
Clara benar benar datang ke kafe yang di datanginya siang tadi untuk bertemu dengan pria yang bersedia menanggung ganti rugi seperti yang dia sebutkan . Sepertinya pria berumur empat puluh tahunan itu menepati janjinya , dia terlihat sudah duduk dengan secangkir kopi di depannya .
" Hai ... sudah lama menungguku Tuan ?? " tanya Clara mengulurkan tangan kanannya bermaksud ingin bersalaman , tapi ia urungkan niatnya ketika pria itu hanya menatapnya tanpa menyambut ukuran tangannya .
" Tidak usah berbasa basi ! Aku sedang banyak urusan , sekarang sebut nomor rekeningmu dan aku akan transfer sekarang ! Sesuai janjiku aku akan mengirimnya dua kali lipat dari yang kau minta ! "
Clara tertawa kecil melihat ketidaksabaran pria itu , bukannya menyebut nomor rekening miliknya dia malah memanggil salah satu waiter .
" Aku pesan tenderloin steak dan red wine ... ehmmm dan untuk dessertnya aku minta es krim dengan irisan buah strawberry yang banyak di atasnya " kata Clara sementara sang waiter mencatat pesanannya .
" Dan Tuan .... "
" Dia tidak makan , dia sudah kenyang karena melihatku ! " sahut Clara dengan senyum yang lebar sebelum pria di depannya bicara . Wanita itu tahu jika pria di depannya sedang sangat kesal padanya . Walau terlihat sudah sangat matang tapi pria didepannya sangat tampan , dari pertama melihatnya sudah ada niat untuk mengenalnya lebih jauh .
Clara tahu mungkin niatnya sedikit keterlaluan karena pria seumurnya pasti sudah mempunyai istri dan anak . Tapi ia tidak akan melakukan hal yang terlalu jauh , Clara hanya ingin mengenal pria angkuh yang sangat tampan itu .
__ADS_1
" Kau membuang waktuku..... "
" Dan anda sudah membuatku kesakitan , perlu aku buka bajuku untuk memperlihatkan hasil perbuatan anda ?!! Aku hanya ingin makan ... apa itu tidak terlihat manusiawi ? Sepuluh atau lima belas menit menunggu tidak akan membuat anda rugi " sahut Clara yang langsung mulai memakan pesanannya dengan sangat lahap , sejujurnya dia memang sudah sangat lapar .
Agie pergi keluar kota sedangkan tadi Reina mengirimkan pesan jika akan makan diluar bersama Ethan atas undangan seorang seseorang . Daripada makan seorang diri dirumah , lebih baik ia makan di kafe ini . Setidaknya ada seorang ' teman ' yang duduk di depannya sekarang ini .
" Kau tidak menanyakan namaku Tuan ??! "
" Tidak terlalu penting untukku , jangan banyak bicara ! Selesaikan makanmu dan cepat selesaikan urusan kita, " suara pria itu masih saja terdengar sangat sinis .
" Ya ... ya ... aku tahu ! Kau mau membantuku menghabiskannya ? Aku sudah mengunyahnya dengan cepat tapi daging steaknya seperti tak ada habisnya " ujar Clara kembali menuang gelas wine yang sudah kosong , tapi pria itu menyingkirkan botol yang akan diambilnya ke samping .
" Satu atau dua gelas tidak akan membuatku mabuk , aku hanya ingin menghangatkan tubuhku saja ! " sahut Clara merebut botol berisi wine dan menuangkannya penuh di gelasnya .
" Namaku Clara , aku dibuang orang tuaku karena aku adalah seorang pemberontak !! Aku tidak seperti kakak kakakku yang sukses dengan profesinya ... "
__ADS_1
Pria itu diam , tapi dia mendengarkan semua celotehan dari wanita yang sepertinya mulai mabuk itu .
" Dua kakakku tinggal di Spanyol dan Perancis , suami suami mereka adalah pengusaha kaya raya . Dan menurut kedua orang tuaku mereka sudah sukses ! Ya ... menjerat pria kaya menurut mereka adalah sebuah kesuksesan . Mereka bahkan tidak percaya ketika aku katakan sudah punya perusahaan sendiri ! Aku tetap saja bukan siapa siapa .... "
Pria itu tampak menghembuskan nafasnya , sepertinya dia kembali tidak akan bisa meminta nomor rekening wanita itu .
" Aku antar kau pulang ... "
" Urusan kita belum selesai Tuan .... "
" Urusanku akan bertambah panjang jika terus menemanimu disini ! "
Pria itu tampak memapah tubuh Clara yang sudah berdiri terhuyung , sampai di luar kafe dua orang bertubuh besar menghampiri pria itu .
" Tuan Antonio ... "
__ADS_1
" Kalian bawa mobil wanita ini , kita bawa di mansion Jones "
" Baik Tuan ! "