Im Back

Im Back
125


__ADS_3

Semalam Xavier pergi dengan alasan pergi keluar kota untuk kepentingan bisnisnya , tapi Reina tahu jika pria itu sengaja pergi agar tidak melihatnya . Dari perkataan suaminya mungkin saja dulu Benedict Marcos mempunyai hubungan khusus dengan ibunya .


Pagi ini juga ia ingin mengunjungi kediaman Jones untuk mencari tahu tentang itu . Dulu saat ia masih kecil dia sering melihat ibunya menulis di sebuah buku diary , dia berharap buku itu masih ada agar bisa menyangkal setiap tuduhan keji yang dilayangkan Xavier kepada ibunya .


Setelah memastikan memang ada sebuah hubungan antara ibunya dan keluarga suaminya maka dia sendiri yang akan bertanya kepada Magdalena tentang foto yang ia lihat di ruang kerja Benedict Marcos .


" Kau mau ikut Mommy ke kediaman Grandpa !? " tanya Reina pada putranya yang sedang disuapi oleh seorang maid . Bocah itu tampak melangkah mendekati ibunya .


" Mommy mau ke makam Glandpa ?? "


" No ... Mommy mau datang ke rumah Grandpa saat masih hidup ! ltu rumahmu juga sayang " jawab Reina dengan lembut , dari semalam.ia sudah sangat menahan dirinya agar tidak memperlihatkan masalah yang ia hadapi dengan suaminya hanya agar Ethan tetap nyaman berada di dekat mereka .


" Kau akan pulang lagi sayang ?? "


Suara Magdalena membuat Reina dan Ethan menoleh bersamaan , bocah gembul itu langsung berlari ke arah neneknya .


" Glandma janji hali ini bawa Ethan lihat macan besal , gajah dan bulung unta ... Ethan mau sama Glandma !! " seru Ethan dengan wajah berbinar , sepertinya Magdalena sudah menjanjikan sesuatu pada bocah itu .

__ADS_1


" Apa tidak apa apa jika aku tinggalkan Ethan bersama lbu ?? Dia pasti akan membuat lbu lelah , dia anak yang sangat aktif " ujar Reina , dia takut jika putranya akan membuat lelah ibu mertuanya .


" Ibu senang menemaninya bermain , lagipula ibu juga akan membawa beberapa maid untuk membantu lbu nanti . Pergilah ! Percayakan Ethan pada lbu .... "


" Aku sangat percaya pada lbu , terimakasih Bu "


Setelah ibunya pergi Ethan segera naik ke pangkuan neneknya , Magdalena mengambil alih piring sarapan Ethan dari tangan maid . Wanita itu ingin menyuapi cuci semata wayangnya , satu satunya penerus klan Marcos saat ini .


" Kalau nanti Glandma beli es krim yang banyak apa Ethan boleh memintanya !? "


" Tentu saja semua yang Grandma punya adalah milikmu , memangnya kenapa sayang !? " tanya Magdalena sambil menyiapkan satu sendok penuh scramble egg yang dimasak bersama keju dan kacang polong . Sarapan favorit putranya yang ternyata juga disukai oleh cucunya .


Magdalena diam dan mencerna kata kata cucunya , tapi sejurus kemudian ia memeluk cucu kesayangannya itu . Ternyata kedatangan Xavier di ruang kerja ayahnya berdampak buruk pada pernikahannya . Putranya melampiaskan emosinya pada istrinya tanpa memikirkan dampaknya pada putranya , Ethan .


*


Ketika sampai Reina segera masuk ke dalam kediamannya , dia bernafas lega ketika melihat suasana terlihat seperti dulu . Banyak.msid yang tampak membersihkan setiap sudut rumahnya yang kemarin tampak tidak terawat . Suaminya benar benar mengatur semuanya dengan sangat baik .

__ADS_1


Wanita itu segera berjalan menuju arah ruang perpustakaan yang di miliki keluarganya . Ruangan itu dibuat terpisah dari bangunan utama , mungkin ayahnya membuat ruangan itu terpisah agar suasana didalamnya lebih tenang .


Reina ingat dulu ibunya sering menghabiskan waktunya disana , selain membaca wanita itu sangat sering menulis sesuatu di buku hariannya . Waktu itu Reina mengira ibunya hanya menulis tentang kegiatan kesehariannya saja .


Mungkin karena lama tak terpakai sekitar lima orang maid sedang membereskan dan membersihkan tempat itu .


" Nona ingin membaca ? Tapi kami belum selesai membersihkannya . Maaf banyak sekali debu disini , mungkin Nyonya Lorena mengabaikan tempat kesayangan Nyonya Sophie ini ! " ujar salah satu maid yang kembali bekerja setelah dipanggil bekerja lagi oleh kepala pelayan .


" Teruskan saja pekerjaan kalian , aku hanya ingin melihat lihat " sahut Reina ramah .


Beberapa saat mencari tapi ia tak menemukan satupun buku milik ibunya . Yang ada hanyalah buku buku bacaan pengetahuan ataupun buku cerita . Lelah mencari ia kemudian duduk di kursi yang dulu selalu digunakan ibunya duduk , kursi yang terletak dipinggir jendela . Disana Reina bisa merasakan segarnya udara taman samping mansion .


Sampai semua maid selesai dan pergi dari ruangan itu Reina masih setia duduk ditempatnya . Dia benar benar merindukan saat saat dia masih bisa berbahagia dengan Daddy dan Mommynya . Bersama mereka dia tak pernah kekurangan kasih sayang .


Ketika ingin beranjak dia melihat satu buku menonjol letaknya di antara buku lainnya di deretan rak , sebuah buku nonfiksi yang menjadi favorit ibunya dulu .


" Kenapa terlihat tidak rapi ... " lirih Reina melihat buku itu , dia melangkah mendekat dan mendorong buku ke dalam itu agar rapi seperti buku lainnya . Tapi ia dikejutkan dengan suara pintu yang terbuka , ia melihat bagian rak buku yang tadi dia dorong sedikit terbuka .

__ADS_1


Reina terkejut karena sepertinya rak itu adalah sebuah pintu rahasia . Ada ruangan tersembunyi disana , dan ketika ia melangkah masuk ia dibuat terpana dengan isi ruangan itu .


" Mommy .... "


__ADS_2