
" Ada apa sayang , kenapa kau menangis ?? Ethan juga terlihat ketakutan . Apa mantan kekasihmu itu sudah menyakitimu ?! " tunjuk Agie pada Jake yang terlihat masih berdiri jauh disana dengan tatapan tak lepas dari Reina dan putranya .
" Daddy ... Uncle itu malah malah lagi , Ethan takut " ucap polos Ethan dengan menyodorkan dua tangannya dan Agie segera merengkuh tubuh gembul itu ke dalam gendongannya .
" lt's ok ... ada Daddy di sini " sahut Agie yang sepertinya tahu siapa yang di maksud oleh Ethan . Sepertinya sudah terjadi lagi ' perang dunia ' di depan anak itu , dan sayangnya ayah kandungnya lagi yang sudah menjadi pemicunya . Pria itu bahkan belum menyadari jika di tubuh Ethan mengalir darah yang sama dengannya .
" Kita bicarakan ini nanti , sekarang kita kembali ke hotel . Aku sangat lelah .... " kata Reina melangkah menuju mobilnya . Yang dia inginkan saat ini adalah mengistirahatkan pikirannya .
Akhirnya mereka bertiga naik ke dalam mobil dan segera melesat ke pusat kota . Di dalam mobil pun Agie sengaja tidak bertanya apapun karena ia tahu Reina sedang berusaha menata hatinya .
Sampai di kamar hotel Agie membawa Ethan ke kamarnya dan membiarkan Reina beristirahat sejenak di kamarnya . Setelah bermain sebentar Ethan kemudian terlelap . Bocah itu terlihat tidak tenang walau sudah berada di alam mimpinya , Agie tahu memori kemarahan kemarahan ayahnya pasti menjadi trauma tersendiri untuk Ethan .
Agie terlihat meraih ponselnya dan menelpon seseorang .
" Aku akan membawanya kembali ke Roma . Aku tahu kau pasti sudah memberi petunjuk pada pria bodoh itu !! Apapun yang akan kau lakukan akan dia sia karena otaknya terlalu tumpul untuk berpikir ! Kau lihat saja ... aku sendiri yang akan buat neraka untuknya . Tidak akan aku biarkan Ethan merasakan sakit yang pernah aku rasakan dulu !! Kami akan tetap baik baik saja walau tidak menyandang nama Marcos di belakang nama kami !! Aku pastikan itu ... "
" Bukannya ini alur yang kau harapkan !? Dari dulu kau ingin melihatnya menderita bukan !? Dan sepertinya sebentar lagi hal itu terjadi . Nikmati saja itu jika itu membuatmu bahagia .... " jawab seseorang diseberang sana dengan suara yang sangat tenang .
" Kau benar ... aku akan sangat menikmatinya !! Sangat !!! Dia akan merasakan sakit yang sama dengan sakit yang pernah aku rasakan dulu ... " sahut Agie menutup sambungan teleponnya dengan wajah sangat kesal . Di usapnya dengan lembut wajah yang masih tertidur di atas ranjangnya , diciumnya kening dan pipi gembul anak yang sudah menghiasi harinya selama dua tahun ini .
__ADS_1
" Maafkan Daddy ... "
*
Xavier masih memandang foto yang ada ditangannya , dia masih tak percaya jika ternyata foto masa kecilnya sama persis seperti anak yang pagi tadi bersama Reina . Otaknya tiba tiba menjadi buntu untuk berpikir , bagaimana bisa mereka berdua mempunyai wajah yang sama persis padahal baru beberapa waktu lalu mereka bertemu .
" Ckk .. kau berbuat ulah apa lagi ? Cellin tadi panik membangunkan aku katanya kau sedang mengamuk di kantor !! Sudah kubilang kan ... istirahat dulu dirumah agar kau bisa waras lagi " Edgar masuk keruang kantor dengan muka bantalnya , sepertinya pria itu baru saja bangun tidur .
" Brengsek !! Bukannya aku memintamu untuk mencari informasi terlebih dahulu ? Kenapa kau malah tertidur di kantor !!! " hardik Xavier menatap sahabatnya tajam .
" Kau pikir aku zombie yang tidak tidur sepanjang hidupnya ? Hampir dua hari dua malam aku tidak tidur karena rencana serangan di Venice ... tidur beberapa menit sepertinya sangat wajar untuk membuatku tetap hidup ! Lihat dirimu sekarang , kau lebih seperti iblis daripada seperti manusia ! " sahut Edgar duduk di samping sahabatnya yang terlihat memandang beberapa lembar foto ditangannya .
Xavier menatap sahabatnya , ternyata pikiran Edgar sama dengannya yang mengira jika foto yang ada di tangannya adalah anak bermata biru yang pernah beberapakali ia temui .
" Salah .... "
" Kau pikir mataku bermasalah ?? ltu memang dia " sahut Edgar beranjak menuju lemari pendingin yang ada di pojok ruangan . Dia ingin minum sesuatu yang dingin agar tubuhnya sedikit segar .
" lni fotoku ketika berusia dua tahun ! "
__ADS_1
BHHUUAASHHHH ....
Edgar sampai menyemburkan air minum yang sudah ada di mulutnya hingga terbatuk .
" Apa ???!!! "
" Ini bukan foto bocah itu ... tapi fotoku ketika masih seumuran dengannya !! "
" Sudah berlalu tiga tahun setelah malam yang kau alami di hotel yang kau yakini bersama dengan Reina !! Anak itu berusia dua tahunan dan wajah kalian seperti pinang di belah dua . Tidak mungkin ada kemiripan seratus persen seperti ini jika kalian memang tidak ada hubungan . Jangan jangan .... "
" Tapi dia bukan anak Reina , aku pernah bertemu dengan ibu dari anak itu ! " kilah Xavier yang pernah melihat Clara bersama dengan Ethan .
" Aku selidiki sekarang , semoga dugaanku benar jika ada darahmu di tubuh bocah itu !! " sahut Edgar merasa ada sesuatu yang besar di balik semua ini .
" Maksudmu !??? "
" Dasar bodoh !! Maksudku adalah jika bocah itu adalah anak kandungmu !! Bukankah kau menghajar ibunya tanpa pengaman malam itu ?? "
" Anakku ??? "
__ADS_1