pendam selama ini pada Melin.

__ADS_1


~▪Aku mencintaimu Melin, aku sungguh sangat mencintaimu▪~


Hanya dua kata itu yang ingin Adrian sampaikan pada Melin di ujung nyawanya nanti.


.


.


.


.


Keadaan di Desa Air Keruh sangatlah tak seperti biasanya. Beberapa warga desa keluar rumah dengan alasan beronda, tapi mereka tak hanya menyusuri jalanan. Mereka mengetuk setiap rumah, mereka masuk tanpa ijin dan mengobrak-abirk banyak rumah.


Jika ada warga yang melawan, para peronda itu tak segan untuk mencelakai warga tersebut. Tak semua warga Desa Air Keruh adalah Siluman.


Seorang pria bernama Harso sudah dilempar oleh salah satu Siluman, yang merasuki tubuh warga Desa Air Keruh. Pria itu sangat tidak suka saat rumahnya diacak-acak begitu.


Namun Siluman yang berada di desa itu serentak mengamuk, karena mereka tak bisa menemukan Melin pemilik Jiwa Suci.


Pak Harso sudah tersungkur ke tanah, tubuh pria paruh baya itu menghantam tanah dengan cukup keras. Hingga pria itu meringis kesakitan.


Masih di posisi terjungkalnya, Siluman yang merasuki tubuh Wardi salah satu warga Desa Air Keruh itu. Malah mau menghajar Pak Harso dengan bogeman penuh tenaga dalamnya.


Satu pukulan saja menghantam tubuh Pak Harso, pasti lelaki manusia biasa itu akan mati seketika.


Namun ayunan bogem Siluman Kera besar itu, di tahan oleh Arja yang baru saja sampai di tempat itu.


"Hentikan semua!" teriak Arja.


Semua terdiam, saat mendengar suara lantang salah satu guru yang mengajar di SD Desa Air Keruh itu.


Tangan kekarnya masih mencengkeram erat pergelangan tangan Wardi, yang tubuhnya sudah diambil alih oleh siluman Kera besar atau Warok.


Siluman Warok mempunyai tubuh kera yang amat besar dan kuat. Namun memiliki wajah manusia raksasa yang amat mengerikan. Mereka memakan daging manusia untuk bertahan hidup di dunia manusia.


"Jangan halangi kami lagi Insagi!" kata Warok.


"Jika kalian tak berhenti! Maka...kalian akan mati malam ini juga. Tak perlu menunggu besok!" ujar Insagi.


"Tapi Insagi...,"


"Warokkkkk!!!


"Turuti perintahku, Jiwa Suci itu tak ada di desa ini.


"Percuma kau membuat keributan seperti ini, apa kau ingin ada yang melapor ke polisi.


"Agar mereka membawa senjata api lebih banyak lagi?!" tanya Insagi, yang ternyata adalah Siluman yang mengambil alih tubuh Arja.

__ADS_1


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2