
Setelah berbicara dengan tim dokter yang menangani kesehatannya akhirnya Agie sore ini juga bisa pulang ke kediamannya . Awalnya para dokter masih keberatan jika Agie pulang secepat itu, tapi karena pria itu bulat dengan niatnya terpaksa dokter mengijinkan walaupun dengan syarat pria itu harus patuh dengan aturan perawat pribadinya demi kesehatannya .
Luka diperutnya memang tidak mengenai organ dalam tapi luka itu cukup dalam hingga dikhawatirkan jika Agie terlalu banyak beraktivitas membuat lukanya akan terbuka lagi . Atau bisa lebih parah yaitu timbulnya infeksi yang akan memperparah lukanya .
" Selamat datang ke rumah kembali !! " sambut Reina dan Clara ketika melihat Agie datang dengan kursi rodanya . Mereka langsung menuju kamar Agie yang ada di lantai bawah untuk mempermudah perawat membawanya .
" Hai saya perawat Tuan Augusto , Ellaine Macey ! Semoga ke depannya kita bisa bekerjasama agar Tuan Augusto cepat sembuh ! " sapa El ketika melihat dua wanita cantik di depannya . Dia mengenal salah satu wanita berambut coklat keemasan itu , dia Reina J Walker . Desainer ternama yang sudah menjadi idola hampir semua wanita .
" Hai El , jangan terlalu formal kepada kami . Dan panggil saja dia Agie , begitu kami memanggilnya . Embel embel tuan terasa janggal di telinga kami " sahut Clara beramah tamah .
Reina dan Clara saling memandang penuh arti ketika melihat dan mulai mengenal perawat pribadi yang diberikan Xavier .
" Cantik ... " lirih mereka dengan melempar senyum , awal melihat mereka sudah suka dengan sang perawat karena wanita itu terlihat sangat ramah .
" Haaahhhh akhirnya sampai di rumah juga ... aku tidak suka bau rumah sakit ! Sekarang aku bisa makan apapun yang aku mau , aku sudah terbebas dari makanan hambar !! " kata Agie dengan mengangkat kedua tangannya . Tapi kebahagiaannya hilang seketika saat sang perawat memperingatkannya .
__ADS_1
" Jangan membuat gerakan tubuh yang berlebihan , jahitan diperut anda masih belum kering sempurna Tuan ... maksud saya Agie !! Maaf sepertinya saya belum terbiasa hanya memanggil nama saja . Sudah malam sebaiknya anda istirahat , sebelumnya saya akan membersihkan Anda terlebih dahulu karena sore tadi anda belum sempat saya bersihkan ! "
Dan reaksi Agie membuat Reina dan Clara tertawa kecil , pria itu menyilang kan kedua tangannya di depan dadanya .
" Apa yang akan kau lakukan padaku !??? " ketus Agie yang kini sudah menutup tubuhnya sebatas leher . Tak bisa ia bayangkan jika seorang wanita yang baru di kenalnya akan membersihkan tubuhnya . Seumur hidup hanya ibunya yang dulu pernah memandikannya saat kecil .
" Saya hanya akan membasuh apa yang masih bisa terlihat oleh mata saya . Saya tidak akan lancang menyentuh area pribadi anda jika tidak di ijinkan ... "
" Tentu saja tidak ... kau pikir aku adalah pria murahan yang bisa disentuh sembarang wanita !? "
Sampai di luar kamar Clara mengikuti langkah Reina yang berjalan menuju halaman depan kediaman mereka . Jam sudah menunjukkan lewat jam makan malam tapi suami dan putranya tidak juga datang . Tadi dia sudah memberitahu suaminya jika dia berada di kediamannya sendiri .
" Belum juga bisa di hubungi ?! " tanya Clara yang melihat Reina terus saja berusaha menghubungi suaminya lewat ponsel . Dan sahabatnya hanya menggelengkan kepala tanpa melihat ke arahnya , rasa khawatir dan marah sangat jelas terpancar di wajah cantik itu .
BRRUUUMMMM ....
__ADS_1
Suara sebuah mobil membuat dua wanita itu menoleh , dan Ethan langsung berlari ke arah ibunya dengan senyum bahagianya . Sedang Xavier hanya tersenyum kearah istrinya dengan menggaruk tengkuknya, dia tahu wanita cantik belahan jiwanya itu sedang murka . Dan ini kali kedua ia membuat istrinya marah marah .
" Ponselku lowbatt sayang , kami mengunjungi Paman Antonio di pinggir kota . Kau tahu kan dia tidak akan pernah mau hidup di tengah keramaian kota besar . Ethan tidak rewel , dia juga sempat tertidur di mobil ! " jelas Xavier agar emosi istrinya mereda .
" Tadi Ethan punya banyak teman belmain Mom !! Disana banyak kelinci kelinci besal yang bunyinya guk ..guk ( menirukan suara anjing ) . Disana juga banyak mainan pistol pistolan seperti yang pernah di belikan Daddy Agie , tapi walnanya item semua ! Tadi Daddy ajali Ethan menembak dolll ... doollll seluuuu !!! "
Xavier meraup wajahnya kasar , padahal dia sudah mengatakan pada putranya untuk tidak mengatakan kegiatan mereka hari ini pada Mommynya . Tapi sepertinya bocah itu lupa ...
" Daddy juga bilang tidak boleh bilang sama Mommy kalau Ethan main pistol ... " lanjut Ethan yang spontan membuat Clara tertawa , sepertinya akan ada perang besar malam ini di kediamannya .
" Cla .. tolong bawa Ethan ke kamarnya , aku ingin bicara dengannya lebih dulu !! " kata Reina dengan pandangan sengit ke arah suaminya .
" Baik ... Ayo Ethan sama Aunty Cla !! Nanti ceritakan apa yang sudah kau bidik dengan peluru peluru yang kau tembakkan " kata Clara meledek pria yang pasti akan mendapat awan panas dari istrinya .
" Sayang .... "
__ADS_1