
Cuaca cerah membuat hawa terasa panas di atas laut , Reina yang sudah merasa tidak nyaman dengan baju yang di kenakannya segera ke kamar yang ditunjuk Xavier sebagai kamar miliknya . Pria itu berkata jika sudah menyiapkan semuanya disana .
Xavier yang sedang memangku putranya hanya tersenyum penuh arti ketika mengetahui jika ibu dari putranya sudah masuk ke kamar yang ditunjuknya . Sesuai dengan janjinya Xavier mengajak putranya untuk memancing . Kadang pria dingin itu terbahak ketika mendengar pertanyaan pertanyaan putranya yang terasa sangat menggelitik telinganya .
" Daddy apa nanti kita akan mendapat hiu yang besal !? "
" Mungkin saja , kau mau melihat hiu ?? " tanya Xavier yang merasa senang karena Ethan selalu bersemangat ketika melakukan apapun . Bocah gembul itu selalu aktiv dan ingin tahu tentang apa saja yang di lakukannya .
" No ... Ethan takut hiu ! Ethan cuma ingin bawa pulang hiu itu bial teman teman Ethan tidak nakal lagi , meleka bilang Ethan tidak tampan !! "
" Ha ... ha ... kau tahu seorang anak kecil selalu mengatakan sesuatu kebalikannya . Jika mereka bilang kau tidak tampan itu berarti mereka sedang memujimu tampan sekali !! Jika mereka bilang kau nakal berarti mereka sendirilah yang sebenarnya nakal !! " ujar Xavier menanggapi kata kata polos putranya .
Bocah itu diam seperti sedang berpikir , setelah itu dia menatap daddynya ...
" Ethan tidak jadi bawa pulang hiunya , dibikin ikan bakal saja "
" Tunggu sebentar lagi , jika nanti kita dapat ikan kita suruh mommy memasaknya " tapi mata Xavier teralihkan ketika mendapat penampakan teramat sangat indah di depannya .
__ADS_1
Seorang bidadari ada di atas dek kapal hanya dengan memakai bikini two piece yang memperlihatkan hampir seluruh tubuh mulusnya . Bikini minim jenis mikro berwarna kuning terang yang sangat kontras dengan kulit putihnya .
" Matikan semua cctv di dek atas dan pastikan tak seorang pun ada di sana , aku sendiri yang akan melenyapkan orang yang berani melihat atau datang kesana ... " Xavier tampak menghubungi kapten kapalnya . Tidak akan dia biarkan satu orang pun menikmati keindahan yang hanya menjadi miliknya .
" Daddy !!! Ada ikan !!! " pekik Ethan ketika melihat ikan di kaill yang dipegangnya , Xavier langsung mengambil alih dan mengangkat ikan yang terkait di kailnya . Seekor ikan tuna tidak terlalu besar tapi sudah cukup membuat putranya berjingkrak bahagia .
" Mommy !! Ethan dapat ikan besaaalllll !! Cepat tuluunnn ... " pekik Ethan pada ibunya yang sepertinya akan berjemur di dek atas . Reina sudah membawa handuk untuk alas dan satu botol besar sunblock yang akan dioles ke seluruh tubuhnya .
Reina turun menghampiri mereka , sebelumnya ia menggunakan atasan scarf transparan agar kulitnya tidak terkena matahari langsung ., tapi itu tak mengurangi keseksiannya dimata pria yang kini berdiri dihadapannya dengan tatapan memuja .
Xavier menggelengkan kepalanya pelan , sungguh dia tidak akan terima jika chef atau siapapun itu yang berada di dek bawah harus melihat sebuah keindahan yang hanya akan menjadi miliknya .
" Sayang , biar aku yang membawanya ke bawah . Kau disini agar bisa menikmati waktumu ... agar kalian bisa bersenang senang ! Kau akan memasak untuk kami tapi ketika ada di rumah . Setengah jam lagi kita akan makan siang ... " ujar Xavier yang kemudian berlalu membawa hasil tangkapannya .
Sedang Reina menuntun putranya kembali ke dek atas , pasti akan menyenangkan ketika berjemur dan membuat warna kulitnya eksotis .
" Mommy ... panas ! " rengek Ethan yang tak suka dengan panas matahari yang menyengat kulitnya . Reina hanya terkekeh kemudian menggendong bocah gembul itu menuju ke kamarnya . Ethan pasti lelah dan ingin beristirahat .
__ADS_1
Benar saja baru sebentar berbaring di ranjang bocah itu sudah memejamkan mata dengan nafas teratur , Ethan dengan mudahnya langsung tertidur . Wanita itu kemudian beranjak ingin meneruskan kegiatannya tadi , tapi ia urung turun dari ranjang ketika melihat seorang pria sudah berdiri di tengah pintu kamarnya .
Reina memalingkan wajah agar tidak terlena dengan tatapan penuh kerinduan dari mata biru itu sekaligus dari bentuk sempurna dari badan kekar yang hanya menggunakan celana pendeknya tanpa menggunakan atasan .
" Anak kita tertidur !? " tanya Xavier yang dijawab dengan anggukan pelan oleh bidadari di depannya . Pria itu melangkah masuk tanpa menutup pintunya kamar di belakangnya .
" Kau mau apa ??!! " panik Reina yang melihat Xavier berjalan menghampirinya , wanita itu segera beranjak dari ranjang karena merasa dirinya ' tidak aman ' di area itu .
"' Kau pikir apa yang bisa aku lakukan ? Aku hanya ingin mengatakan padamu ... aku amat sangat merindukanmu ! Aku hanya ingin bertanya sudahkan kau bisa memaafkan aku ? Sudah aku bilang jangan terlalu lama marah marah bukan ? Aku tidak akan bisa bertahan lama untuk tidak menyentuhmu ... kau sangat cantik sayang ! "
Reina berdecak ketika lagi lagi dua tangan itu sudah merengkuh erat pinggangnya . Bersentuhan langsung dengan kulit pria itu membuat pikirannya sedikit gila , bulu bulu halus di dada Xavier membuat bulu kuduknya merinding sempurna .
Reina meletakkan kedua tangannya diatas bibir Xavier yang sudah terasa semakin dekat dengan wajahnya .
" Jangan macam macam ! Atau Ethan akan terbangun dan rewel seharian karena tidurnya terganggu ... akkhhhhh " pekiknya tertahan ketika tiba tiba tubuhnya melayang dalam bopongan pria di depannya .
" Dan itu artinya kita bisa macam macam di tempat dimana Ethan tidak akan terganggu oleh kita .... " sahut Xavier tak peduli dengan pukulan pukulan pelan dari tangan wanita dalam rengkuhannya . Dia ingin menikmati waktunya berdua dengan wanitanya ....
__ADS_1