Im Back

Im Back
158


__ADS_3

" Aku tidak tahu harus senang atau tidak karena bisa melihatmu kembali Benedict Marcos !! Dari awal kau adalah panutanku tapi aku tidak menyangka jika kau punya sisi pengecut seperti ini !! " ujar Antonio yang berjalan mendekat ke arah saudara yang sudah lama tidak ia temui .


" Aku tidak akan menyangkal itu ! Tapi apapun yang aku lakukan punya alasan yang kuat ... "


BUUGGHHHH ....


" Tapi apapun alasanmu sudah membuat lbuku bagai hidup dalam neraka !!! Apapun alasanku kau membuat darah dagingnya menjadi seorang yatim !! " Xavier merangsek dan memukul tiba tiba pria yang memunggunginya hingga Ben terjatuh , dan kesempatan itu digunakan Xavier untuk memukuli ayah kandungnya dengan membabi buta .


Greg yang sebenarnya sedikit kaget langsung berusaha menjauhkan tubuh Xavier yang sudah menindih tubuh tua Benedict . Pria itu berteriak.pafa Antonio yang malah hanya berdiri.memsting melihat kejadian itu .


" Jangan ada yang menghentikannya , biarkan dia mengeluarkan semuanya ! Menyingkirlah Greg .... " ujar Ben dengan tatapan tajam.pada putranya .


Walau ragu akhirnya Greg melepaskan cekalannya pada tubuh Xavier , tapi matanya tetap waspada mengawasi untuk mencegah hal yang tak di inginkan terjadi . Antonio melihat kearahnya dan menggelengkan kepalanya seakan berkata jika sebaiknya mereka pergi dari ruangan itu . Antonio ingin memberikan ruang pada ayah dan anak itu untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri .

__ADS_1


" Kenapa berhenti ? Pukul lagi !! Ayo keluarkan semua yang kau pendam selama ini ! Aku akui aku bukan suami yang baik untuk ibumu ... aku bukan ayah yang baik untukmu ... dan aku bukan pemimpin yang baik untuk klan kita . Maka dari itu aku pergi karena aku percaya kau bisa menggantikan ayah suatu saat nanti "


" Kau brengsek !!! "


Dan benar saja Xavier mengeluarkan semua amarahnya dengan memukuli ayahnya sendiri dengan membabi buta , segala sumpah serapah ia ungkapkan sebagai wujud rasa kecewanya dan Antonio sama sekali tidak mencegahnya karena jauh di lubuk hatinya pun ia ingin sekali menghajar Benedict kakaknya .


Hingga Xavier berhenti dan duduk bersimpuh dengan menundukkan kepalanya . Senyumnya terlihat getir karena baru ia menyadari jika diapun bukan ayah ataupun suami yang baik untuk anak dan istrinya .


" Kita impas Nak ... aku menghajarmu untuk menantu dan cucuku ! Dan kau menghajarku untuk lbumu ... " ujar Ben yang masih tergeletak di lantai , mata pria itu terpejam seakan menikmati semua rasa sakit yang diberikan putranya . Rasa sakit yang pantas ia rasakan karena sudah menyakiti istri dan anaknya .


" Maaf , akupun juga jauh dari kata sempurna ! Ayah pantas menghajarku .... jika ayah pergi karena menjaga perasaan ibuku maka aku mengusir anak dan istriku karena egoku ! Ayah pergi karena tidak ingin ibu terluka seumur hidupnya dengan mengetahui jika sampai kapanpun kau tidak akan bisa mencintainya .... "


Xavier bangkit dan mengangkat bahu ayahnya agar duduk bersamanya , dua pria itu kemudian duduk bersisian dengan sama sama menundukkan kepalanya .

__ADS_1


" Apa dia sudah bercerita semuanya padamu ?! "


" Sebenarnya lbu tidak ingin bercerita apapun , tapi tindakan bodohku yang memaksanya untuk membuka luka lamanya " jawab Xavier mulai tenang , tidak berapi api seperti saat awal melihat ayahnya yang ' bangkit ' dari kematian .


" Seharusnya kalian bisa menemukan cara lain jika memang tidak saling mencintai ... cinta tidak bisa dipaksakan ! " kata Xavier dengan sudut mata melirik ayahnya yang terlihat menyeka tetesan darah di sudut bibirnya , ada rasa bersalah karena sudah melampiaskan emosinya pada sang ayah .


" Jika kami tidak disatukan pernikahan maka mungkin kau tidak hadir di dunia ini , semua sudah ditakdirkan sayang .... "


" Ibu .... "


" Magdalena , kau ??! " gumam Benedict yang melihat putra angkat dan adik kandungnya tepat ada di belakang wanita yang sudah lama ingin ia temui . Dia tak menyangka Augusto punya ide gila untuk menghadirkan wanita itu ke pulau ini .


" Semua harus selesai sekarang Dad ! "

__ADS_1


" Dia benar ... kalian selesaikan semua malam ini . Disini !! " Antonio menimpali dengan senyum penuh arti .


" Kalian benar benar ... "


__ADS_2