
Inikah Cinta
"Kekuatanmu itu, tidak akan mempan kepada putriku!" ujar Yanuar.
"Apa anda ingin memusnahkan, seluruh Siluman di bumi ini, nanti malam?
"Termasuk diri anda sendiri?" tanya Insagi.
"Jika kau ingin selamat, aku akan mengantarmu ke Alam Buana sekarang juga!" kata Yanuar.
Insagi sama sekali tak puas dengan jawaban yang dituturkan oleh Yanuar. Padahal hanya tinggal selangkah lagi, cita-citanya akan dia gapai. Tapi kenapa semua menjadi semakin runyam begini.
"Kenapa anda tidak mengatakan hal ini sejak awal?!
"Kenapa anda membuatku berharap menjadi manusia?
"Kenapa???" Insagi benar-benar sangat terpukul, setelah mengetahui kenyataan yang ada.
Dia benar-benar tidak menyangka akan dibohongi oleh Yanuar. Junjungannya yang sangat dihormati dan sangat dia idolakan. Ternyata hanyalah seorang Siluman yang pandai membual.
Apakah seseorang yang telah ditinggikan selalu bersifat seperti itu. Berlaku seenaknya pada orang-orang yang ada di bawahnya. Menginjak impian orang lain, seakan impian yang dimiliki oleh orang-orang di bawahnya. Hanyalah butiran debu, yang bisa dia tiup ketika mengotori pundaknya.
Insagi tau pengorbanannya selama ini, bukanlah sebuah hal yang patut dibanggakan. Namun apakah iya mimpinya harus terbengkalai, tanpa dia berusaha untuk mengejarnya.
"Masih ada waktu, jadi mari kita pergi sekarang!" kata Yanuar.
Siluman Macan Kumbang itu seperti tak pernah mempunyai mimpi sebelumnya. Seperti dia langsung terakhir menjadi Sang Penguasa. Seperti dia tidak pernah merangkak dari bawah menuju ke atas.
Seolah-olah pria itu lahir langsung tumbuh besar dan menjadi kuat tanpa bantuan siapapun.
Mungkin memang benar, dia besar sendiri tanpa asuhan seseorang. Karena Yanuar pernah bercerita kepada Insagi, bahwa Yanuar terlahir di dunia manusia sebagai Siluman Murni.
Ia hidup dengan mengembara di hutan belantara sendirian, karena kedua orang tuanya meninggalkannya di Alam Manusia.
Seorang Siluman Murni, yang tumbuh besar tanpa diasuh oleh siapapun. Bertahan dari incaran manusia yang begitu kejam.
Harusnya Yanuar dapat memahami posisi Insagi sekarang.
"Maafkan aku jika aku melukai putrimu! Tapi aku harus menjadi manusia!" kata Insagi.
Dengan langkah yang putus asa namun penuh tekad, Insagi meninggalkan Yanuar yang masih berdiri tegak di tempatnya.
Entah apa yang akan terjadi nanti, tetapi Insagi tidak dapat melupakan mimpinya itu dalam sekejap mata.
Meski dia harus berdiri dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melawan Yanuar, dia siap. Tidak apa-apa jika dia mati karena dengan begitu, dia bisa melupakan seluruh kenangan menyedihkan di dalam kehidupannya.
Tak ada yang akan menyangka, jika kematian adalah sebuah anugerah untuk makhluk hidup.
__ADS_1
Karena semua manusia berpikir, bahwa kematian adalah maut yang mengerikan. Sesuatu yang tidak bisa dihindari, namun ingin dihindari oleh setiap insan.
Berbagai macam cara manusia lakukan untuk memperpanjang usia hidupnya. Tetapi kematian pasti akan menjemput mereka.
Namun berbeda dengan makhluk seperti Insagi. Manusia setengah siluman memang bisa mati, siluman juga bisa mati. Tapi mereka tidak bisa terlahir kembali karena langsung dimasukkan ke neraka.
Insagi setelah memutuskan, keputusan di dalam dirinya. Jika dia tidak bisa menjadi manusia, dia tidak ingin hidup lebih lama lagi. Karena rasa sedih yang dia tanggung sangatlah berat.
.
.
.
.
Jam lima subuh Adrian masuk ke dalam pondok. Dia melihat Melin yang begitu pulas, mengarungi alam mimpi. Gadis manis itu tampaknya tidur dengan sangat tenang.
Mungkin Melin tidak mendapatkan penglihatan apa pun saat ini. Karena Adrian telah memasang pagar goib, yang akan menangkal semua kekuatan dari luar.
Tujuannya agar Melin tidak dapat melihat rencananya dan takdir yang telah dituliskan oleh Sang Maha Kuasa untuk Melin.
Hanya hari ini yang dapat dilakukan Adrian untuk menolong Melin. Karena jika Melin sampai mengetahui rencana dan takdir yang harus dijalani oleh gadis itu. Adrian takut Melin akan kabur untuk menghindari hal tersebut.
Semoga saja apa yang terjadi nanti, benar-benar sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Nyi Roro Kidul kepada Adrian. Karena Adrian hanya peduli tentang keselamatan dan juga hidup Melin.
Tentang Siluman-Siluman yang yang mungkin akan menjadi korban Melin, Adrian sama sekali tidak peduli.
Adrian bukanlah tipe mahluk yang bisa ramah terhadap semua orang. Adrian cenderung, hanya melakukan apa yang dia inginkan saja. Tentu saja, tanpa memikirkan orang lain yang mungkin dirugikan olehnya.
Namun entah kenapa Adrian begitu sangat memikirkan Melin saat ini. Adrian yang sama sekali tidak peka, bahkan bisa tahu kalau dia berisik, maka Melin akan terganggu tidurnya.
Jadi laki-laki gagah itu, menyiapkan sarapan di dapur. Tanpa mengeluarkan suara sekecil apa pun.
Cinta memang ajaib, membuat seseorang yang sekaku beton menjadi selembut kapas.
Mengubah Adrian yang keras dan egois, menjadi penuh perhatian dan kasih sayang.
Apakah cinta juga pernah mengubah kalian, yang seorang cendekiawan menjadi idiot.
Melin terbangun karena bau sedap, yang ditimbulkan dari masakan yang dimasak oleh Adrian.
Melin masih berbaring di kasurnya, matanya telah terbuka. Tapi otaknya sedang berpikir.
Dia bangun dengan sangat segar dan tubuh yang baik-baik saja. Dia juga mencium aroma makanan yang sangat sedap.
Seketika Melin merasa bingung lagi dengan, perhatian yang ditunjukkan oleh Adrian.
__ADS_1
Sementara Adrian yang sudah mempersiapkan masakannya di atas meja makan kecil di dapur. Tidak berani menegur Melin atau menyuruh Gadis itu agar cepat bergerak dari kasur, agar mereka bisa sarapan bersama.
Dengan gerakan yang amat lambat, Melin terdiri dari kasurnya. Dia tidak mencuci mukanya terlebih dahulu, tapi langsung menghampiri Adrian yang sudah duduk manis menunggunya di meja makan.
"Aku tanya sekali lagi! Kenapa kau begitu baik padaku?" cecar Melin.
"Mungkin ini adalah makanan terakhirmu! Jadi aku ingin memasak untukmu, itu saja!" jawab Adrian.
Melin masih memandang pria itu dengan tatapan penuh kecurigaan.
Singa yang memberi segenggam rumput liar yang enak, kepada seekor kambing.
Apa yang dilakukan oleh Adrian saat ini, persis seperti itu. Adrian singanya dan Melin adalah kambingnya. Mereka berdua adalah Predator dan mangsanya.
Yang tidak mungkin akan diselipi cerita romansa yang menghanyutkan.
"Sebaiknya kau cuci muka dulu, baru makan!" kata Adrian.
"Apa jika aku tidak cuci muka, aku tidak boleh makan?" tanya Melin.
Seolah sedang menabuh genderang perang kepada Adrian. Melin tidak ingin menuruti kata-kata Adrian dan langsung duduk di depan lelaki tampan itu.
Bukankah hanya dia yang akan makan. Adrian--kan. Tidak perlu makan, makanan manusia. Jadi meskipun mata gadis manis itu penuh dengan kotoran. Adrian tidak akan terganggu.
Melin langsung mengambil nasi dan dia Letakkan di atas piringnya. Gadis itu tidak peduli dengan pergerakan Adrian.
Siluman Harimau Putih itu berdiri dari tempat duduknya. Berjalan santai menuju kamar mandi, Adrian mengambil handuk basah dan di bawahnya keluar menuju meja makan.
Lelaki itu berdiri di samping kursi Melin, lalu tangannya meraih wajah Melin yang sedang mengunyah nasi di mulutnya.
"Apaan sih, Om!" kata Melin kesal.
Dengan sangat lembut dan telaten, Adrian menyeka wajah Melin dan membersihkan setiap kotoran yang menempel di area wajah gadis manis itu.
Tubuh Melin seketika membatu, jantungnya berdebar keras. Dan hatinya berkata
~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~
Ini Cinta
Aku Jatuh Cinta, benar-benar jatuh cinta kepada Adrian.
Dan sialnya cintaku bertepuk sebelah tangan.
Melinda
~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~♡~
__ADS_1
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤