Im Back

Im Back
67


__ADS_3

" Tuan ... "


Antonio mengangkat tangannya dan menganggukkan kepalanya , dia paham dengan apa yang akan di katakan salah satu penjaganya . Seekor rusa tampak di kejauhan sana , hewan itu sejenak terlihat di pinggiran hutan tapi selanjutnya masuk kembali ke dalam hutan .


" Kita makan besar malam ini .... " gumamnya dengan senyum smirknya .


Antonio yang memang senang berburu langsung mengambil senapan Laras panjang yang ada di mobilnya , demikian dengan dua orang penjaga yang ada bersamanya . Mereka bertiga segera masuk ke hutan untuk mencari buruan mereka .


Senapan laras panjang mereka di lengkapi dengan lampu sorot yang bisa membidik keberadaan buruan mereka . Dan mereka tidak kesulitan untuk melihat dalam keadaan gelap karena hampir setiap hari mereka di latih dengan keadaan seperti itu . Kamp pelatihan para penjaga keluarga Marcos juga berada di tengah hutan .


DOORRRRR .... DOOORRRRR


setelah kurang lebih satu jam berada di dalam hutan akhirnya mereka mendapatkan buruannya . Setelah mengikat binatang buruannya di sebuah kayu panjang dia penjaga mengangkatnya menuju rumah inap .


Sampai di rumah Antonio sengaja menuju pintu belakang karena badannya atau sepatu bootnya sangat kotor . Pria itu bermaksud membersihkan diri sebelum pesta barbeque daging rusa . Tapi dia di kejutkan dengan seseorang yang tiba tiba berlari dan menabrak badannya .

__ADS_1


Matanya mengernyit ketika melihat gadis yang tadi dia bawa pulang sedang ketakutan melihatnya . Antonio sadar jika ada sedikit noda darah di pakaian yang dikenakannya , ia tahu benar dengan apa yang wanita itu pikirkan .


" Kau ... "


" Aku mohon ... jangan sakiti aku ! Lepaskan aku !! "


Walau terlihat ketakutan wanita di depannya malah berlari ke arah dapur meraih sebuah penggorengan dan membuat benda itu sebagai senjata untuknya .


" Aku ingin pergi , jangan halangi aku atau aku pukul kepalamu dengan wajan ini ! Minggir !! " pekik Clara perlahan berjalan mendekat agar bisa keluar dari pintu yang tepat ada di belakang Antonio .


" Turunkan benda tak berguna itu , aku tidak pernah keberatan jika kau memang ingin pergi dari tempat ini . Silahkan !! Tapi aku peringatkan dua puluh kilometer dari sini adalah daerah hutan dan pasti akan banyak binatang buas berkeliaran . Bawa wajan itu bersamamu , mungkin beruang atau harimau akan ketakutan melihatnya " kata Antonio tenang dengan memiringkan tubuhnya agar Clara bisa keluar dari pintu belakang .


Wanita itu menginjak gasnya kuat kuat , dia berpikir tak masalah jalan mana yang dia tempuh karena nantinya pasti akan ada sebuah kota atau desa yang bisa ia jumpai . Dimanapun itu asal tidak bersama pria psikopat haus darah itu .


Baru sekitar dua kilometer ia melajukan mobilnya tiba tiba penampakan di depannya sungguh membuatnya sangat terkejut . Sekumpulan serigala berada di tengah jalan sedang menyantap buruan yang entah apa karena sudah tidak berbentuk . Clara menghentikan mobilnya dengan kaki yang sudah gemetaran .

__ADS_1


Mulanya mereka tidak terganggu dengan keberadaan Clara tapi kemudian perlahan mereka melihat ke arah wanita itu karena merasa terganggu dengan lampu mobil yang terarah pada mereka .


Satu serigala paling besar yang ada di antara kumpulan itu mulai berjalan mendekat , sepertinya tertarik dengan benda besar yang sudah menganggunya .


" My God ... aku mohon ! Jangan mendekat ! Ckk kenapa aku tidak membawa pisau saja ... dia benar wajan ini tidak akan membuat mereka takut ! " gumam Clara merutuki dirinya sendiri yang merasa sangat sial malam ini .


Dengan segera Clara membelokkan mobilnya untuk kembali ke rumah inap ditengah hutan , ia tak peduli jika kembali berhadapan dengan pria psikopat tampan menyebalkan itu . Dia hanya akan menunggu sampai matahari terbit karena saat itu ia yakin binatang buas tidak akan keluar dari hutan .


Sampai di rumah tadi ia melihat tiga orang pria sedang membakar sesuatu , dari harumnya ia menebak jika ketiga pria itu sedang membakar daging .


Clara memarkirkan mobilnya di samping rumah , ia sengaja tidak turun untuk menjaga keamanan dirinya sendiri . Tapi lama lama ia tidak tahan dengan bau harum daging yang dibakar menggunakan wine , perutnya terdengar bernyanyi riang dengan hanya membayangkan seiris daging barbeque untuk mengganjal perutnya .


Dan yang paling sial adalah ia tidak bisa berbuat apa apa ketika perutnya lapar walau jelas jelas ada daging bakar lezat di dekatnya . Dan tanpa terasa Clara tertidur di dalam mobilnya .


" Tuan sepertinya Nona itu tertidur di dalam mobil . Apa tidak apa apa jika di biarkan di luar seperti itu ?? " tanya salah seorang penjaga karena bau daging bakar di depan mereka mungkin akan menarik perhatian hewan hewan buas yang lapar .

__ADS_1


" Sebentar lagi pagi ... biarkan saja ! " jawab Antonio singkat .


Dan sang penjaga hanya menganggukkan kepalanya , perintah dari pria itu adalah mutlak bagi mereka . Mereka yakin pria itu sudah mempertimbangkannya dengan matang , mereka tahu walau terlihat saat dingin tapi pria itu bukan tipe pria yang bisa kejam pada seorang wanita .


__ADS_2