Hujan Teluh

Hujan Teluh
Sarewa


__ADS_3

Sarewa


Adrian yang melihat Jacson dan dua Siluman, yang mempunyai berkekutan fisik tak main-main itu tampak geram. Dia begitu kesal, saat Jacson seperti tak menghadapi dua lawannya secara benar.


Kades Desa Air Keruh itu, seperti tak peduli untuk membunuh para Siluman. Ia malah terlihat seperti anak TK yang hanya ingin main-main saja.


Tetapi insting dasar Siluman Kekelawar dan Siluman Harimau Putih itu, sangat--lah berbeda. Meskipun mereka sama-sama hewan nokturnal. Namun Siluman Kelelawar lebih berhati-hati saat mencari mangsa, Daripada ada Siluman Harimau Putih yang akan menerkam setiap mangsa yang lewat di depan matanya.


Jadi Jacson lebih memikirkan, bagaimana cara mengalahkan Siluman-Siluman yang dihadapi. Sebelum menyerangnya secara langsung.


Siluman Kelelawar ini tidak mau kalah telak, meskipun tubuhnya jauh lebih kecil daripada musuh yang harus dihadapi.


Dia harus melayangkan sebuah serangan cepat untuk melumpuhkan Banteng sebesar Gajah itu. Serangan itu harus benar-benar melumpuhkan Si Banteng besar. Karena jika tidak, Si banteng malah akan menyerangnya balik dalam jarak dekat.


Sehingga bisa dipastikan bahwa Jacson akan, dipijak-pijak oleh Siluman Banteng menjadi puing-puing tengkorak yang tidak tersisa bentuknya. Sebelum dia mengalahkan Siluman tersebut.


"Lawanmu adalah aku, Maung Bodas!" seseorang sudah menghentikan langkah Adrian yang ingin membantu Jacson.


Dia adalah Sarewa, Siluman Kera yang terkenal mempunyai kesaktian yang cukup bisa diperhitungkan.


Wanita, benar Siluman Kera yang maju untuk menghadapi Adrian kali ini adalah wanita dengan paras yang cukup cantik dan porsi tubuh yang tak kalah aduhai.


Adrian sama sekali tidak gentar dengan ajakan gelut wanita seksi didepannya. Meski Adrian tahu bahwa wanita di depannya bukankah Siluman Kera yang tidak mempunyai kekuatan lain, selain kekuatan fisiknya.


Sarewa, adalah tangan kanan Insagi. Dia memiliki berbagai macam ajian, dengan elemen petir yang langka. Wanita cantik itu juga mempunyai pergerakan fisik yang lincah serta terarah.


Adrian memang belum pernah menghadapi Sarewa secara langsung. Namun Adrian pernah melihat Sarewa bertempur dengan Siluman lain, saat ada Siluman luar yang mencoba mengganggu para Siluman di Desa Air Keruh.


Seperti biasanya Adrian tidak banyak bicara, dia lebih memilih untuk diam. Sambil membaca setiap pergerakan lawannya.


Adrian adalah tipe Siluman yang tidak mungkin bisa dimanipulasi dengan kata-kata atau tipu-muslihat yang biasa dimainkan oleh Siluman lain. Dia adalah tipe Siluman yang berpegang teguh dengan pendiriannya sendiri.


Sarewa tau akan hal itu, jadi wanita cantik itu juga tidak banyak mengeluarkan kata-kata Tak penting. Sarewa langsung maju untuk menghadapi Adrian.


Wussssssss


Wussssssss


Buakkkkkkk


"Ciaaaaaa, hakkkkkk!"


Gubrakkkkkk


Wusssssss

__ADS_1


Wusssssss


"Haikkkkkkk!"


Pukulan, tendangan dan juga banyak serangan lain. Dilayangkan oleh Sarewa ke arah tubuh Adrian, tentu saja hal itu dengan mudah ditangkis oleh Adrian. Yang chakranya belum terlalu banyak dia gunakan.


Tubuh Adrian sudah tidak dilindungi oleh Tameng Sadewo lagi, karena ajian itu membutuhkan banyak chakra. Sementara lelaki itu harus menghemat chakranya, agar ketika dia menghadapi Insagi nanti. Adrian masih punya cukup banyak kekuatan.


Adrian tak lengah, namun dia hanya kalah cepat dengan pergerakan Siluman Kera Sarewa yang ternyata sedang semangat-semangatnya bertarung. Dada bidang Adrian yang hanya dilapisi dengan kain kemeja putihnya mendapat sebuah pukulan telak dari Sarewa.


Buakkkkkkkkkk


Tubuh Adrian terpental cukup jauh, dia sampai terduduk untuk menahan hentakan chakra milik Sarewa didalam tubuh kekarnya.


Siluman wanita itu malah mengendus telapak tangannya yang baru saja menyentuh dada Adrian.


"Kenapa aku baru bisa menyentuh dadamu, setelah aku ingin menyakitimu?!


"Sayang sekali, lelaki setampan kau. Harus kubinasakan!


"Katakan jika kau ingin kembali kepada kami, aku akan berlutut pada Tuan Insagi untuk mengampunimu!" ucap Sarewa.


Terdengar jelas dari ucapan Sarewa, wanita Siluman Kera itu tampaknya mempunyai ketertarikan khusus terhadap Adrian. Wanita mana yang bisa tidak terbius dengan pesona Adrian yang sangat luar biasa.


Jika ada wanita yang bisa berpaling dari Kharisma Adrian, maka wanita itu pasti penyuka sesama jenis.


"Jangan memandangku seperti itu, kau juga harus menyerangku!" ujar Sarewa, Siluman Kera berjenis kelamin wanita itu, tampak sedikit salah tingkah. Ketika dipandang oleh Adrian dengan tatapan yang begitu tajam.


Ternyata Adrian memandangi Sarewa, bukan untuk membuat wanita itu terpesona kepadanya. Lelaki itu hanya sedang mengumpulkan chkra dari luar, untuk dia gunakan sebagai perlindungan untuk tubuhnya.


Karena seperti sifat Adrian, Adrian tidak ingin membuang-buang waktu hanya untuk meranggati kecentilan Sarewa, yang sok cantik.


Kini Adrian benar-benar serius, dia mengumpulkan semua chakra dari luar dan mengolahnya di dalam tubuhnya sendiri. Tubuhnya yang tegap, kini dialiri oleh chakra biru yang memang warna dari elemen yang dia punya sejak lahir.


Sarewa yang melihat perubahan kekuatan Adrian secara langsung, cukup ketakutan. Bagaimanapun Siluman Kera itu, dapat mengukur seberapa sakti Adrian, yang telah berubah menjadi Siluman murni.


"Dengan kekuatanmu yang sehebat ini! Kenapa kau malah mendukung penjahat seperti pemilik jiwa suci?!" tanya Sarewa.


Bagi para Siluman yang tinggal di bumi ini, Melin adalah musuh mereka. Penjahat yang akan membinasakan mereka, tanpa menyisakan satu Siluman pun.


Jiwa yang mereka bunuh berkali-kali ketika dia lahir, selama ribuan tahun. Agar mereka bisa bertahan di dunia manusia tanpa gangguan.


JIWA SUCI TAK AKAN TERKALAHKAM, KETIKA JIWA ITU SANGGUP MELEWATI BULAN MERAH PERTAMANYA.


"Bukankah kau tahu, kau juga akan mati! Meskipun kau membela dan melindunginya?" tanya Sarewa kepada Adrian.

__ADS_1


~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~


Aku hanyalah makhluk rendahan yang tidak diinginkan oleh siapapun di dunia ini.


Aku tidak keberatan jika aku harus mati.


Asalkan gadis yang aku cintai, tetap hidup meskipun hidupnya nanti penuh dengan peperangan.


ADRIAN


~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~


Kini giliran Adrian yang maju untuk menyerang Siluman Kera dengan keyakinan yang penuh. Lelaki itu maju dengan tujuan, membunuh semua orang yang menghalangi jalannya.


Siluman Kera yang melihat aura Adrian menjadi sangat berbeda, juga mengeluarkan chakra yang dia punya. Untuk melindungi dirinya dari amukan Adrian yang sudah marah.


Wuarrrrrrrrrrrrrr


Jeduarrrrrrrrr,


tiarrrrrrrrr


tiarrrrrrrrr


tiarrrrrrrrr


Gemuruh dan petir mulai menyambar, karena Siluman Kera mempunyai elemen petir sudah memanggil kekuatan yang dia punya.


Petir yang menyambar itu  dia kumpulkan di pergelangan tangannya yang sudah menengadah ke langit.


Sementara Adrian yang sudah siap dengan chakra barunya. Segara melancarkan serangan pertamanya tanpa memberikan lawannya waktu untuk menyerang dirinya kembali.


Buakkkkkkkkkkkk


Sarewa yang masih mengumpulkan petir ditelapak tangannya. Terhentak, dia tak menyangka jika Adrian yang terkenal sebagai Siluman yang sangat pendiam itu akan melakukan hal seperti ini kepadanya.


Tubuh Sarewa masih melayang di atas udara, tetapi Adrian sudah mengikuti arah jatuhnya tubuh Sarewa. Siluman Harimau Putih itu mencengkeram leher Sarewa yang masih melayang di udara, karena serangan Ajian Tapak Langit darinya.


Sepertinya Adrian tidak berniat untuk mengampuni satu Siluman pun, yang berani mengganggu kenyamanan hidup Melin.


Buakkkkkkkkkkk


Kedua Siluman itu melayang cukup jauh, sampai tubuh Sarewa terdesak di dinding tebing. Dengan salah satu telapak tangan Adrian, yang mencengkram keras di leher Sarewa.


Sarewa tentu saja tidak diam saja, dia menyerang Adrian dengan menyalurkan petir yang berada di telapak tangannya menuju dada bidang pria itu.

__ADS_1


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2