Im Back

Im Back
83


__ADS_3

" Hei boy kau merindukan Daddy ?? " sapa Xavier pada putranya yang ada di kamar hotelnya ditemani salah satu penjaga . Sang penjaga yang mengetahui kedatangan tuannya segera mengundurkan diri .


" Mommy mana ?? Ethan mau sama Daddy Agie ... sekalang " tanya Ethan yang sudah ada dalam rengkuhan Daddynya .


Xavier menghela nafasnya , sepertinya ikatan batin antara anaknya dan ayah angkatnya begitu kuat . Terbukti Ethan tiba tiba sangat ingin bertemu dengan pria bernama Augusto itu .


" Daddy Agie sedang sangat sibuk , mungkin lusa kita baru bisa bertemu . Sekarang Ethan main sama Daddy dulu , tapi sebelumnya Ethan makan dulu biar bertambah kuat ! " kata Xavier , dia berpikir mungkin bocah gembul itu sudah lapar karena hari sudah menjelang malam . Sudah setengah hati mereka meninggalkan putranya hanya bersama para para pengawalnya .


" No ... Ethan sudah makan loti tadi sama paman . Ethan mau mimi susu ! "


" Hahh .. susu ?? "


Xavier menggaruk tengkuknya , ia bisa mengerjakan semua laporan keuangan dengan mudah tapi hal yang diminta putranya sepertinya adalah hal tersulit yang pernah ia dengar .


Dia segera menuju ke pantry tempat dimana sang istri kemarin membuatkan susu untuk putranya . Pria itu melihat sebuah botol susu dan sebuah alat yang dia tidak tahu apa manfaatnya . Ditambah lagi dengan dengan satu toples kecil bubuk putih dan sendok takar kecil di dalamnya . Semakin ia lihat kepalanya malah semakin pusing , akhirnya pria itu menelpon salah satu penjaganya agar masuk ke kamarnya .


" Masuklah , aku butuh bantuanmu ... " kata Xavier dengan menunjuk semua hal yang membuatnya bingung .

__ADS_1


" Maaf Tuan ... tapi itu apa !? " tanya penjaga tak kalah bingungnya . Mungkin dia juga baru melihat benda benda seperti yang ada di depannya . Benda benda kecil yang sepertinya sangat rumit untuk dirangkai , ia tak pernah merangkai senjata dengan komponen seperti yang ada di depannya .


" Kenapa kau bodoh sekali !! ltu alat untuk membuat susu !! " geram Xavier yang tak habis pikir kenapa penjaganya juga terkejut melihat alat alat itu , sama seperti dirinya .


" Aku tidak mau tahu ! Cepat buatkan susu untuk anakku ... jika tidak enak atau dia tidak mau meminumnya maka bersiaplah untuk mendapat hukuman !!! "


" B-baik Tuan .... " sahut penjaga itu gugup .


Xavier kembali ke ruang tidur tempat putranya tadi ia tinggalkan , tapi ia dikejutkan ketika tak mendapati siapapun di kamarnya . Matanya terbelalak ketika pintu kaca menuju balkon kamar terbuka lebar , mereka tinggal di kamar paling atas di hotel tiga puluh lantai dan artinya mungkin saja putranya sedang ada di luar dan membahayakan nyawanya !!


" Ethan !!! Boy .... di mana kau ?! " panik Xavier segera berlari ke arah balkon , jantungnya semakin terpacu ketika melihat sebuah miniatur mainan tergeletak di sofa yang berada di luar kamarnya .


Dua penjaga langsung masuk ke dalam kamar ketika mendengar teriakan tuan mereka yang sangat keras .


" Cari putraku !! Kerahkan semua pengawal untuk mencari putraku , aku bunuh kalian semua jika terjadi apa apa padanya !!! " pekik Xavier seperti hilang kendali .


Pria itu meraup kasar wajahnya ketika melihat nama yang tertera di ponselnya , ternyata Reina sedang menelponnya . Sepertinya akan habis riwayatnya saat istri tercintanya mengetahui putranya hilang entah kemana .

__ADS_1


" Ya sayang ?? "


" Kalian baik baik saja kan , aku lupa memberitahukan kebiasaan Ethan jika dia lelah pasti dia akan meminta susu dan akan tertidur dengan sendirinya . Pastikan suhunya dingin karena sedikit saja kepanasan maka anak itu akan rewel! " kata Reina dari seberang sana .


" Ya sayang , tenang saja ... "


Xavier kembali ke dalam kamar untuk memastikan sesuatu , pantas saja Ethan tidak ada di ranjang seperti saat ia tinggalkan karena suhu kamar tidak terlalu dingin . Mungkin Reina menyetelnya normal ketika akan meninggalkan kamar saat sarapan tadi pagi .


" Jangan jangan .... "


Xavier berlari ke arah kamar mandi , dan benar saja bocah gembul itu malah tertidur di bath up dengan berbantal salah satu boneka kesayangannya . Hatinya serasa tercubit ketika melihat putranya tampak sangat kelelahan , ada rasa bersalah karena tadi menolak permintaan istrinya untuk tidak mengantarkan kerumah sakit tapi tetap bersama putranya .


" Kau apakan dia ??? Bagaimana bisa ia tertidur di dalam sana !!! "


" Sayang ....." lirih Xavier yang tiba tiba melihat istrinya sudah ada di belakangnya .


" Tuan ... ini susu untuk Tuan Muda " seorang penjaga yang tadi ia tugasi membuat susu datang dengan penampakan yang tidak karuan . Baju dan mukanya penuh dengan bubuk putih yang Reina yakin adalah susu putranya . Sebagian baju pengawal itu juga basah . Dan botol susunya terlihat mengembun di dalamnya , tanda jika susu didalamnya terlalu panas .

__ADS_1


Reina menatap tajam suaminya , nafasnya terlihat mulai naik turun . Sedang Xavier hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , matanya sedang menatap tajam sang pengawal yang masih menegang botol susu putranya .


" Tunggu saja hukumanmu ..... "


__ADS_2