Im Back

Im Back
42


__ADS_3

" Dokter Jake .... "


Jake terbangun ketika mendengar suara samar memanggilnya , dan ketika ia membuka matanya seorang bidadari sudah ada di depannya . Pria itu melihat sekelilingnya untuk memastikan apa dia sudah ada di dalam surga . Tapi ia tersenyum dan menganggap dirinya sangat konyol karena ternyata ia ada di rumah kecil yang ada di belakang klinik miliknya .


" Selamat pagi Dokter Jake , tidak seharusnya anda tidur di keluar seperti ini hanya untuk menunggu kami . Hawanya sangat dingin ... " Reina meletakkan secangkir kopi di meja kecil yang ada di samping sofa panjang tempat Jake tidur tadi malam .


Di rumah kecil itu ternyata ada dapur kecil yang bisa digunakan untuk sekedar membuat minum , Reina berpikir untuk membuat secangkir kopi sebagai tanda terima kasihnya karena dokter mantan kekasihnya itu sudah begitu perhatian pada putranya .


" Saya sudah biasa tidur di luar seperti ini , lagipula sudah kewajiban saya untuk merawat Ethan karena dia pasien saya . Bagaimana dia ? Apa dia masih demam ? " tanya Jake beranjak masuk ke dalam untuk melihat keadaan Ethan . Bocah gembul itu ternyata masih terlelap dengan memeluk satu boneka di tangannya .


Perlahan Jake meletakkan punggung tangannya ke dahi anak tersebut kemudian memeriksa nadinya .


" Bagaimana dia ?! " tanya Reina yang melihat Jake terlihat menghela nafasnya .


" Pria jagoanmu sangat tangguh , tenang saja Nyonya dia baik baik saja . Suhu tubuhnya sudah normal " jawab Jake sambil tersenyum , tapi kemudian dia diam . Dipandanginya wajah tanpa make up di depannya , baru ia sadari jika wanita sempurna didepannya punya banyak kemiripan dengan gadis masa lalunya . Hanya saja tidak ada kaca mata tebal yang bertengger di matanya .

__ADS_1


" Jangan memandangku seperti itu Dokter , itu tidak sopan ! " kata Reina dengan memalingkan wajahnya , baru dia sadar jika semalam sebelum tidur ia sudah membersihkan seluruh make up yang ada di wajahnya . Dan itu berarti wajah polosnya yang kini di lihat oleh Jake . Tidak menutup kemungkinan pria itu akan menyadari jika dia adalah Jenni .


" Maaf ... maaf jika kau harus bertemu dengan bajingan seperti aku lagi ! "


" Kau ... "


" Aku memberimu banyak luka dan tiga tahun kau melewati semua itu sendirian .. Jennifer Jones "


Reina tetap melihat ke arah putranya , dugaannya benar jika pria didepannya sudah menyadari siapa dirinya . Cepat ataupun lambat Jake ataupun Stacy akan menyadari identitas dirinya . Polesan wajah ataupun kemewahan yang dimilikinya tidak akan bisa selamanya menyembunyikan jati dirinya sebenarnya .


" Kau salah Dokter Jake yang terhormat , aku tidak pernah sendirian dalam hidupku . Aku punya sahabat yang bisa merasakan senang dan sudah bersamaku , dan aku punya Ethan ... dia yang membuatku bisa mencapai tahap ini ! " kata Reina tanpa mau melihat ke arah Jake yang terlihat menatapnya sayu .


Banyak pertanyaan yang ada di kepala Jake , tentang Ethan .. tentang hatinya ... tentang penyesalannya ! Tapi Jake tahu saat ini bukan waktu yang tepat . Meminta maaf pun sepertinya sudah tidak pantas karena kesalahannya terlalu besar .


" Jenni .... "

__ADS_1


" Apa kau mau mendengar aku mengenalkan diriku sekali lagi ? Namaku Reina Jones Walker ... Jennifer Jones terlalu lemah dan naif . Gadis itu terlalu percaya pada sebuah kata indah yang mereka sebut sebagai cinta . Nyatanya semua pria hanya melihat wanita hanya sebagai obyek fantasi liar mereka ! "


" Mommy ... "


Pembicaraan mereka terhenti ketika suara Ethan terdengar lirih , sepertinya bocah gembul itu sudah terbangun . Dua tangannya diangkat ke atas seakan meminta gendong , tapi dahi Reina mengernyit ketika sudah tangan mungil itu tidak mengarah padanya .


" Uncle Ethan mau main .... "


Jake terdengar tertawa kecil melihat tingkah lucu Ethan , bangun tidur langsung meminta ditemani untuk bermain .


" No ... kamu bahkan belum sarapan , Ethan boleh main tapi nanti setelah makan . Di lemari pendingin hanya ada telur , Mommy buatkan scramble egg untuk kalian ! Dan untukmu Dokter ... jangan berani berani mengajaknya bermain sebelum kalian sarapan ! "


" Aku mendengarmu say ... maksudku Reina , apa aku boleh memanggilmu seperti itu ?? "


" Terserah !! "

__ADS_1


Jake tersenyum lebar , dulu ia sangat sebal ketika mendengar omelan dari wanita didepannya . Tapi kini suara itu kini terdengar sangat merdu di telinganya , sungguh dia merindukan itu semua . Diapun sangat ingin makan makanan yang di masak oleh tangan wanita itu karena dulu tak sekalipun ia menyentuh semua makanan yang disediakan .


" Aku merindukanmu sayang ... " lirih Jake ketika Reina sudah berlalu pergi ke dapur . Pria itu kemudian menggendong Ethan untuk di bawa ke taman yang ada di samping rumah itu . Ada rasa yang membuncah di hatinya , dia tak peduli masa lalu wanita itu tapi ia bertekad untuk kembali mendapatkan hati wanitanya kembali .


__ADS_2