Im Back

Im Back
110


__ADS_3

Dengan beberapa pengawal malam ini Clara menjemput sahabatnya di hanggar , dia hanya memastikan Antonio datang dan ikut menghadiri pernikahan Agie . Seperti juga Xavier , dia juga ingin ayah dan anak itu bisa memperbaiki hubungan mereka .


Wanita itu terlihat mengamati dari persatu orang yang turun dari pesawat pribadi milik Xavier Marcos . Dan dia menghela nafasnya ketika orang yang ia harap akan datang ternyata tidak tampak juga . Hatinya kecewa tapi ia sadar jika ia tidak bisa memaksakan sesuatu pada orang lain . Dia tak berhak ikut campur dalam masalah Antonio ataupun Augusto .


Reina beserta suami dan anaknya sudah berjalan menghampirinya . Dua wanita cantik itu tampak berpelukan kemudian berjalan beriringan . Sedang Xavier menggendong putranya dan memberi waktu pada dua sahabat itu untuk berbicara .


" Dia sudah sembuh bukan ?? " tanya Reina memastikan kesehatan ayah angkat putranya .


" Tentu saja , tadi saja aku lihat El keluar dari kamar Agie dengan hanya berbalut selimut !! Dasar predator gila , sempat sempatnya bermain di atas ranjang padahal kondisinya masih seperti itu ! " kata Clara yang sebetulnya juga sangat kaget karena pria gemulai itu ternyata bisa seganas itu jika bersama Ellyana . Dia mengira jika Agie dan El bercinta lagi karena melihat perawat cantik itu keluar dari kamar Agie dengan hanya berbalut selimut .


" Kau bercanda ?? Jadi alasan mereka menikah karena sudah bercinta itu benar adanya !? " tanya Reina pelan takut terdengar oleh suaminya . Dia tak ingin Xavier tertawa ketika mendengar pertanyaannya .


" Tentu saja , tadi maid juga melaporkan padaku jika siang tadi ketika El tersandung masuk ke kolam renang Agie mengamuk karena beberapa orang kita ingin membantu mengangkat tubuh El ke pinggir kolam ! Posesif sekali dia ! Ngomong ngomong kalian tidak datang bersama pria tua itu !? "

__ADS_1


Reina mengerutkan dahinya ketika menyebut pria tua di depannya .


" Siapa yang kau maksud pria tua !? "


" Paman suamimu itu , siapa lagi ! " gerutu Clara dengan suara rendah agar Xavier yang sekarang sudah berjalan jauh di depannya tidak mendengar percakapan mereka .


" Paman Antonio datang bersama ibu besok pagi , malam ini lbu ada acara amal jadi baru bisa datang besok dengan ditemani Paman . Semoga mereka bisa datang pas saat pernikahan Agie dan El "


Sampai di kediaman Reina segera menuju kamar karena Ethan tertidur di gendongannya . Sedang suaminya langsung pergi dengan beberapa penjaga karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan .


" Kau benar benar ingin menikah !? "


" Bicara apa kau , memangnya terasa salah jika pria sepertiku menikahi seorang wanita ?? Jika suatu saat kalian semua pergi dengan keluarga kalian masing masing maka aku bisa lebih tenang karena ada seseorang di sisiku yang akan menjadi teman sekaligus mengurusku . Kalian tidak pernah berpikir tentang itu kan ? "

__ADS_1


Reina duduk di pinggir ranjang dan menyingkap sedikit baju tidur Agie untuk mengamati luka yang masih tertutup rapat oleh perban . Desainer cantik itu mengambil satu tangan Agie dan di bawa ke pipinya .


" Kau adalah seorang kakak dan pelindung bagi kami . Apapun yang terjadi kami tidak akan pernah meninggalkanmu ! "


" Tapi aku tidak mau mengikat kalian ... aku bahagia jika kalian bahagia ! Aku tidak akan mematahkan sayap kalian untuk terbang tinggi hanya karena keegoisanku . El wanita yang baik , aku yakin dia bisa menjadi teman yang baik sampai akhir nanti "


Reina membenarkan baju yang tadi ia singkap dan menyelimuti tubuh Agie sebatas dada .


" Kau bukan orang lain untuk kami jadi jangan pernah berpikir yang tidak tidak . Kau adalah ayah Ethan ... kau akan tetap bersama kami selamanya ! Sekarang beristirahatlah karena besok adalah hari besarmu . Jangan sampai mata panda merusak ketampananmu hanya karena kau begadang malam ini ! Dan siapkan tenagamu karena besok adalah malam pertamamu " goda Reina sambil mengedipkan satu matanya .


Mereka tertawa bersama walau sebenarnya ada sedikit haru yang tersemat di hati mereka . Setelah Reina keluar dari kamarnya Agie menyingkap selimutnya dan duduk bersandar di kepala ranjangnya . Di bukanya laci nakas dan mengeluarkan selembar kertas dari sana .


Pria itu memejamkan matanya setelah mengamati isi kertas itu , seperti ada beban berat ketika ia membuang nafasnya dalam dalam .

__ADS_1


" lbu ... "


__ADS_2