
Cerita ini
~◇~◇~◇~
Cerita ini adalah tentang anak perempuan yang harus mati berkali-kali, karena kutukan yang menyertai kelahirannya.
Anak perempuan yang harus mati bahkan tepat saat dia dilahirkan.
Takdir memilukan yang harus diemban karena kesalahannya di masa lampau.
Jiwa Suci dulunya adalah seorang malaikat yang tidak mempunyai jiwa. Dia mempunyai tugas untuk menjaga bumi agar tetap stabil.
Tetapi dia jatuh cinta pada seorang manusia dan mengambil jiwa manusia lain agar dia dapat hidup menjadi manusia biasa.
Dunia mengutuknya, karena dia lalai terhadap tugasnya sebagai seorang penjaga.
Dan Dia berakhir dilahirkan sebagai seorang manusia yang 7 kali mempunyai kesempatan untuk dilahirkan ke bumi.
Jika Gadis itu tidak selamat dalam 7 kelahirannya maka jiwa penjaga akan musnah selamanya dan bumi akan hancur dalam seketika.
Ini adalah kesempatan terakhirnya untuk tetap hidup dan menebus seluruh dosa yang pernah dia perbuat, agar dia bisa kembali menjadi malaikat dan menjaga bumi dari kehancuran.
Namun sekali lagi takdir itu berputar kembali, orang-orang di sekitar malaikat penjaga itu hidup di waktu yang sama kembali.
Akankah Melin bisa memenuhi takdirnya dan menebus dosa-dosa yang pernah ia lakukan, atau dia malah akan mengulangi dosa yang pernah ia lakukan di kehidupan sebelumnya.
~◇~◇~◇~
Aseta dan Laksmana tidak mungkin diam saja, menanggapi kemarahan Adrian yang sudah tidak dapat dibendung kembali.
Kedua Manusia Setengah Siluman Rubah itu tau, apa pun yang mereka lakukan untuk menyerang Adrian yang dilindungi oleh Tameng Sadewo. Tak akan bisa melukai Siluman Harimau Putih tersebut.
Namun Aseta dan Laksmana juga tidak mungkin pasrah menerima serangan Adrian yang menggunakan Pedang Subrono. Mereka sangat paham jika Pedang Subrono sampai mengenai mereka, maka detik itu juga mereka akan dikirim ke neraka dan tak bisa dilahirkan kembali ke dunia.
Satu-satunya cara untuk bertahan di keadaan ini adalah, menghindari setiap serangan Adrian yang membabi-buta ke arah mereka.
"Kakak kita tidak akan bertahan jika seperti ini terus!
"Cobalah untuk menghubungi Tuan Insagi, agar dia mengirim bantuan ke sini secepatnya!" pinta Aseta kepada Laksmana yang juga keteteran untuk menghindari serangan Adrian yang semakin cepat saja intensitasnya.
"Aku tidak bisa memusatkan pikiranku, jika seperti ini!" kata Laksmana.
Ajian Panggilan Batin hanya bisa dilakukan saat suasana hati sedang tenang dan tidak dalam pertempuran atau kegiatan yang menggunakan chakra.
__ADS_1
Sedangkan Laksmana yang mempunyai kemampuan Ajian itu, sedang bertarung menggunakan chakra yang cukup banyak untuk menghindari setiap serangan Adrian.
"Aku akan mengalihkan perhatian Manung Bodas sejenak! Kakak cobalah untuk menghubungi Tuan Insagi!" usul Aseta.
Manusia Setengah Siluman Rubah yang amat sangat cantik itu, menggunakan chakra emas di tangannya dan merubahnya menjadi tameng serta tombak untuk menyerang Adrian.
Tranggggggg
Tampaknya Tameng Emas milik Aseta dapat menahan tebasan Pedang Subrono milik Adrian.
Karena merasa memiliki kesempatan, Aseta segera mengayunkan tombaknya untuk melukai bagian perut Adrian.
Tranggggggg
Ternyata tombak chakra emas yang dimiliki oleh Aseta, tidak dapat menembus Tameng Sadewo yang melindungi seluruh tubuh Adrian.
Manusia setengah Siluman Rubah cantik itu memang belum menggunakan seluruh chakra yang dia miliki untuk memperkuat senjata yang dia punya.
Setiap petarung, biasanya akan menggunakan chakra yang mereka miliki. Bukan hanya untuk mendukung Ajian serangan yang akan mereka lancarkan kepada musuh mereka. Mereka biasanya membagi chakra mereka untuk melindungi organ vital di tubuh mereka dari serangan lawan mereka.
Sehingga saat terkena serangan musuh, organ dalam di tubuh para petarung akan dilindungi oleh chakra yang mereka punya. Itulah kenapa petarung masih bisa berdiri saat terkena serangan lawan, yang cukup mematikan.
Apa lagi, beberapa chakra mempunyai sifat regenerasi sel yang lumayan cepat.
Sehingga Aseta mempunyai ide untuk memusatkan chakranya pada senjata yang dia gunakan saja agar serangannya bisa menembus Tameng Sadewo Adrian.
Angin segar seolah berhembus ke arahnya saja, dia merasa punya Ajian ampuh untuk menggalahkan Adrian yang masih berdiri tegas dengan Tameng Sadewo yang melindungi pria kekar itu.
Tameng Sadewo biasa digunakan para pemilik Ajian ketika perang besar menimpa mereka. Dengan Ajian ini membunuh ratusan tentara bukanlah perkara yang susah. Sebab penguna Ajian yang hanya dimiliki oleh keturunan Sang Legenda Patih Gajah Mada itu hanya bisa melukai orang-orang disekitarnya tanpa bisa dilukai oleh siapa pun.
Aseta menggulung badannya ditanah, lalu berdiri tegak. Dia memperhatikan bagaimana pergerakan Adrian yang tampak tak begitu leluasa, karena Tameng Sadewo yang menyelimuti tubuh pria itu semakin tebal.
Chakra emas milikya, benar-benar ia pusatkan ke arah senjata yang ia gunakan saja. Dia memperbesar tombak yang ia pakai untuk menyerang Adrian dengan cepat.
"Rasakan ini, Manung Bodas!!! Kupikir sekuat apa Tameng Sadewo itu?
"Ternyata hanya segini saja ya kekuatannya, yang melegenda itu!" ujar Aseta dengan nada yang sangat meremehkan.
Aseta berlari ke arah Adrian dengan cepat, dia lalu melompat tepat di depan Adrian. Tubuh ramping wanita cantik yang dibalut pakaian pendekar jaman kerajaan itu terbang indah di atas tubuh Adrian.
Wanita cantik itu mendarat dibelakang tubuh Adrian dengan sempurna, langsung ia lancarkan serangan mematikan ke arah tengkuk Adrian.
Jlepppppppp
Suara tertusuk itu amat nyaring, darah segar langsung muncrat dari tengkuk seseorang.
__ADS_1
"Appppppaaaa...Yaaaanggg...Terrrrjaaadiii?!" kata-kata terakhir Aseta.
"Aseta!" teriak Laksmana
Kebanyakan Siluman yang masih hidup sampai hari ini, mereka belum pernah melihat apa lagi berhadapan langsung dengan para pemilik Ajian Tameng Sadewo yang amat melegenda.
Mereka hanya pernah mendengar, beberapa kenalan mereka bercerita tentang hal itu. Sehingga mereka mengira orang yang membicarakan tentang Tameng Sadewo, pasti membesar-besarkan fakta.
Tubuh ramping Aseta masih berdiri, dia masih binggung dengan apa yang terjadi.
Ia melihat dengan jelas, ujung tombak miliknya menembus dadanya sendiri. Dia bahkan meraba ujung tombak emas yang sedetik yang lalu masih di tangannya.
Manusia Setengah Siluman Rubah Wanita itu tak tau pasti, kapan tombaknya malah melukai dirinya sendiri.
Dia hanya bisa melihat ke depan, ke arah punggung Adrian yang memantulkan siluet keadaannya kini.
'Apa ini ilusi?' Aseta masih sempat berpikir seperti itu.
Tapi tubuhnya segera roboh ke tanah, rasa sakit mulai menjalar di sekujur tubuh Silumannya. Aseta sadar ini bukan ilusi.
Tubuh Aseta mulai kejang-kejang, karena darah dari dalam tubunya mengalir keluar dengan cepat. Apa lagi Tombak Emas yang menancap di Dada Aseta sudah melebur menjadi chakra lagi.
Sorot matanya timbul-tenggelam lalu pandangannya hitam sempurna. Aseta telah tiada.
"Keparat kau!!! Beraninya kau membunuh adikku!" teriak Laksmana murka.
Lelaki yang punya postur tubuh sama kakarnya dengan Adrian itu pun sangat murka, karena melihat adiknya terbunuh di depan matanya.
Wajahnya seketika mengeras, matanya memerah menahan kesedihan. Laksmana segera mengunakan kecepatannya untuk menyerang Adrian yang mempunyai pergerakan yang cukup lambat.
Wussssssss
Wussssssss
Wussssssss
Hanya bayangan anginnya saja yang terlihat, saat Laksmana mengunakan Ajian Angin Winduri miliinya. Ia melilitkan sebuah tapi ke tubuh Tameng Sadewo Adrian. Sehingga Siluman Harimau Putih itu, tak bisa bergerak dengan bebas.
Laksmana tahu dia tidak mungkin bisa mengalahkan Adrian, yang menggunakan Ajian Tameng Sadewo lengkap dengan Pedang Subrono serta Cermin Yodra.
Melarikan diri dan membawa mayat adiknya adalah pilihan yang tepat untuk saat ini.
___________BERSAMBUNG_____________
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤