Hujan Teluh

Hujan Teluh
Putri Duyung


__ADS_3

Putri Duyung


"Sebaiknya kita putar balik saja!" usul Melin.


"Sudah terlambat, kurasa dia sudah mengetahui keberadaan kita!" ujar Adrian.


Entah kenapa Melin juga bisa ikut merasakan aura jahat yang sangat kuat, mulai mendekat ke arah mereka. Hingga Gadis itu benar-benar merasa ketakutan.


"Apa pun yang terjadi jangan buka pintunya, dan jangan pernah melepaskan kalung itu!" nasehat Adrian.


Melin meremas kalung yang tadi siang diberikan oleh Jacson. Kalung yang melingkar di dadanya itu, tiba-tiba mengambil peran sebagai penyelamat nyawanya. Tentu saja Melin harus mengandalkan kalung itu.


Tanpa banyak bicara lagi, Adrian segera keluar dari dalam mobilnya. Lelaki itu berjalan di tengah Hujan, menuju ke arah depan.


Benar saja, lelaki itu telah ditunggu oleh sesosok perempuan cantik. Berambut putih panjang, dengan gaun yang sangat mewah.


"Serahkan jiwa suci itu kepadaku!" kata putri duyung yang mempunyai dua kaki itu.


"Kau tau, jiwa suci itu sudah menjadi milik siluman macan kumbang.


"Jadi jangan harap kau bisa menyentuh sehelai rambutnya sekalipun! Apalagi merebutnya dariku!" ancam Adrian.


"Bukankah kau baru saja menjadi siluman?


"Aku dan kamu tidaklah sebanding, jadi biarkan aku membawa jiwa suci itu.


"Tanpa harus mengkotori tanganku dengan darah kotor mu!"


Siluman putri duyung di hadapan Adrian memang sudah mendekati Abadi. Siluman wanita berambut putih itu, sudah hidup lebih dari 1000 tahun di bumi. Wanita cantik itu hanya menunggu kedatangan jiwa Suci, untuk mengembalikan keabadiannya. Lalu dia akan diperbolehkan tinggal di dunia siluman lagi.


Kaki Adrian yang terbungkus rapat dengan sepatu pantofel yang mengkilap. Melangkah maju tanpa ragu, meski dia tahu benar. Bahwa siluman di depannya jauh lebih kuat darinya. Namun Adrian tak akan membiarkan siluman duyung itu melukai Melin.


Jemari tangan Adrian telah berubah bercakar. Wajahnya yang tampan, sudah di aliri semburat warna biru terang yang menyala di pembuluh darah utamanya. Siluman di diri Adrian sudah bisa ia bangkitkan seutuhnya.


Genangan air di atas tanah berhamburan, saat ia menapakkan langkah kuatnya. Air hujan yang membasahi tubuhnya tak ia hiraukan.


Sebuah tebasan dari cakar tangan kanan Adrian, melayang memyerbu ke arah Siluman duyung yang amat cantik itu.

__ADS_1


Rambut putih yang basah milik putri duyung tersibak terbang. Karena gerakan yang dilakukan oleh putri duyung tersebut, untuk menghindari serangan Adrian.


Tebasannya berhasil dihindari oleh siluman putri duyung, namun Adrian masih menyerang dengan tangan satunya. Berkali-kali secara bergantian, Adrian Mengayunkan tangannya untuk melukai siluman yang mempunyai perawakan cantik jelita itu.


Tetapi tangan Adrian berhasil di raih oleh genggaman putri duyung. Kekuatan putri duyung itu benar-benar sangat kuat, Adrian bahkan tidak bisa melepaskan genggaman siluman yang mencengkeram tangannya.


Adrian tak habis akal, tangan kirinya segera berayun ke arah putri duyung. Namun tubuhnya sudah terhentak ke belakang, karena putri duyung itu. Melayangkan sebuah pukulan di perut datar Adrian.


Tubuh Adrian terlempar cukup jauh, hingga membentur bagian depan mobilnya sendiri. Lelaki gagah perkasa itu terduduk di atas tanah yang basah.


Mulutnya memutahkan darah segar, namun matanya penuh dengan dendam dan kebencian.


Dengan cepat Adrian berdiri. Dia tidak boleh tumbang, apa pun yang terjadi. Karena jika dia tumbang maka Melin akan dalam bahaya.


"Ternyata kau cukup kuat juga, anak baru!" kata siluman putri duyung yang ternyata sudah berjalan mendekat kearah Adrian.


Di dalam mobil, Melin bisa melihat dengan jelas. Apa yang terjadi di luar, tetapi Melin memutuskan untuk tetap diam. Dia menuruti perintah Adrian untuk tidak membuka pintu mobil.


Adrian sudah berdiri tegak lagi, tanpa berpikir panjang. Lelaki gagah itu segera berlari, berhambur ke arah siluman putri duyung itu.


Siattttttttttt


Putri duyung itu lebih dulu menyerang Adrian. Tubuh kekar lelaki gagah itu, dengan gampangnya. Terlempar ke arah samping dan mendarat di Sebuah batang pohon yang cukup besar.


Wajah Adrian mengernyit, menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Dia ingin cepat bangkit dari terjatuhnya, namun tubuhnya tidak pulih dengan cepat.


Putri duyung itu sudah mendekat ke arah cap mobil depan Adrian. Wanita cantik yang berdandan seperti seorang Ratu dari Eropa itu. Membungkukkan tubuhnya dan memandang ke arah Melin yang berada di dalam mobil.


Akhirnya Melin bertemu pandang, dengan siluman putri duyung itu.


Melin tetap menatap mata wanita cantik di depannya, meskipun mata yang dimiliki oleh wanita itu berubah menghitam seluruhnya. Serta giginya yang putih dan rapi berubah meruncing sangat tajam.


Wajah cantik itu berubah sangat mengerikan dalam seketika.


Tubuh Malin yang berada di dalam mobil hanya bisa bergetar hebat. Gadis belia itu benar-benar sangat ketakutan, dengan penampakan seram yang diperlihatkan oleh siluman putri duyung di depannya.


Jleppppppppppp

__ADS_1


"Akkkkkkkkkk!" Putri duyung itu berteriak dengan suara melengking, yang hampir memecahkan gendang telinga manusia.


Putri duyung itu berteriak keras, karena Adrian menusuk punggung putri duyung itu dengan sebilah pedang yang cukup panjang.


"Kurang ajar!" geramnya kesal.


Adrian tidak melepas gagang pedang yang sudah menancap di punggung putri duyung itu. Dia malah menariknya ke bawah, agar dia bisa membelah dua, tubuh manusia siluman cantik tersebut.


Usaha yang dilakukan Adrian terhadap tubuh putri duyung itu ternyata sia-sia. Karena putri duyung tidak diam saja, ia kembali menghantam tubuh Adrian. Sehingga tubuh pria gagah itu, terbang cukup tinggi dan kembali mendarat menghantam pohon.


Melin yang melihat hal itu hanya bisa bengong. Ternyata pertarungan antar siluman itu, begitu mengerikan. Dia mengira Adrian adalah siluman yang sangat kuat, namun bagi siluman lain. Adrian hanyalah remahan rengginang yang tidak punya kekuatan apa-apa.


Entah didorong oleh apa, Melin malah membuka pintu mobil di sebelahnya. Gadis belia itu keluar dari mobil dan segera menghampiri siluman putri duyung, yang tengah kesakitan. Karena pedang yang menancap di punggungnya, menorehkan luka yang cukup labar.


Jlepppppppppp


Dengan sangat berani, Melin menancapkan belatih pengasih yang sudah terkontrak dengan tubuhnya.


Satu-satunya senjata yang bisa membunuh jiwa-jiwa iblis, di dunia manusia.


Manusia yang mempunyai jiwa iblis di dalam dirinya. Tidak akan selamat jika belatih pengasih, sudah menancap di tubuh mereka. Jiwa mereka akan langsung dikirim kembali ke neraka, dengan api neraka yang membakar seluruh tubuh mereka.


Melin sendiri cukup kaget, dengan reaksi yang dia lakukan. Kenapa dia mendapatkan keberanian untuk keluar dan menusuk siluman yang amat kuat tersebut.


"Siapa yang memberimu belati ini?" lagi-lagi ada siluman menanyakan hal itu kepada Melin.


Melin tidak tahu harus menjawab apa, karena dia juga tidak tahu asal-usul belatih ini. Belati itu hanya muncul, ketika suasana benar-benar sudah sangat genting. Seperti saat ini.


Dan ketika berlati itu muncul, seolah-olah Melin dikendalikan oleh sesuatu. Gadis itu merasa ada seseorang dalam dirinya, yang bersembunyi sangat lama.


Hujan seketika berhenti  saat siluman putri duyung di depan Melin. Terbakar habis menjadi abu.


Saat itu juga, belati pengasih yang digenggam oleh Melin, menghilang entah kemana.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Adrian.


Lelaki itu berdiri di pinggir jalan, dengan penampilan yang sangat awut-awutan. Serta banyak bercak darah yang menyelimuti tubuh gagahnya.

__ADS_1


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2