
Berganti Ajian
Adrian mengayunkan pedangnya sejajar dengan tubuhnya ke arah Insagi, namun Manusia Setengah Siluman Burung Garuda itu bisa menghindari dengan memundurkan tubuhnya dengan jurus meringankan tubuhnya.
Adrian terus mengayunkan Pedang Subrononya berulang kali ke arah Insagi, Insagi masih mundur dengan jurus meringankan tubuhnya. Tetapi kedua tangannya juga tak diam, ia terus berusaha menangkis setiap sabetan pedang Adrian.
Insagi tentu saja tak mau terkena, bahkan tergores sekalipun. Sebabnya sudah jelas, Pedang Subrono yang mempunyai kekuatan menghisap roh mahluk apa pun itu. Pasti akan langsung membunuhnya meski hanya mengenai sebaris epidermis kulitnya saja.
Trangggggggggg
Insagi menahan tebasan Adrian dengan pedang yang ada di tangannya, menahan laju kekuatan Adrian yang terlalu kuat untuknya. Meski ia hampir kuwalahan menahan serangan terakhir Adrian itu, Insagi masih bisa tersenyum licik.
"Kalian pikir, kalian bisa dengan mudah lepas dari pengendalian pikiranku?" tanya Insagi.
Adrian baru sadar, sudah sejauh ini namun Insagi masih santai-santai saja, Siluman tidak menggunakan kekuatan utamanya untuk menyerang dirinya.
Yaitu kekuatan mengendalikan pikiran, mungkin pikirannya dan juga pikiran Jackson sudah tidak bisa dikendalikan oleh Insagi. Karena mereka telah menggunakan kalung mata kanan pemberian dari Yanuar.
Tetapi Insagi bisa mengendalikan pikiran, para Siluman-Siluman yang masih tersisa di pihaknya.
Adrian merasakan sesuatu yang aneh, karena dari tadi tidak ada Siluman-Siluman yang berada di pihak Insagi yang terlihat di tempat ini.
"Kemana para Siluman-Siluman yang menjadi pengikutmu?" desak Adrian.
"Mereka sedang berburu, manusia-manusia yang tinggal di Desa Air Keruh!" ujar Insagi.
Adrian yang tidak menyangka ternyata Insagi benar-benar sangat licik, dia sampai menggunakan manusia biasa untuk memecah kelompok yang telah dibuat oleh Siluman Harimau Putih tersebut.
Pernyataan yang dibuat oleh Insagi tentu saja membuat Adrian dilema. Dia tidak mungkin meninggalkan tempat ini, untuk menyelamatkan para warga Desa. Karena dia masih sangat khawatir dengan keadaan Melin, dia tidak tahu apakah Melin memang benar-benar sudah memiliki semua kekuatannya atau belum.
"Aku akan kembali ke Desa!" Jacson menawarkan diri.
Kades Desa Air Keruh itu segera melangkahkan kaki, untuk mencari jalan keluar. Agar dia bisa secepatnya tiba di desa yang ia pimpin, karena kini mungkin di Desa itu sedang terjadi bencana.
Posisi Insagi dan juga Adrian masih sama. Mereka berdiri sejajar, sambil menyilangkan pedang untuk menahan serangan dari satu sama lain.
Adrian yang sudah tidak mempunyai kesabaran lagi, menambah level chakra untuk dia gunakan untuk menyerang. Sehingga Insagi yang tidak mengetahui hal itu, terpental jauh ke belakang.
Namun Insagi masih bisa bertahan, dia mengepakkan sayapnya agar tubuhnya tidak terpelanting terlalu jauh dan terhantam oleh sesuatu di sekitarnya.
__ADS_1
"Kau tidak perlu melakukan hal sejauh ini, Insagi! Memangnya apa untungnya bagimu, jika kau bisa membunuh Jiwa Suci?" tanya Adrian kepada Insagi.
"Jika aku membunuhnya! Aku akan menjadi Siluman yang paling sempurna dan aku bisa menguasai tiga dunia tanpa ada yang bisa mengalahkanku!" jawab Insagi dengan tawa yang yang menggelegar disela kata-katanya.
Kelihatannya Insagi masih mempunyai gambaran, akan menang di pertempuran ini.
Adrian tentu saja tidak membiarkan Insagi hidup lebih lama di dunia ini. Jadi dia maju ke arah Insagi untuk menyerang Siluman Burung Garuda tersebut.
Tetapi saat Adrian melancarkan serangannya kepada Insagi, Manusia Setengah Siluman itu sudah hilang entah kemana.
Insagi benar-benar sangat licik karena dia berhasil mengecoh Adrian untuk melarikan diri.
"Sial!!!" pekik Adrian kesal.
Adrian telah kehilangan Insagi dan juga Jacson. Teman seperjuangannya itu pasti sedang menuju ke Desa Air Keruh, tanpa mengantisipasi. Apakah pengakuan Insagi adalah tipu daya atau bukan.
Adrian segera berbalik untuk mencari Jacson, namun dua Siluman sudah menghadangnya.
Ternyata apa yang dikatakan oleh Insagi tadi, hanyalah sebuah kebohongan. Agar Jacson memisahkan diri dari Adrian, hanya dengan cara itu Insagi bisa membunuh keduanya. Itu pasti yang dipikirkan oleh Manusia Setengah Siluman Burung Garuda tersebut.
Laksmana Si Siluman Rubah Jantan dan seseorang lelaki lainnya tengah siap menyerang Adrian.
Ciatttttt
"Mati kau Maung Bodas!" teriak Laksmana yang bergerak bagaikan cahaya.
Siluman Rubah Jantan itu menyebetkan dua belah batang pedang, di tubuh Adrian yang masih terlindungi oleh Tameng Sadewo.
Tetapi jurus yang sangat ampuh itu, harus ditanggalkan oleh Adrian agar chaakra di dalam tubuhnya tidak cepat habis.
Ini sudah waktunya Adrian menanggalkan Ajian Tameng Sadewo. Tetapi dia harus berhadapan dengan dua Siluman yang yang cukup mumpuni dalam bertarung.
Adrian tidak punya banyak pilihan, Jika dia terus menggunakan Tameng Sadewo untuk melindungi dirinya. Maka dia hanya punya waktu setengah jam, sampai chakra di dalam tubuhnya habis seluruhnya.
Sementara Laksmana masih menggunakan kecepatan yang luar biasa untuk menyerang Adrian. Jika Adrian menanggalkan Tameng Sadewo--nya sekarang, dia pasti akan mendapatkan luka sabetan dari salah satu pedang yang digunakan oleh Laksmana untuk menyerangnya.
Adrian hanya bisa pasrah dan menanggalkan Tameng Sadewo--nya ditengah pertempuran yang amat sengit itu.
Tranggggggg
__ADS_1
Tranggggggg
Tranggggggg
Adrian memilih menanggalkan Tameng Sadewo--nya dengan cara berangsur-angsur, agar dia juga bisa menyesuaikan kecepatan yang Laksmana yang tengah menyerangnya.
Namun seperti tebakannya, dia tidak bisa menangkis setiap serangan yang dilakukan oleh Laksmana saat pergantian Ajian seperti ini.
Insagi adalah salah satu pengatur strategi terhebat yang pernah dijumpai. Dia pasti sudah merencanakan hal ini, dia pasti sudah menyadari bahwa saat menggunakan Tameng Sadewo. Adrian tidak memiliki kecepatan yang cukup dan Ajian tameng ini juga menyerap chakra yang sangat banyak dari dalam tubuhnya penggunanya.
Insagi benar-benar luar biasa, bisa menyadari hal ini, saat dia melawan Adrian. Padahal mereka bertempur belum terlalu lama.
Lengan bagian atas tangan kanan Adrian mengeluarkan darah, karena dia terkena sabetan salah satu mata pedang Laksmana.
Meski tak cukup puas Laksmana bisa tersenyum, karena paling tidak dia bisa melukai orang yang telah membunuh adiknya.
Meski terluka cukup dalam, Adrian berhasil menghentikan serangan berkecepatan bagaikan cahaya yang dilayangkan Laksmana kepadanya.
Siluman Harimau Putih itu menggunakan Pedang Subrono miliknya, untuk menahan dua pedang yang digunakan oleh Laksmana. Meski dia harus terpojok karena kekuatan Laksmana bertambah cukup signifikan, daripada di pertarungan mereka yang pertama.
Adrian menahan kedua pedang Laksmana yang hampir menebas bagian dadanya, dengan Pedang Subrono. Laksmana menarik pedangnya dan masih dengan lincah mencoba menebas bagian bawah tubuh Adrian.
Adrian bisa membaca pergerakan lincah Laksmana, dia pun menghindari tebasan rendah Laksmana, dengan melompat cukup tinggi, menggunakan ajian meringankan tubuh yang sangat dikuasai olehnya.
Laksmana segera memutar tubuhnya, untuk bersiap melakukan serangan lanjutan. Yaitu mengarahkan salah satu pedangnya yang berada di tangan kirinya, untuk menyerang Adrian yang masih melayang di udara.
Trangggggggggg
Gerakan tiba-tiba Laksmana terbaca juga oleh Adrian, lelaki gagah itu bisa menangkis setiap serangan yang dilayangkan oleh Si Siluman Rubah Jantan yang sangat ingin membunuhnya.
Tranggggggggg
Tranggggggggg
Tranggggggggg
Adrian dan juga Laksmana kembali beradu pedang dengan gerakan-gerakan beladiri yang mereka kuasai.
Sementara Melin dan Jendral juga belum dapat mengalahkan Dursowatu, yang ternyata memiliki kekuatan yang lebih besar daripada 1000 tahun yang lalu.
__ADS_1
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤