Hujan Teluh

Hujan Teluh
Main keroyokan


__ADS_3

Main keroyokan


Sosok musuh, adalah sebuah hal yang kita ciptakan sendiri.


Tak ada satu makhluk pun yang berkoar-koar mengatakan dia masuh kita, ketika kita tidak menganggapnya musuh.


Hal itu adalah hukum alam yang tak bisa di ganggu-gugat lagi.


Tetapi kita sebagai manusia, selalu merasa beda meski dengan sesama manusia. Kita merasa paling di atas, padahal tak ada tingkatan dalam kehidupan ini.


Hal yang membedakan manusia satu dan lainnya hanyalah usaha yang mereka lakukan.


Semua yang terjadi di dunia manusia sebenarnya hampir sama dengan apa yang terjadi di dunia Siluman. Hanya saja para Siluman dianugerahi kekuatan, untuk melindungi diri mereka karena mereka tinggal di alam yang cukup mengerikan.


Namun sifat dan karakteristik manusia dengan Siluman sebenarnya tidak berbeda jauh. Siluman juga mempunyai hati seperti manusia biasa, namun mereka cenderung tidak menggunakannya. Karena memang di dunia Siluman tidak ada hal yang dinamakan cinta atau semacamnya.


             ~¤~¤~¤~¤~¤~


"Kau suka sekali menyiksa orang?" Adrian kepada Jacson yang masih mengulur waktu, untuk membunuh siluman Warok yang sudah terkapar kesakitan.


Tanpa banyak basa-basi lagi, Adrian segera mengambil jantung Siluman Warok dan menghancurkannya tepat di depan mata Jacson.


"Aku memang tega, tapi kau sangat kejam! Bisa-bisanya kau membunuh makhluk hidup, dengan semudah itu?!


"Dasar Siluman tak berperasaan!" kelakar Jacson dengan wajah mengernyit jijik ke arah Adrian.


Adrian tidak menanggapi celotehan Jacson, baginya apa yang dikatakan Jacson. Bukanlah hal yang penting, karena hal yang penting sudah datang menghampiri mereka.


"Kenapa mereka datang bersama-sama seperti itu?


"Beraninya main keroyokan, kayak anak STM aja!" Jacson kembali mengomentari keadaan disekitarnya dengan caranya sendiri.


"Insagi belum mau turun!!! Siluman itu, pasti sedang menyusun rencana!" ujar Adrian.

__ADS_1


Manik mata Adrian sudah menjadi putih seluruhnya, dia menggunakan mata batinnya. Untuk melihat pergerakan Siluman di sekitar tempatnya berdiri.


Lelaki itu juga harus menyusun rencana, agar bisa menang melawan beberapa Siluman yang maju secara bersamaan.


"Berapa Siluman yang memihak Insagi?" tanya Adrian kepada Jacson.


"Hanya kita bertiga, yang tidak memihak Insagi!" jawab Jacson dengan raut muka yang menyedihkan.


Begitu banyak Siluman yang menghuni Desa Air Keruh, namun hanya Jacson, Adrian dan Jendral yang membelot dari rencana awal mereka bersama.


Meski Jacson dan Adrian siap mati, namun mereka tidak siap untuk kalah. Karena jika mereka kalah, Melin pasti akan dalam bahaya.


Kabut tebal yang mengitari tempat itu terbelah, karena Siluman yang memihak Insagi keluar dari dalam hutan dengan wujud manusia mereka.


Wajah-wajah lusuh yang terbakar matahari, dengan perawakan kekar yang mengikuti bentuk tubuh mereka masing-masing. Ada dua perempuan di antara enam orang yang datang.


"Kita tidak akan saling membunuh--kan?!" tanya Jacson, pada para warganya yang sekarang pasti tidak menganggapnya sebagai Kades Desa Air Keruh lagi.


Tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan Jacson, bukan karena mereka bisu. Tapi mereka malas menjawab pertanyaan seorang penghianat seperti Jacson.


Karena jika Arinda mendapatkan darah Melin, maka Arinda akan kembali normal. Namun Arinda telah dibunuh oleh Adrian, harusnya Jacson membenci Adrian.


Tetapi Adrian mengungkap fakta sebenarnya tentang penumbalan Melin, kepada Jacson. Arinda tidak akan pernah bisa berubah menjadi Arinda yang sebelumnya, karena jiwa Arinda telah tidak ada di dunia ini.


Karena hal itulah Jacson mau membantu Adrian. Untuk menyelamatkan Melin dari Siluman-Siluman yang dibohongi oleh Insagi.


Salah satu dari Manusia didepan Adrian dan Jacson berubah menjadi wujud Silumannya. Wujud dari wanita paruh baya bernama Nadira itu adalah Kelabang besar yang pasti sangat beracun.


Siluman yang kini melata cepat ke arah Jacson dan Adrian. Menyemburkan cairan hijau dari mulutnya, yang ternyata dapat membakar apa pun yang dikenai.


Manusia kedua tidak mau mengalah, dia menggeram dan berubah ke wujud Silumannya. Kali ini orang itu bukanlah Siluman Murni dia adalah Manusia Setengah Siluman Babi.


Siluman babi mempunyai kekuatan yang cukup kuat, tetapi tak sekuat Siluman Banteng disampingnya yang belum berubah ke wujud Silumannya.

__ADS_1


Keempat yang lainnya masih melihat situasi untuk menyerang. Mereka akan berubah menjadi Siluman, ketika teman-teman mereka kalah. Sehingga Adrian dan Jacson tidak mempunyai kesempatan untuk istirahat.


Di saat Kedua pelindung Melin itu lengah, maka mereka bisa membawa Melin pergi dari jangkauan Adrian dan Jacson. Lalu mempersembahkan jiwa Melin kepada junjungan mereka yaitu Insagi.


Adrian melawan Siluman Kelabang yang sudah berlari ke arahnya. Karena Adrian melompat cukup jauh  untuk menghindari semburan racun dari mulut Siluman Kelabang tersebut.


Lagi-lagi Adrian tidak menggunakan seluruh kekuatannya, dia hanya merubah pergelangan tangannya menjadi cakar harimau putih. Adrian harus menghemat kekuatannya, Sebab Dia tahu Siluman yang harus dihadapinya berjumlah ratusan. Mungkin.


Seolah tak ingin membiarkan Adrian bernafas untuk menyeimbangkan, chakra di dalam tubuhnya. Siluman Kelabang telah menyemburkan cairan hijau kearah Adrian kembali.


Adrian tidak sempat menghindar namun dia memiliki ajian yang tidak diperkirakan oleh Siluman Kelabang itu. Tameng Sadewo ajian yang merubah bentuk chakra menjadi baju zirah perang yang melapisi penggunanya.


Ajian Tameng Sadewo membuat pemiliknya kebal dengan dan segala jenis serangan yang dilayangkan oleh musuhnya. Ajian ini juga memiliki level kekuatan yang berbeda-beda, sesuai jumlah chakra yang dikeluarkan oleh penggunanya.


Inilah hasil dari pertapaan Adrian, selama 200 tahun lebih dia hidup di bumi. Sebagai manusia setengah Siluman, Adrian harus memperkuat dirinya. Agar dia tidak kalah, jika bertarung dengan Siluman-Siluman yang mencoba mengganggunya.


Karena biasanya Siluman Murni akan memburu Manusia Setengah Siluman, untuk menjadikan mereka santapan dan penambah ilmu kanuragan para Siluman.


Siluman kelabang, yang merasa bahwa racunnya tidak lagi menjadi kekuatan utamanya untuk menyerang Adrian. Segera berlari dengan kakinya yang berjumlah tak terhitung, ke arah Adrian yang sudah diselimuti oleh Ajian Tameng Sadewo. Yang berupa jiwa seekor Siluman Harimau Putih bertubuh manusia yang besarnya melebihi besar tubuh asli Adrian.


Siluman Kelabang itu melayang dan hendak merengkuh tubuh Adrian. Karena kekuatan kedua dari Siluman Kelabang adalah cengkramannya yang mematikan.


Sebelum tubuh hewan melata itu menempel ke tubuh Adrian, Adrian dengan sigap mengeluarkan Pedang Jiwo Subrono. Yang menjadi senjata utama dari Tameng Sadewo.


Tubuh Siluman Kelabang itu sudah menancap di ujung pedang penyegel Jiwa Siluman itu. Siluman atau manusia apa pun yang terluka karena Pedang Jiwo Subrono maka jiwa mereka akan langsung terkurung di Alam Buana.


Begitu juga dengan Siluman Kelabang yang mendapatkan luka dari Pedang Jiwo Subrono milik Adrian. Jiwanya langsung berpindah dari alam manusia menuju Alam Buana. Jiwa Siluman Kelabang akan menjadi santapan para Siluman-Siluman di Alam Buana.


Karena jiwa Siluman Kelabang datang ke Alam Buana tanpa raganya. Hal itu membuat Siluman Kelabang tidak bisa melawan dengan kekuatan dan juga ajian yang dia miliki.


Alhasil para Siluman di Alam Buana yang paling lemah sekalipun, bisa menyantap jiwa Siluman Kelabang yang sudah tidak berdaya.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2