
" Dad mereka sudah ada di dermaga , kemungkinan besar sebentar lagi mereka datang ! " kata Agie yang siang tadi sudah kembali berada di pulau .
" Siapkan saja penyambutan ... " jawab Ben tanpa menoleh sedikitpun ke arah putra angkatnya karena matanya fokus pada cucunya yang sedang bermain dengan senjata api miliknya .
Dengan tanpa mengalami kesulitan bocah itu membongkar dan memasang kembali senjata api miliknya selayaknya senjata berbahaya itu adalah senjata mainan . Tadi Ethan juga memasang semua bidak yang ada di papan caturnya dengan sangat cepat .
" Jangan melihatnya seperti itu Dad , dia adalah putraku jika kau lupa ! Di dalam darahnya juga mengalir darah yang sama seperti darahmu , sangat wajar jika dia menakjubkan !! " ujar Agie yang melihat Ben menatap cucunya dengan pandangan heran .
" Ckk tentu saja !! Dia akan menjadi penerusku ... pemimpin klan Marcos yang terhebat ! " Ben mengangkat tubuh gembul Ethan dan menciumi pipi chubbynya .
" Dad makan malam sudah siap , makanlah terlebih dahulu sebelum kalian pergi berlayar untuk mencari bahan makanan di seberang ! " Reina muncul dengan masih menggunakan apron seperti yang digunakan oleh maid .
__ADS_1
Ben menatap anak angkatnya ketika mendengar jika mereka akan berlayar keluar pulau , dan Agie hanya mengangkat dua bahunya . Tidak mungkin dia mengatakan jika Xavier dan Antonio sedang menyusup ke pulau ini dan mereka sudah bersiap dengan penyambutan yang sangat istimewa .
" Baik , sebentar lagi kami ke sana ! Daddy akan membereskan kekacauan yang jagoan ini buat " ujar Ben dengan melihat semua pasukan cucunya yang tersebar di seluruh ruangan .
Reina hanya tertawa melihatnya , dia yakin putranya sudah membuat kewalahan dua pria jagoan klan Marcos di depannya . Setelah Reina pergi Ben segera bangkit dan menggendong cucunya hingga membuat Agie mengerutkan dahinya .
" Dad , tadi kau bilang jika kau akan membereskan kekacauan yang dibuat setan kecil itu . Kenapa kalian malah pergi !? " tanya Agie dengan kembali melihat banyaknya mainan Ethan tersebar di ruangan itu .
Ben terlihat bahagia karena baru kali ini suasana makanan malam menjadi hangat . Makan malam yang biasa di laluinya sendiri sekarang menjadi begitu ramai dengan celotehan cucu , anak angkat dan menantunya .
Selepas makan malam Ben dan Agie langsung pergi ke camp pasukan yang letaknya cukup jauh dari mansionnya . Sengaja di buat terpisah dengan kediaman utama karena Ben ingin suasana yang damai , apalagi ada makam wanita yang ia cintai ditempat ini .
__ADS_1
" Mansion sudah diperketat penjagaannya Dad , aku jamin mereka tidak akan menyentuh area kediaman ! "
" Aku tahu .... Mereka pasti akan berpencar , Xavier dan Antonio akan berada di masing masing timnya . Siapkan dua penggembira untuk menyambut mereka , dan langsung bawa anak bebal itu kepadaku . Aku tunggu di gudang belakang ! "
" Segera Dad ! Dan Uncle Greg yang akan menyambut pria tua itu , semoga jantungnya kuat untuk menerima semua kejutan yang sudah kita siapkan untuknya ! "
Setelah itu Agie segera pergi menuju tempat yang mereka sebut sebagai camp besar , disana ia menemui beberapa orang untuk melaksanakan misi yang ia dapat dari ayah angkatnya . Sedang Ben pergi ke bangunan yang lebih kecil yang berada tepat di belakang markas besar .
Pria itu memejamkan matanya dengan dua tangan yang terkepal , sebentar lagi dia akan kembali dihadapkan dengan masa lalunya . Dengan melihat Xavier dia akan dikuliti oleh dosa dosa yang ia lakukan pada wanita yang menjadi istrinya .
BRAAKKKKK ...
__ADS_1
" Lepaskan aku bangsat ! Katakan dimana anak dan istriku , atau aku bunuh kalian semua !!! "