
Tak henti hentinya Sophie merutuki pria arogan yang memaksanya ikut dengan cara menggunakan sebuah ancaman padanya itu . Ben memaksanya ikut pergi menemaninya ke rumah sakit dengan alasan untuk memastikan tangannya baik baik saja .
Dan yang paling menyebalkan adalah pria itu meminta untuk tiduran di pangkuannya sambil menunggu pesawat heli yang akan menjemput mereka . Sophie merasa mungkin Ben bukanlah pria biasa , buktinya dia menggunakan kendaraan yang menurutnya ' tidak biasa ' untuk bisa pergi ke rumah sakit .
" Ckk kakiku pegal sampai kesemutan ! Kenapa kepalamu berat sekali !? Bisakah kau pindah ke tumpukan selimut yang disediakan teman temanmu ? Disana lebih hangat dan nyaman !! " gerutu Sophie yang malah melihat pria dipangkuannya mulai akan memejamkan matanya . Bisa bisanya pria itu mengantuk disaat kakinya tersiksa dengan rasa kesemutan yang menyiksanya .
" Aku suka wangimu , itu membuatku mengantuk !! " sahut Ben masih dengan memejamkan matanya .
" Cihhh dasar psikopat gila , dari kemarin aku belum mandi masa di bilang wangi ! Atau jangan jangan kepalamu terantuk batu hingga otakmu sedikit bergeser "
" Apa aku tampan !? "
Jika saja tidak ada orang disekitarnya maka yang paling ingin Sophie lakukan adalah melempar pria itu kembali ke jurang . Selain ingin menang sendiri ternyata pria yang jauh lebih dewasa darinya itu juga narsis .
__ADS_1
" Kau tampan ... tentu saja kau tampan karena kau adalah raja setan yang sedang menyamar jadi manusia . Kau mengincar gadis sepertiku untuk kau jadikan hambamu . Mimpi !! Aku tidak akan menjadi hambamu . Semoga kita tidak bertemu lagi setelah kau dinyatakan dokter baik baik saja ! "
Pembicaraan mereka terhenti ketika mendengar bunyi suara heli yang mendekat . Reflek Sophie merengkuh tubuh kekar itu agar terhindar dari hembusan baling baling heli yang sangat kuat . Beberapa pria mendekat untuk mengangkat tubuh Ben menuju helikopter , tapi satu tangan kekar itu tetap menggenggam satu tangan Sophie seakan tidak membiarkan gadis itu untuk pergi jauh darinya .
" Maaf kami ingin membawa Tuan Muda untuk dirawat , silahkan anda bergabung dengan teman teman anda di bawah ! " ujar seorang pria bertubuh besar yang kemudian duduk disamping ranjang darurat Ben . Pria itu mungkin mengira jika Sophie adalah salah satu teman pendaki Ben .
Sophie sudah tersenyum bahagia karena akhirnya ia terbebas dari pria gila yang terbaring di depannya , perlahan ia berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan kekar kita itu . Tapi hatinya kembali kesal karena semakin ia ingin melepaskan diri semakin kuat Ben memegang tangannya .
" Hei dia bilang aku harus pergi , jangan membuat ini menjadi sulit ! Jika tidak helinya tidak akan terbang !! " ketus Sophie ingin sekali mencakar cakar wajah pria arogan itu .
" Hisshhh ... "
" M-maaf Tuan , saya kira ... maaf Nona saya salah paham tadi . Tolong jaga Tuan Muda saya akan duduk di depan bersama pilot ! " ujar pria bertubuh besar itu terlihat sangat ketakutan .
__ADS_1
Hanya sekitar lima belas menit mereka tiba di sebuah rumah sakit besar yang tak jauh dari daerah pegunungan . Disana banyak pria bertubuh besar dengan mengenakan baju setelan serba hitam menyambut mereka .
Sophie sedikit risih karena pria pria itu terlihat sangat menghormatinya , padahal tak ada satupun dari mereka yang mengenalnya . Sampai di depan rumah sakit mereka disambut beberapa tim dokter dan perawat yang bersiap dengan ranjang pasien . Sepertinya Ben benar benar adalah seorang pria istimewa .
" Hai , apa anda kerabatnya ?! Saya Magdalena , dokter magang yang akan ikut membantu teman anda " sapa seorang wanita cantik yang merupakan salah satu tim dokter yang sedang mendorong ranjang Ben menuju ruang IGD untuk pemeriksaan lebih lanjut .
" Saya bukan siapa siapanya , hanya kebetulan tadi ikut rombongan pendaki yang mencarinya saat terjatuh di lembah . Saya mewakili teman teman memastikan dia baik baik saja " jawan Sophie terpaksa berbohong , tidak mungkin ia mengatakan pada dokter itu jika dia dipaksa pria arogan itu untuk ikut sampai ke rumah sakit ini .
Sampai di ruang IGD seorang perawat mencegah Sophie untuk masuk agar para dokter bisa melakukan tugasnya dengan baik . Dan gadis itu bisa bernafas dengan lega karena akhirnya bisa terbebas dari genggaman erat tangan Ben .
Jika saja para penjaga berpakaian serba hitam tidak berada disekitarnya sudah pasti ia akan pergi saat itu juga . Wajah wajah garang itu membuatnya takut untuk berbuat sesuai bayangannya .
Baru satu menit pintu ditutup seorang perawat muncul dan berjalan mendekat ke arahnya .
__ADS_1
" Maaf , apa anda adalah gadis yang datang bersama Tuan Ben . Beliau ingin anda ikut ke dalam karena dia tak mengijinkan kami menyentuhnya tanpa ijin dari anda "
" Ya Tuhan ... apalagi ini ! "