Im Back

Im Back
122


__ADS_3

" Kalian ... " lirih Clara tertahan dengan membekap mulutnya sendiri , tanpa terasa air mata sudah menggenangi dua sudut matanya . Wanita itu melihat orang orang yang selama ini sangat ia rindukan .


" Hai , ijinkan kami melihatmu menikah ! Tidak apa apa jika kau masih tidak mau pulang tapi setidaknya ijinkan kami melihatmu bahagia . Calon suamimu yang memboyong kami ke sini , Antonio meyakinkan kami jika kau tidak akan lari lagi ketika melihat kami semua berada disini " ujar seorang wanita parubaya yang masih terlihat cantik yang berada dalam pelukan seorang pria , mereka tampak saling menguatkan . Mereka belum berani mendekat ke arah putri mereka .


" Mommy ... "


" Bertahun tahun kami membiarkanmu berada diluar karena kami sangat mencintaimu . Kami takut jika kami memaksa menjemputmu untuk pulang maka kau bisa lari lebih jauh dari kami ... "


" Daddy .... "


" Hai princess kau tidak lupa pada kami bukan ? Dulu kau bilang kami adalah dua pangeran paling tampan yang akan mengantarmu sampai ke altar pernikahanmu . Memastikan jika pangeran berkuda putihmu akan selalu bersikap baik padamu ! Sekarang kami disini untuk menunaikan permintaanmu ... "

__ADS_1


" Kakak ... " lirih Clara melihat dua pria muda yang tersenyum kepadanya .


Antonio meraih tubuh calon istrinya yang sepertinya ingin luruh ke bawah . Sosok wanita kuat itu menjadi begitu lemah saat ini , Isak tangis tertahannya membuat siapapun bisa merasakan hebatnya tekanan di batinnya .


" Mereka ada di sini untuk kita , jadi jangan menangis sayang " bisik Antonio agar Clara tidak bertambah histeris . Semalam dia meminta beberapa orangnya untuk menjemput keluarga calon istrinya agar menjadi saksi di pernikahan mereka .


" Kalian disini .... kalian disini !! " lirih Clara ketika sang ibu berlari memeluknya , dua pria muda itu tampak menahan tubuh dua wanita itu agar tidak terjatuh . Sedangkan pria parubaya yang dipanggil sebagai Daddy berjalan ke arah Antonio dan menepuk bahunya .


" Saya akan menjaganya dengan nyawa saya Tuan Philippe Dawson . Putri anda akan menjadi prioritas utama dalam hidup saya ! " sahut Antonio yang sebelumnya memang sempat datang ke rumah keluarga Dawson karena yakin bahwa Clara akan menjadi satu satunya wanita dalam hidupnya .


" Kau semakin cantik sayang ! " ujar Nyonya Dawson membelai rambut putrinya yang masih terisak di pelukannya .

__ADS_1


" Mana bisa aku cantik ! Riasanku pasti akan pudar karena air mataku , eyelinerku pasti sudah meleleh . Aku sudah seperti zombie Mom ! " kata Clara merajuk dan menyembunyikan wajahnya yang ia yakin sudah sangat berantakan . Ada cairan hitam di pipinya ketika ia menyapu dengan tangannya .


" Kau masih seperti dulu sayang , Mommy sangat merindukanmu ! Sayangnya kau tidak mau pulang hanya gara gara salah paham pada kami . Kenapa kau bisa berpikir jika kami membencimu hanya karena dua kakakmu sudah menjadi sukses !!? Kau putri kecil kami ... selamanya akan seperti itu !! "


" Mom ... jangan dibahas lagi ! Atau bulu matanya akan lepas karena dia menangis lagi ! " goda salah satu kakaknya yang malah membuat suara isakan wanita itu bertambah keras.


" Ckk jangan menggoda adikmu ! Sekarang kita ke toilet , Mommy bantu untuk memperbaiki riasanmu karena sebentar lagi waktunya kalian menikah . Kau akan membuat Tuan Antonio lari dengan riasan berantakan seperti itu ! " kata Nyonya Dawson menggandeng putrinya untuk mencari toilet untuk sekedar membenahi riasan putrinya .


" Tenang saja Mom ! Aku sudah membuatnya tergila gila jadi tidak mungkin dia akan lari , dia bilang hanya aku yang bisa berada di atasnya tanpa dia memintanya ... " sahut Clara dengan mengerlingkan satu matanya , dia tertawa melihat raut Antonio yang terlihat salah tingkah .


" Awas kau ... "

__ADS_1


__ADS_2