
" Kondisimu sudah sangat baik jadi hari ini anda boleh pulang Nyonya Stacy ! Saya harap nantinya anda lebih bisa menjaga diri karena kondisi kandungan anda yang termasuk lemah . Obat yang nantinya akan saya beri adalah obat untuk satu bulan kedepan , jika sudah habis maka di manapun anda saat itu makan anda harus datang ke pusat kesehatan untuk mengecek kondisi kandungan anda "
Akhirnya setelah dua hari istirahat di rumah sakit , dokter mengijinkan Stacy untuk keluar dari sana . Dua hari di kamar rawat tanpa siapapun membuat wanita itu sadar arti sebuah keluarga . Lorena yang tahu keadaannya pun malah mengatakannya sebagai wanita lemah, tak ada niatan sedikitpun untuk datang dan menemaninya melewati masa masa sulit untuknya ini .
Jake hanya datang sesekali untuk memastikan kondisinya , mungkin pria itu ingin dia segera meninggalkan rumah sakit ini karena melihatnya adalah sebuah siksaan untuk pria itu . Stacy benar benar seorang diri sekarang ini .
Wanita itu segera bangkit untuk berbenah ketika dokter sudah keluar dari kamarnya . Kamar rawatnya termasuk kamar dengan pelayanan VVIP jadi semakin lama berada disana pasti akan membutuhkan dana yang semakin besar . Sedang uang di kartu debitnya tidak sebanyak dulu , dia harus berhemat sebelum berhasil menikahi Jake dan menjadi Nyonya Callahan .
Tapi kekhawatirannya sedikit berkurang karena seseorang sudah membayar tagihan perawatannya selama berada di tempat ini . Walau begitu petugas administrasi tidak mau mengatakan siapa yang sudah membantunya karena sesuai dengan permintaan si penolong yang ingin dirahasiakan identitasnya .
__ADS_1
" Aku sudah pesankan tiket untuk pulang ... "
Suara bariton di depannya membuat Stacy mendongakkan kepalanya , Jake sudah berada di depannya . Pria itu terlihat semakin tampan jika sedang mengenakan jas putihnya .
" Tapi ... "
" Kau harus berada di rumah dan banyak istirahat , bukankah dokter sudah mengatakan kondisi kandunganmu yang lemah ?? Setidaknya disana ada ibumu yang akan menjagamu "
" Ketika kandunganmu sudah berusia enam bulan aku akan datang ke Greyville untuk menjalankan tes DNA . Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya jika dia benar benar anakku maka aku akan bertanggung jawab . Aku akan segera menikahimu sebelum dia lahir ke dunia ini ! " kata Jake yang sebenarnya tidak tega membiarkan Stacy pulang sendiri ke Greyville . Wanita itu menjadi sedikit pendiam setelah berdiam dirumah sakit selama dua hari ini .
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun Stacy hanya menganggukkan kepalanya setelah itu dia meraih kopernya dan segera melangkah pergi dari hadapan Jake . Dia tetap menolak ketika Jake ingin merebut koper dan mengantarkannya sampai ke depan rumah sakit tempat taksi yang juga sudah disiapkan oleh Jake untuk mengantarnya ke bandara .
Stacy hanya tidak mau bergantung pada siapapun lagi . Sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu , itu artinya ia harus siap bertanggung jawab pada anaknya nanti . Mau tidak mau ia harus bekerja untuk menghidupi mereka nantinya . Karena selicik apapun nanti rencana ibunya untuk membuat seorang Callahan menjadi ayah bayinya , cepat atau lambat tetap saja kebohongan ini akan terungkap .
Jennifer atau sekarang lebih dikenal dengan Reina juga sudah kembali . Pasti saudara tirinya itu akan segera mengambil haknya yang sudah dikuasai oleh ibunya dan dirinya selama ini . Dan itu wajar karena sebenarnya Jennifer sangat berhak melakukan itu .
Kini ia merasakan apa yang dulu Jenni rasakan . Menjadi seorang ibu membuatnya punya keinginan kuat untuk bertahan hidup dan kemudian hidup lebih baik kedepannya , walaupun awalnya pernah menolak kehadiran janinnya hanya karena hasil dari sebuah ' pemaksaan ' .
Sementara itu Jake menghela nafasnya ketika melihat kepergian wanita yang sudah pernah mengisi harinya itu . Ada rasa bersalah karena sudah menolak dan mengingkari anak yang ia yakin bukan keturunannya itu .
__ADS_1
Dia mengenal Stacy sebagai wanita yang penuh tuntutan , tidak pernah mau mengalah dan sangat manja . Tapi di balik semua itu Stacy adalah wanita yang sangat haus kasih sayang . Dia selalu ingin menjadi perhatian semua orang dengan berbagai cara .
" Maaf .... "