
Terpaksa Melin mengikuti arahan Jacson, dia tak mau rencana yang ia buat untuk mengagalkan ritual jahanam itu terbaca oleh Jacson.
Melin dikurung di salah satu kamar tidur yang berada di rumah Jacson. Melin sedang mandi, dia merasa tubuhnya benar-benar lengket dan kotor. Bekas darah Adrian masih sedikit tertinggal di tubuhnya, meski lelaki itu telah mencoba menyeka tubuh Melin dengan handuk yang telah dia basahi dengan air.
Setelah membersihkan seluruh tubuhnya, Melin mendapati Mbok Painah masuk ke dalam kamarnya itu. Wanita tua itu masuk dengan, makanan dan minuman telah dia letakkan di salah satu meja di kamar itu.
"Boleh aku minta sesuatu?" tanya Melin.
Mbok Painah tampak tak bergeming, wanita tua itu masih saja menata makanan yang ia bawa di atas meja.
"Aku ingin makan rawon hangat sepanci penuh, jika Mbok tak keberatan memasakkannya untukku. Aku ketagihan rawon buatan Mbok Painah tempo hari," kata Melin.
Mbok Painah masih diam.
"Mungkin hari ini, terakhir kalinya aku makan!
"Aku benar-benar berharap bisa makan rawon masakan Mbok Painah lagi!" ujar Melin.
Saat sebelum diadakannya pertemuan sesepuh para warga Desa Air Keruh. Mbok Painah memang sempat memasak menu masakan rawon, untuk makan malam semua orang di kediaman Jacson.
Mbok Painah hanya diam saja, dia segera keluar dari kamar Melin dan mengunci pintu kamar itu lagi.
"Dia mengabaikanku?!" Melin sangat kesal.
"Berani sekali dia? Mau gua cincang ampe kayak daging ayam giling?" gerutu Melin.
Tubuhnya masih basah, hanya sehelai handuk yang melilit kencang di tubuhnya.
"Dasar Nenek Gayung!" Melin masih mengerutu.
Melin membutuhkan senyawa Hidrogen yang bisa dia dapat dari uap masakan berbahan dasar daging dan air.
Hidrogen (H2) pada suhu dan tekanan standar adalah gas diatomik yang tidak berwarna, tidak berbau, non-metalik dan mudah terbakar.
Hidrogen adalah unsur yang paling ringan dan unsur yang paling banyak terdapat di alam semesta. Hidrogen ada di air, di semua campuran organik dan di semua organisme hidup. Hidrogen mampu bereaksi secara kimiawi dengan hampir semua unsur lainnya. Hidrogen digunakan dalam hidrogenasi lemak dan minyak, dalam produksi Amonia, pada industri petrokimia (hydro cracking), sebagai gas pengungkit dan juga sebagai bahan bakar alternatif baru-baru ini, fuel cells.
Karena Melin telah mempunyai dua bahan yang bisa membantunya untuk membuat kegaduhan di kamarnya.
Gliserol (bahasa Inggris: glycerol, glycerin, glycerine) adalah senyawa poliol. Gliserol memiliki 3 hidroksil yang bersifat hidrofilik dan higroskopik. Gliserol merupakan komponen yang menyusun berbagai macam lipid (gliserida), termasuk trigliserida. Gliserol terasa manis saat dikecap, dan dianggap tidak beracun.
Senyawa ini Melin dapatkan pada sabun yang baru saja ia pakai mandi. Sabun gliserin murni bekerja dengan menjaga kelembapan alami tubuh dan mencegahnya menjadi terlalu kering.Selaras dengan fungsi ini, sabun gliserin juga dapat membantu mempercepat pemulihan kulit yang luka.
Namun bahan kimia yang sangat bermanfaat untuk kecantikan itu. Jika dicampur dengan salah satu bahan yang juga cukup berguna untuk kebutuhan rumah tangga lainnya mengandung asam nitrat yang kuat, serta hidrogen yang dapat membakar apa pun.
__ADS_1
Ketiga bahan itu juga dicampur akan menjadi peledak ringan yang dapat menjebolkan sebuah pintu kayu yang terkunci.
Senyawa kimia asam nitrat (HNO3) adalah sejenis cairan korosif yang tak berwarna, dan merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar. Larutan asam nitrat dengan kandungan asam nitrat lebih dari 86% disebut sebagai asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis asam, yaitu asam nitrat berasap putih dan asam nitrat berasap merah.vi
Kegunaan sitrun yang pertama yakni untuk membersihkan pakaian berwarna putih. Bahkan sitrun bisa menjadi solusi dalam menghilangkan noda di pakaian seperti noda minyak, saus, kecap, es krim hingga oli. Untuk membersihkan noda pada pakaian, cukup rendam pakaian dalam larutan sitrun selama 10-.
Melin sudah mendapatkan sabun gleselin murni yang berwujud sabun mandi batangan dan juga sitrun yang mengandung banyak asam nitrat.
Hanya tinggal hidrogen saja namun tampaknya Melin tidak dapat merayu Mbok Painah untuk menyediakan Hidrogen itu. Hidrogen dalam bentuk asap yang dihasilkan oleh rawon yang masih panas.
Sambil berganti baju, Melin memikirkan cara cadangan untuk kabur dari rumah Jacson.
Melin memeriksa jendela, trali menghalangi kaca bening yang melapisi jendela lebar itu. Angin-angin juga tampak tak bisa dia andalkan.
Namun perutnya terasa benar-benar melilit, dia begitu lapar.
Bau masakan Mbok Painah benar-benar sudah mengugah n.a.f.s.u makannya. Namun saat mendekat ke arah meja Melin melihat sebuah belati sepanjang 15 CM, dengan sarung yang sangat indah.
"Apa ini?" tanya gadis manis itu.
Tentu saja belati itu diambil oleh Melin, gadis itu memperhatikan belati yang awalnya ditemukan oleh Jendral di depan gubuk reot dimana Melin dikurung oleh Adrian.
Melin melepas sarung belati, yang lebih mirip barang-barang punya Syahrini itu. Berkilau dan indah serta terlihat mahal.
Gadis itu memperhatikan ujung mata pisau, belati yang amat indah itu.
"Kenapa ada belati seindah ini?" tanya Melin pada dirinya sendiri.
"Akkkkk!" pekik gadis itu, dia tak sengaja mengores jemarinya di ujung mata pisaunya. "Sialan!"
Melin meletakkan belati itu lagi, dia sibuk dengan ujung jari telunjuknya yang mengeluarkan darah segar.
Rasa manis menguasai seluruh rongga mulut Melin karena dia menghisap darah segar yang keluar dari jemarinya.
Pandangan gadis itu tertuju pada ada beberapa makanan yang disediakan oleh Mbok Painah di atas meja. Namun instingnya mengatakan bahwa, makanan itu mungkin telah terkontaminasi oleh sesuatu yang mungkin akan membuatnya tertidur lelap sepanjang hari sampai sore.
Sedangkan Melin harus melakukan sesuatu. Dia harus kembali ke rumah Adrian dan mengambil beberapa senjata yang sudah disiapkan oleh Ellen untuk menjaga diri mereka.
Kedatangan Ellen dan Melin ke desa ini bukankah tanpa persiapan. Mereka tahu bahaya telah menanti mereka di desa ini. Namun mereka berdua tidak menyangka, jika musuh yang mereka hadapi bukanlah manusia biasa.
"Apa yang harus gue lakuin sekarang?" tanya Melin dalam kebimbangan.
Gadis itu kembali mengamati pisau belati yang berada di atas meja.
__ADS_1
"Tidak mungkin, Pak Jacson meletakkannya di sini!" ujar Melin.
100% tidak mungkin. Karena Kades Air Keruh itu, membutuhkan Melin dalam keadaan hidup.
"Apakah Mbok Painah yang meletakkannya di sini?"
Namun tampaknya orang tua itu, sangat mendukung tindakan yang dilakukan Jacson terhadapnya.
"Kayaknya nggak mungkin kalau Mbok Painah!" ujar Melin.
Ceklek
Ceklek
Ceklek
Suara kunci pintu kamar Melin diputar oleh seseorang.
Jegrekkkkkkkkkk, Kriettttttt
Pintu kamar Melin terbuka sedikit. Ternyata Mbok Painah mengantarkan pesanan Melin. Rawon panas yang masih di dalam pancinya.
Melin tak bisa tak tersenyum bahagia, dia bisa segera kabur dari rumah Kades Air Keruh itu.
"Trimakasih Mbok Painah!" ujar Melin dengan nada riang gembira.
Sebuah keuntungan, untuk anak remaja yang bermental kuat seperti Melin. Gemblengan didikan keras, yang dilakukan oleh orang tua angkatnya. Membentuk kepribadiannya menjadi seorang yang tidak cengeng dan tidak lemah.
Kedua orang tua angkatnya, selalu membuat Melin menyelesaikan masalah yang dibuat oleh gadis itu sendiri.
Nilai yang jelek, perkelahian antar teman. Ataupun kenakalan remaja lainnya yang sering dilakukan oleh Melin.
Gadis itu tidak mendapat teguran ataupun ocehan dari kedua orang tua angkatnya. Namun kedua orangtua angkatnya meminta Melin untuk bertanggung jawab, atas insiden-insiden yang pernah dilakukan oleh gadis manis itu.
'Selesaikan apa yang telah kau lakukan, jangan pernah berhenti di tengah jalan'. Ribuan kali Melin mendengar perkataan itu dari mulut kedua orang tua angkatnya. Jadi kata-kata itu sudah menjadi mantra untuknya.
Sedangkan Melin yang gampang kerasukan, serta dikurung dirumah saja adalah cerita palsu yang dikarang oleh Ellen saat berhasil menghubungi Adrian.
Polisi wanita itu, tak mau mengatakan hal yang sebenarnya. Lalu meningkatkan kewaspadaan musuhnya.
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
__ADS_1