Im Back

Im Back
86


__ADS_3

Sayaaaanngg .... " sapa Xavier yang melihat istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi , lingerie satin berwarna merah muda yang di kenakan istri cantiknya membuat otaknya kembali melayang .


Senyumnya melebar ketika tubuh sintal itu perlahan berjalan mendekat ke arahnya walau ekspresi wajah cantik itu tampak datar menatapnya , tak ada senyum yang terukir di bibir candunya itu . Xavier langsung merentangkan tangan untuk menyambut kedatangan sang istri yang mulai mendekat padanya . Sepertinya wanita cantik itu sudah mereda kemarahannya .


Karena kecerobohannya ia membiarkan putra mereka tertidur di kamar mandi dan membuat susu yang ia pikir mudah ternyata lebih sulit daripada membuat neraca laporan keuangan perusahaannya . Pria itu tak menduga jika akan serumit ini mengasuh seorang anak . Tiga tahun ini pasti adalah masa yang sangat sulit untuk istrinya karena selain mengasuh anak , wanita itu juga harus merintis karirnya .


Tapi mata pria itu memicing karena wanita cantik itu bukan masuk ke dalam pelukannya , tapi hanya sekedar mengambil jubah tidur yang ada di atas bantalnya .


" Sayang mau kemana !!? " tanya Xavier meraih satu tangan istrinya dan menariknya lembut agar masuk ke dalam rengkuhannya , wangi tubuh desainer cantik itu yang membuatnya betah berlama lama memeluknya .


" Ckk lepas !! Aku mau menemani Ethan , aku tidak mau dia bangun dan tidur di kamar mandi lagi !! " sindir Reina memandang sebal ke arah suaminya .


" Oh God , aku sudah minta maaf untuk hal itu sayang ! Ethan adalah pengalaman pertamaku , jadi aku minta bersabarlah untuk mengajariku tentang semua hal menyangkut jagoan kita . Jangan marah sayang ... itu sangat menyiksaku ! "


Mau tak mau Reina membalas pelukan suaminya , ia sadar ia juga bersalah dalam hal ini . Suaminya ataupun para penjaga itu pasti belum punya pengalaman tentang mengasuh anak . Mungkin mereka bisa menemani bermain , tapi tidak untuk mengerti kebutuhan Ethan .


" Aku juga minta maaf ... " kata Reina memeluk erat suaminya dan naik ke pangkuannya . Perlahan tangannya menyapu rahang sang suami yang di tumbuhi oleh bulu bulu yang sedikit kasar , mungkin tadi saat membersihkan diri belum sempat bercukur karena melihatnya marah marah .

__ADS_1


" Kasar ya ? Ehmm tadi tidak terpikirkan untuk bercukur , melihatmu marah membuat moodku sangat buruk ! " kata Xavier menggigit lembut dagu sang istri yang duduk di pangkuannya .


Reina hanya terkekeh mendengarnya , ia memang sempat emosi mendapati putranya meringkuk di dalam bath up . Tapi ia bisa melihat rasa bersalah yang besar di mata suaminya .


" Apa yang bisa aku lakukan untuk membuat moodmu membaik ??! " bisik Reina di telinga sang suami yang wajahnya langsung cerah ketika mendengar pertanyaan itu .


" Kau sangat tahu jawabannya sayang ! " sahut Xavier bersemangat , bayangan malam panas mereka kembali terbayang di otaknya . Semalaman ia memimpin permainan karena istrinya masih terlalu malu untuk mengambil alih .


" Tapi aku ingin menghukummu terlebih dahulu ... aku ingin kau seharian tidak bisa keluar kamar " kata Reina mulai membuat jejak keunguan di leher suaminya , bukan hanya satu tapi sengaja ia membuat di beberapa titik yang bisa jelas terlihat .


Bukannya mengeluh Xavier malah terlihat sangat menikmati setiap hisapan hisapan kuat dari istrinya , mulutnya mendesis setiap kali Reina membuat jejak baru di kulitnya . Dua tangannya tak tinggal diam , sangat sayang jika ia melewatkan momen ini begitu saja .


" Sayaaaanngg .... boleh ya !?? " lirih Xavier yang tak tahan lagi untuk menghisap sumber susu yang sudah tergantung sempurna di depannya . Tapi sebelum melaksanakan niatnya bunyi bel pintu mengacaukan konsentrasinya . Dan yang membuatnya geram adalah bel itu terdengar berulangkali hingga istrinya turun dari pangkuannya .


" Sayang ...."


" Aku buka dulu pintunya , siapa tahu ada kabar penting yang harus kita ketahui ! Nanti kita teruskan lagi " kata Reina sambil mencium sekilas bibir suaminya , ia tahu hasrat pria itu sudah ada di puncaknya .

__ADS_1


Setelah memakai jubah tidurnya Reina beranjak untuk membuka pintu ruang tamunya . Tampak olehnya salah satu penjaga ada di depan pintu dengan menundukkan kepalanya . Pria bertubuh tegap itu tak berani menatap belahan jiwa atasannya karena sangat tahu resikonya .


" Ada apa !? "


" Saya hanya ingin memberitahukan jika nona Clara baru saja mengamuk di kantin rumah sakit ! Dan orang orang Tuan Agie membawanya pulang ke kediaman . Maksud saya sekarang Tuan Agie hanya di jaga oleh beberapa pengawal ! "


Reina mengangguk tanda ia mengerti dengan maksud pengawal melaporkan hal itu . Sekarang ia butuh seseorang yang bisa merawat Agie dengan intensif , yang benar benar mengerti bagaimana merawat seseorang yang sedang sakit .


" Aku akan mengurusnya , besok pagi akan ada perawat yang mengurusnya hingga sembuh total . Sekarang bisakah kita meneruskan yang tadi ?? "


Sang pengawal langsung tahu diri dan pamit mengundurkan diri , sedang Reina langsung mencubit perut datar suaminya yang tak berubah berfilter jika bicara .


" Sayang .... "


Reina sedikit terkejut ketika tubuh tinggi besar itu mendorongnya hingga punggungnya merapat ke pintu . Dengan gerakan cepat satu kakinya sudah diangkat dan berada di pinggang suaminya .


" Kau mau apa ?? " panik Reina yang melihat Xavier mengeluarkan sesuatu yang sudah tegak sempurna .

__ADS_1


" Hanya menyelesaikan yang tadi tertunda sayang ... "


__ADS_2