Hujan Teluh

Hujan Teluh
Cermin Yodra


__ADS_3

Cermin Yodra


~◇~◇~◇~


Perlukah banyak kata untuk mengucapkan apa yang kita inginkan, jawabannya bisa iya bisa juga tidak. Tetapi beberapa orang memilih untuk duduk dan berkata-kata panjang kali lebar, membuat orang lain memgerti akan makna keinginan yang dia buat.


Sebaliknya sebagian kecil lainnya, termasuk aku.


Aku diam dan menikmati arah angin ini menerbangkan akalku. Tetapi selalu menuju ke arahmu, aku tak bisa menghalangi ataupun menolak.


Aku ingin berkata panjang lebar, agar kau tau apa yang kurasakan. Tetapi aku hanya bisa tersipu saat didepanmu, aku hanya bisa terus mematung dalam memperhatikanmu.


Bukan karena kau mahluk paling indah, atau dewi paling rupawan. Tapi hati dan mataku nyaman saat melihatmu.


Aku merasakan kebahagian, saat melihat senyummu. Aku merasa harus menjadi kuat saat melihat tangismu. Aku harus menjadi penyembuh saat kau kesakitan.


Jika aku bisa, jika aku mampu, jika kau mengijinkanku. Aku akan diam, aku akan berdiri, aku akan selalu disampingmu. Memperhatikanmu dari jauh, dan datang ke arahmu saat kau butuh saja.


Aku hanya ingin kau merasa nyaman dengan keberadaanku disekitarmu. Karena kau telah membuatku nyaman dengan keberadaanmu dihidupku.


Jendral


~◇~◇~◇~


Siluman Banteng berlari jumpalitan, hewan sebesar gajah itu berjingkrak tak karuan. Karena Jacson mengigit dan menghisap darah mahluk besar itu dengan rakusnya.


Siluman Kelelawar, yang baru pertama kali menanggak darah mahluk hidup. Seolah tak mau berhenti karena untuk pertama kalinya ia merasakan, betapa nikmat dan segarnya darah makhluk hidup. Yang memang adalah makanan pokok dari Siluman Kelelawar.


Siluman banteng yang sebesar gajah itupun oleng karena cadangan darah di tubuhnya berkurang secara drastis. Meski darah yang dimiliki oleh Siluman Banteng itu, cukup banyak. Tetapi tampaknya Jacson tidak kesulitan untuk membuat tubuh besar Siluman Banteng itu kering karena kehabisan darah.


Bruakkkkkkk


Tubuh besar Sang Siluman Banteng, ambruk tak berdaya lagi. Si perkasa itu bahkan susah untuk menghela nafas-nafas terakhirnya.


Fisik seseorang tak mampu menggambarkan kekuatan yang ia miliki. Sebuah pepatah yang paling dikenal di Texas, 'Anjing kecil lebih banyak memggongong'.

__ADS_1


Seberapa engkau terlihat kuat, tetapi jika tidak cerdik. Kau hanya sebuah anjing besar yang kehilangan tempat bernaung.


Jacson bangkit, bibir, leher dan juga dada bidangnya tertutupi cairan merah kental.


"Harusnya aku menyisakan sedikit! kan jadi mati banteng ini," ujar Jacson dengan tatapan merana tapi segera berubah bahagia. "Uakhhhhh, darah yang segar. Kenapa harus disisakan!".


Jacson tertawa terkekeh, tetapi dia langsung kesal.


"Woyyyyy, kenapa lari??? Ayo lawan aku!" pria itu melihat Siluman Babi, lawan pertamanya berlari ke arah hutan untuk menjauhinya.


Pandangannya segera tertuju pada Adrian yang sedang menahan serangan Sarewa. Jacson bisa melihat dengan jelas, Sarewa membakar kedua tangan Adrian dengan petir.


"Hanya Arinda, satu-satunya wanita di dunia ini yang tidak kejam!" ucap Jacson ngeri.


Telapak tangan kekar yang amat kuat milik Adrian, seolah hanya seonggok daging ayam potong. Yang dipanggang di atas kobaran api, di gedung menjulang yang tengah terbakar karena konslet listrik.


Tetapi Jacson salut, Adrian bisa menahan rasa sakitnya. Padahal kulit ditelapak tangan lelaki itu sudah hampir hancur, terbakar habis.


Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Adrian bisa mengeluarkan Ajian Tameng Sadewo tepat pada waktunya.


Jacson yang awalnya ingin membantu Adrian pun mengurungkan niatnya. Selain karena Adrian sudah dapat bertahan di situasinya, orang lain sudah menghadangnya untuk bertarung dengannya.


Jacson segera menoleh ke satu Siluman yang dari tadi hanya diam, melihati pertarungan sengit kawan-kawannya.


"Ngopi!" jawab Jacson, selengekan. "Tentu saja aku harus membantu temanku, jika temanku sedang kesusahan!" lanjut Jacson.


Jacson baru menghentikan kalimat jawabnya tapi, si Siluman Kucing Hitam itu sudah mengunci pergerakan Jacson, dengan mengikat tubuh Kades Desa Air Keruh itu dengan ekornya yang amat panjang.


Tubuh Siluman Kucing Hitam itu masih berwujud manusia. Dia hanya merubah ekornya, untuk menghentikan Jacson menolong Adrian. Yang sedang didesak oleh Sarewa Siluman Kera Putih yang menjadi sekutu wanita cantik ini.


"Apa kalian mengikuti konsep acara TV yang terkenal itu?!" tanya Jacson. "Bisa pas banget, Hitam Putih begini?!".


Pertanyaan konyol Jacson sama sekali tidak ditanggapi oleh Aya Si Siluman Kucing Hitam.


Adrian yang sudah berhasil mengubah keadaan yang menimpanya akibat tersengat petir. Kini sedang mengawasi Sarewa yang terpental karena Adrian mengunakan Cermin Yodra, yang mempunyai kekuatan mengembalikan seluruh serangan yang dilancarkan oleh lawan.

__ADS_1


Wanita berwujud kera putih itu, akhirnya bisa merasakan rasanya tersengat petir dari tangannya sendiri.


"Keparat!" teriak Sarewa ke arah Adrian.


Meski rasa sakit sudah menguasai tubuh Sarewa, wanita Siluman itu masih dengan gigihnya berusaha bangun untuk melawan Adrian kembali.


Mungkin Siluman Kera Putih itu, merasa malu. Jika bisa dikalahkan oleh Adrian yang berstatus sebagai Siluman baru. Sementara dia adalah Siluman yang dikenal sebagai keturunan Dewa.


Sarewa lebih baik mati ditempat, daripada harus menanggung malu seumur hidupnya karena dikalahkan oleh bocah ingusan.


Adrian masih berdiri sampai di tempatnya, dia tidak langsung menyerang Sarewa karena Adrian harus memulihkan keadaan tangannya yang sudah hangus terbakar dulu.


Sebab Adrian tidak ingin melihat Melin khawatir kepadanya. Dari jauh dia bisa melihat betapa khawatirnya Melin terhadapnya. Gadis manis itu bahkan ingin berlari ke arahnya, saat dia berhasil dilumpuhkan oleh Sarawa.


Adrian tak menyangka jika Melin akan mengkawatirkannya sebesar itu. Jadi Adrian merasa dia tidak perlu berhati-hati untuk membahayakan tubuhnya yang memang sudah siap mati untuk Melin.


Terselip rasa bahagia di hati Adrian, namun Rasa Bahagia itu harus segera dia tepis. Sebab jika Adrian terlalu bahagia hanya karena hal semacam itu, dia pasti akan ragu nantinya.


Adrian takut dia tidak bisa berkorban lagi untuk Melin, jika dia terlalu bahagia. Dia takut kebahagiaan yang dia rasakan akan menjadikannya makhluk serakah.


Karena keserakahan muncul dari seseorang yang sangat bahagia, namun tidak ingin bersedih kembali.


Sarewa sudah berdiri di depan Adrian, tubuh Siluman wanita itu tidak sesempurna tadi. Karena chakra yang dia punya sudah mulai berkurang.


"Insagi pasti tidak akan mengampunimu! Dia pasti akan membunuhmu dengan cara yang paling mengerikan!" ancam Sarewa.


Seolah ancaman yang dikatakan oleh Sarewa barusan, hanyalah kata-kata guyonan belaka. Adrian malah tersenyum lebar ke arah Sarewa.


Dengan segenap kekuatannya yang tersisa Sarewa kembali mengumpulkan petir dari langit. Dia mengerahkan seluruh chakra yang dia punya, untuk membuat serangan yang akan melumpuhkan Adrian untuk selama-lamanya.


Tampaknya Sarewa tak menyadari kehebatan Cermin Yodra yang menjadi senjata kedua Tameng Sadewo milik Adrian. Dikarenakan Ajian yang dimiliki oleh Adrian adalah Ajian yang tak biasa di gunakan oleh Siluman.


Ajian Tameng Sadewo biasanya dipakai oleh manusia yang mempunyai ilmu kanuragan yang tinggi, untuk berhadapan dengan Siluman yang ketika jaman dulu masih mereja lela di Dunia Manusia.


Dulu belum dibentuk portal yang memisahkan antara Dunia Manusia, Alam Buana dan juga Dunia Siluman. Jadi banyak manusia yang tanpa sadar masuk ke Dunia Siluman, ataupun Siluman yang sengaja masuk ke Dunia Manusia untuk membuat keributan.

__ADS_1


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2