
" Hei boy kau merindukan Daddy ?? " sapa Xavier pada putranya yang ada di kamar hotelnya ditemani salah satu penjaga . Sang penjaga yang mengetahui kedatangan tuannya segera mengundurkan diri .
" Mommy mana ?? Ethan mau sama Daddy Agie ... sekalang " tanya Ethan yang sudah ada dalam rengkuhan Daddynya .
Xavier menghela nafasnya , sepertinya ikatan batin antara anaknya dan ayah angkatnya begitu kuat . Terbukti Ethan tiba tiba sangat ingin bertemu dengan pria bernama Augusto itu .
" Daddy Agie sedang sangat sibuk , mungkin lusa kita baru bisa bertemu . Sekarang Ethan main sama Daddy dulu , tapi sebelumnya Ethan makan dulu biar bertambah kuat ! " kata Xavier , dia berpikir mungkin bocah gembul itu sudah lapar karena hari sudah menjelang malam . Sudah setengah hati mereka meninggalkan putranya hanya bersama para para pengawalnya .
" No ... Ethan sudah makan loti tadi sama paman . Ethan mau mimi susu ! "
" Hahh .. susu ?? "
Xavier menggaruk tengkuknya , ia bisa mengerjakan semua laporan keuangan dengan mudah tapi hal yang diminta putranya sepertinya adalah hal tersulit yang pernah ia dengar .
Dia segera menuju ke pantry tempat dimana sang istri kemarin membuatkan susu untuk putranya . Pria itu melihat sebuah botol susu dan sebuah alat yang dia tidak tahu apa manfaatnya . Ditambah lagi dengan dengan satu toples kecil bubuk putih dan sendok takar kecil di dalamnya . Semakin ia lihat kepalanya malah semakin pusing , akhirnya pria itu menelpon salah satu penjaganya agar masuk ke kamarnya .
" Masuklah , aku butuh bantuanmu ... " kata Xavier dengan menunjuk semua hal yang membuatnya bingung .
__ADS_1
" Maaf Tuan ... tapi itu apa !? " tanya penjaga tak kalah bingungnya . Mungkin dia juga baru melihat benda benda seperti yang ada di depannya . Benda benda kecil yang sepertinya sangat rumit untuk dirangkai , ia tak pernah merangkai senjata dengan komponen seperti yang ada di depannya .
" Kenapa kau bodoh sekali !! ltu alat untuk membuat susu !! " geram Xavier yang tak habis pikir kenapa penjaganya juga terkejut melihat alat alat itu , sama seperti dirinya .
" Aku tidak mau tahu ! Cepat buatkan susu untuk anakku ... jika tidak enak atau dia tidak mau meminumnya maka bersiaplah untuk mendapat hukuman !!! "
" B-baik Tuan .... " sahut penjaga itu gugup .
Xavier kembali ke ruang tidur tempat putranya tadi ia tinggalkan , tapi ia dikejutkan ketika tak mendapati siapapun di kamarnya . Matanya terbelalak ketika pintu kaca menuju balkon kamar terbuka lebar , mereka tinggal di kamar paling atas di hotel tiga puluh lantai dan artinya mungkin saja putranya sedang ada di luar dan membahayakan nyawanya !!
" Ethan !!! Boy .... di mana kau ?! " panik Xavier segera berlari ke arah balkon , jantungnya semakin terpacu ketika melihat sebuah miniatur mainan tergeletak di sofa yang berada di luar kamarnya .
Dua penjaga langsung masuk ke dalam kamar ketika mendengar teriakan tuan mereka yang sangat keras .
" Cari putraku !! Kerahkan semua pengawal untuk mencari putraku , aku bunuh kalian semua jika terjadi apa apa padanya !!! " pekik Xavier seperti hilang kendali .
Pria itu meraup kasar wajahnya ketika melihat nama yang tertera di ponselnya , ternyata Reina sedang menelponnya . Sepertinya akan habis riwayatnya saat istri tercintanya mengetahui putranya hilang entah kemana .
__ADS_1
" Ya sayang ?? "
" Kalian baik baik saja kan , aku lupa memberitahukan kebiasaan Ethan jika dia lelah pasti dia akan meminta susu dan akan tertidur dengan sendirinya . Pastikan suhunya dingin karena sedikit saja kepanasan maka anak itu akan rewel! " kata Reina dari seberang sana .
" Ya sayang , tenang saja ... "
Xavier kembali ke dalam kamar untuk memastikan sesuatu , pantas saja Ethan tidak ada di ranjang seperti saat ia tinggalkan karena suhu kamar tidak terlalu dingin . Mungkin Reina menyetelnya normal ketika akan meninggalkan kamar saat sarapan tadi pagi .
" Jangan jangan .... "
Xavier berlari ke arah kamar mandi , dan benar saja bocah gembul itu malah tertidur di bath up dengan berbantal salah satu boneka kesayangannya . Hatinya serasa tercubit ketika melihat putranya tampak sangat kelelahan , ada rasa bersalah karena tadi menolak permintaan istrinya untuk tidak mengantarkan kerumah sakit tapi tetap bersama putranya .
" Kau apakan dia ??? Bagaimana bisa ia tertidur di dalam sana !!! "
" Sayang ....." lirih Xavier yang tiba tiba melihat istrinya sudah ada di belakangnya .
" Tuan ... ini susu untuk Tuan Muda " seorang penjaga yang tadi ia tugasi membuat susu datang dengan penampakan yang tidak karuan . Baju dan mukanya penuh dengan bubuk putih yang Reina yakin adalah susu putranya . Sebagian baju pengawal itu juga basah . Dan botol susunya terlihat mengembun di dalamnya , tanda jika susu didalamnya terlalu panas .
__ADS_1
Reina menatap tajam suaminya , nafasnya terlihat mulai naik turun . Sedang Xavier hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , matanya sedang menatap tajam sang pengawal yang masih menegang botol susu putranya .
" Tunggu saja hukumanmu ..... "