
" Hai saudara tua ? Untuk apa kau malam malam datang ke rumahku ? Jangan katakan jika kau sedang merindukan aku " sapa Agie ketika Xavier datang ke kediamannya saat malam hari . Sangat terlihat wajah panik dari ketua klan Marcos itu .
" Di mana kau sembunyikan anak dan istriku ? Jangan kau kira aku tidak berani melenyapkanmu hanya karena kau adalah anak dari pamanku !! " teriak Xavier hingga suaranya menggema di setiap sudut mansion .
Agie yang tahu raut ketakutan istrinya segera merengkuh pinggangnya dan mengangguk pelan seakan berkata semua akan baik baik saja . Ada sedikit rasa kaget ketika mendengar pria itu menanyakan keberadaan Reina dan putra angkatnya .
" Kau naik dulu sayang , biarkan kami bicara ! Sebentar lagi aku pasti menyusulmu , tenang saja aku bisa mengatasinya ... " bisik Agie yang tak ingin kemarahan banteng besar di depannya semakin membuat istrinya ketakutan .
Setelah melihat istrinya naik ke atas perlahan Agie berjalan mendekat ke arah pria yang mempunyai darah yang sama dengannya itu . Dia terlihat sangat tenang walau Xavier memandangnya penuh kebencian .
" Ulangi lagi pertanyaanmu Tuan Xavier Marcos !! Apa aku tidak salah dengar ?? Kau sendiri yang kemarin memintanya untuk menikah denganmu , kau sendiri kemarin yang berjanji akan menjaga mereka seumur hidupmu . Kau tahu apa artinya Tuan ??? Kenapa sekarang kau malah bertanya keberadaan mereka padaku ?? Seharusnya kaulah yang menjaganya , bagaimana kau bisa kehilangan wanita dan seorang anak kecil dengan begitu mudahnya ? Penjagaan seperti apa yang kau berikan pada mereka hahh !!! "
Dua pria bertubuh besar itu kini saling berhadapan , dua tangan mereka terkepal erat seakan ingin meledakkan emosi mereka sekarang juga . Tiba tiba tangan Xavier menyambar leher Agie dan menekannya kuat .
__ADS_1
" Jangan banyak bicara ... sekarang katakan di mana mereka ! Jangan coba menyembunyikan mereka dariku !! Mereka masih menjadi tanggung jawabku !! " geram Xavier , pikirannya memang sudah tidak bisa berpikir jernih sekarang karena yang ada dalam otaknya hanya bisa dengan cepat menemukan istri dan anaknya .
" LEPASKAN DIA B*JINGAN !!!!! "
Xavier maupun Agie spontan menoleh ke arah suara , mereka melihat Antonio sudah berdiri tegak bersama istri tercintanya . Agie langsung menatap malas kedatangan pasangan yang tidak ia harapkan kehadirannya itu , ayahnya mulai menunjukkan perannya walaupun sangat telat menurutnya . Sedang Xavier perlahan melepas cengkeramannya pada pria didepannya , biar bagaimanapun Antonio sudah ia anggap sebagai ayah kandung untuknya .
" Agie ... " pekik Clara yang langsung datang mendekat ke arah sahabatnya itu . Begitupun Ellyana yang ternyata ada di ujung tangga , wanita itu berlari mendekat ke arah suaminya . Dua wanita cantik itu memapah Agie untuk duduk di ruang tamu . Clara membiarkan suaminya masih berdiri menghadapi Xavier .
" Paman , aku tahu aku salah tapi aku mohon biarkan aku menemui mereka ! " lirih Xavier dengan mata menatap penuh harap pada ' ayahnya ' .
" Aku ataupun Augusto tidak terlibat sedikitpun dengan hilangnya anak dan istrimu , lagipula bisa bisanya kau tidak menjaga mereka . Kakak ipar bilang Reina dan Ethan pergi atas ijinmu , apa itu benar !? "
Xavier hanya mengangguk lemah tanpa mengeluarkan suaranya . Dia mengusir istrinya pergi dari rumah dengan ancaman perceraiannya . Dia memberikan kesempatan kepada Reina untuk membela dirinya sendiri . bahkan dia membantu pesaing bisnis desainer cantik itu untuk menghancurkan bisnis yang dirintisnya sejak putranya masih ada dalam kandungan .
__ADS_1
PLAKKKK .... PLAAAKKKK
" Aku tidak pernah mengajarimu untuk tidak menghargai wanita Nak !!! Bagaimana bisa kau menceraikannya karena kesalahan ataupun tuduhan yang belum bisa kau buktikan !! "'
" Apa ??? Menceraikannya ? Dasar pria otak udang ! Baru kemarin dia memberimu kesempatan untuk menjadi bagian dari hidupnya dan hidup putranya ... dan dengan mudahnya kau membuangnya kembali ! " ujar Clara dengan tangan menarik tubuh Agie yang ingin merangsek maju , ia tahu sahabatnya itu juga sedang tersulut emosinya .
" Biarkan aku menghajarnya , orang bodoh sepertinya baru akan bisa berpikir setelah aku keluarkan otaknya !! Lepas Cla ... " pekik Agie berhasil melepaskan tangannya dan dengan cepat berjalan ke arah saudaranya .
BUGGHHHH ... BUGGHHHHH
Dua pukulan sukses berlabuh di rahangnya , sangat sakit .... tapi akan lebih menyakitkan jika dia tak lagi bisa menemui anak dan istrinya .
" Pukul aku sepuas hatimu tapi tolong bantu aku mencari mereka ....aku mohon "
__ADS_1