
El hanya menunduk ketika Agie berbicara padanya , setelah kejadian memalukan itu rasanya ia ingin menghilang saja dari dunia ini . Bagaimana bisa ia melakukan hal semesum itu , dia memegang benda yang tak seharusnya dia pegang dan melihat tubuh polos pria didepannya
" Apa kau sudah merencanakan hal ini sebelumnya ?? " tanya Agie dengan nada sinis tanpa melihat lawan bicaranya , walau sebenarnya ia pun sangat malu jika mengingatnya .
" Sekali lagi saya minta maaf , tapi kejadian itu benar benar tidak saya sengaja ! Apalagi saya rencanakan ! ltu murni kecelakaan ... " sahut El dengan kepala masih menunduk .
" Jadi apa berlebihan jika aku minta pertanggungan jawab darimu ??! " tanya pria itu kemudian , pertanyaan yang membuat El menegakkan kepalanya dengan tatapan penuh tanya pada pria di depannya .
" Saya tidak mengerti , apa saya harus membayar denda ?? Baik tapi mungkin saya bayar dengan cara mencicil karena saya tidak sekaya yang anda bayangkan !! "
" Aku tahu ... dan aku tidak akan meminta uang padamu ! Aku sudah cukup kaya untuk menerima uang darimu . Aku hanya minta kau bertanggung jawab , apa kau tidak mengerti ?? "
El kembali mencerna apa yang di katakan Agie tapi semakin ia pikir semakin ia menjadi bingung . Pertanggung jawaban seperti apa yang di inginkan pria itu , atau jangan jangan pria itu ingin dia mengundurkan diri dari pekerjaannya .
__ADS_1
" Saya mohon jangan minta saya untuk melepas pekerjaan ini ! lni adalah pekerjaan impian saya dari kecil . Menjadi seorang perawat adalah cita cita saya ! Hukum saya apa saja tapi jangan hancurkan impian saya ! Anda boleh meminta saya melakukan apapun , atau anda boleh tidak menggaji saya . Tidak apa apa ... "
" Kau harus menikahiku !! " ketus Agie memperjelas maksudnya sebelum El berpikir lebih jauh lagi .
" Baik saya akan meni ... APAAA !!! "
" Kau sudah menodaiku !! Bukankah sudah aku katakan sejak awal jika aku sangat menjaga kehormatanku ! Tidak ada satupun orang bisa sembarangan menyentuhku !! "
El terpaku mendengar kata kata Agie , hal ini menjadi hal teraneh yang pernah ia dengar . Bagaimana bisa seorang laki laki memaksanya bertanggung jawab untuk menikahinya hanya karena ia tak sengaja memegang benda milik pria itu .
" Hahh ??? Tapi ... " El ingin sekali menyangkal semua tuduhan itu , tapi kejadian barusan adalah benar benar kesalahannya .
Agie mengambil laptop yang berada di atas nakas kemudian menyalakannya , wajahnya sangat serius menatap layar kotak di depannya .
__ADS_1
" Kau pikir aku sedang bercanda !?? Aku buat laporannya sekarang juga !! "
" Stop ... jangan lakukan itu ! Saya akan bertanggung jawab .... saya akan menikahi anda ! Saya tidak akan bohong !! " pekik El mulai panik . Hidupnya sudah sebatang kara , tanpa pekerjaan pasti akan semakin sulit untuknya bertahan hidup .
" Berapa lama lagi luka di perutku akan kering !? "
" Tiga atau dua hari lagi lukanya kering , tapi anda tetap belum boleh banyak bergerak karena kemungkinan jahitan yang ada di dalam lapisan kulit belum mengering . Butuh satu sekitar satu minggu anda bisa beranjak sendiri dari tempat tidur ini . Dan mungkin butuh satu bulan lagi anda bisa beraktifitas seperti biasa " kata El menjelaskan kondisi Agie .
" Ok , tiga hari lagi kita menikah . Aku bisa menggunakan kursi roda untuk meminimalisir agar aku tidak terlalu banyak bergerak . Dan satu bulan ke depan baru kita akan melakukan kegiatan ranjang karena seperti kau bilang , aku butuh waktu sebulan untuk sembuh sempurna ! "
" Oh God ... " gumam El dengan muka memerah karena harus mendengar hal sevulgar ini dari pria yang baru saja minta pertanggung jawaban darinya itu . Pria itu menjelaskan sampai menyangkut kegiatan ranjang mereka .
" Jika kita sudah menikah artinya sangat wajar jika kau ingin aku sentuh ! Aku suamimu jadi sudah menjadi kewajibanku memberikan nafkah jasmani dan rohani . Aku akan melayanimu jika kau memang memaksaku , sangat wajar ! "
__ADS_1
" Memaksa .... Ya Tuhan ! " cicit El dengan menghembuskan nafas kasar , tak bisa ia bayangkan kehidupan seperti apa yang akan ia temui setelah pernikahan mereka nanti .