Im Back

Im Back
73


__ADS_3

Sampai diluar kamarnya Reina baru bisa meronta , dia tak ingin adegan intim ini dilihat oleh salah satu kru kapal .


" Turun ! Aku bukan anak kecil yang harus kau gendong ! Kau mau bawa aku kemana !!?? "


" Sssstttt belum waktunya kau berteriak sayang , tunggu sebentar lagi ... " jawab Xavier sambil tertawa kecil , dibawanya tubuh sintal itu kembali ke atas dek . Berjemur bersama mungkin akan terasa sangat menyenangkan walau sebenarnya ia ingin sekali berada di kamar dan menjamahnya .


" Kita akan berjemur ? "


" Memangnya kau ingin kita melakukan apa lagi selain ini !? " goda Xavier dengan tawanya .


" Hisshhh aku kira kau akan menyekapku ke kamar ... " gumam Reina yang masih bisa terdengar oleh pria disampingnya .


" Jika kau ingin menghabiskan waktumu di kamar berdua denganku maka aku tidak akan keberatan sayang , aku bisa melayanimu dengan sangat baik ! "


Reina tak menanggapi perkataan Xavier yang selalu memancing emosinya . Wanita itu membuka outer scarf transparannya dan menggelar handuk yang tadi dia siapkan untuk alas berbaring . Xavier mengambil sunblock yang nanti pasti akan dipakai wanitanya .


" Berbaringlah ... aku bantu mengolesnya ! Dan itu tidak gratis karena nanti gantian kau yang mengoles sunblock ke tubuhku "

__ADS_1


Reina berbaring tengkurap setelah mengusap wajahnya dengan sedikit lotion penghalang sinar UV itu . Badan Reina terasa rilex ketika dua tangan kekar itu mengoles sambil memijit punggungnya , kadang terdengar desisan merdu yang memancing jiwa laki laki pria dengan nafas yang mulai tidak teratur itu .


"' Sayang .... tak bisakah kita bercinta sekarang ?! Awwwsshhhh !!! " pekik Xavier kaget karena pahanya dicubit keras oleh Reina yang perlahan sudah membalikkan badannya . Wajah cemberut wanita itu malah membuatnya terlihat sangat cantik .


" Bicara sekali lagi dan kulempar kau ke laut , kemarikan sunblocknya aku bisa selesaikan sendiri !! " ketus Reina sebal pada pria mesum disampingnya , tapi pria itu malah sudah meletakkan satu kakinya dalam pangkuannya dan perlahan mengolesnya dengan lotion ditangannya .


Punggung dan kaki sudah Xavier selesaikan dengan baik , sekarang tinggal bagian depan dan tangan yang belum dia selesaikan . Beberapa kali ia harus sulit menelan salivanya ketika melihat dua bukit berukuran cukup besar dan bagian bawah yang masing masing hsnya terbalut satu helai kain minim itu .


Tapi ketika ia masih menganggumi semua yang ada di depannya Reina bangkit dan duduk berhadapan dengannya .


" Boleh aku selesaikan bagian tangannya ? " tanya Xavier yang mengangkat tubuh sintal itu ke dalam pangkuannya .


Wajah mereka yang berhadapan menjadikan mereka juga harus beradu pandang . Dan tanpa mereka sadar kening mereka sudah bertaut dengan masing masing bisa merasakan nafas yang mulai tidak beraturan .


" Boleh aku selesaikan semuanya !? " tanya Xavier ketika sudah menyelesaikan bagian tangan wanitanya .


" Jika aku jawab tidak apa kau akan mendengar kata kataku !? "

__ADS_1


" Tentu saja tidak ! Aku tidak pernah setengah setengah melakukan pekerjaanku .... " sahut pria itu dengan seringainya , dan itu terlihat menyebalkan untuk Reina .


" Tapi aku tegaskan kepadamu , apapun yang terjadi kita tidak akan bercinta di sini . Aku belum gila untuk melakukannya di tempat terbuka seperti ini ! "


Xavier sepertinya tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan wanita diatas pangkuannya karena fokusnya sudah berpindah pada perut rata yang sedang di usapnya . Semakin ke atas hingga dua tangannya bisa menangkup dua bukit yang sudah dari tadi mengganggu akal sehatnya .


" Sayaaanngg .... " rengek Xavier seperti seorang anak yang sedang meminta permen pada ibunya , ingin sekali ia menyesap satu persatu pucuk kemerahan itu .


" Tidak akan terjadi apapun sebelum ada pernikahan !! " sahut Reina yang sebenarnya juga sedang sekuat tenaga menahan dirinya agar tidak mengikuti alur panas yang Xavier buat .


Dahi Reina mengernyit ketika pria itu meraih sesuatu yang seperti sebuah walkie talkie , sepertinya itu adalah alat untuk berkomunikasi dengan para kru kapal .


" Putar arah sekarang juga , kita kembali ke darat ! Dan kabarkan pada siapapun yang bisa kau hubungi untuk menyiapkan berkas pernikahan . Hari ini juga aku akan menikahinya !! "


" Menikah ?? Maksudmu !??" cicit Reina setelah Xavier meletakkan alat kecil itu .


" Kita akan menikah hari ini juga , Ethan butuh satu teman untuk bisa menemaninya bermain !! Untuk sementara satu saja ... aku tidak akan tergesa gesa . Tapi mungkin selanjutnya dia akan punya banyak adik yang bisa ia ajak bermain " jawab Xavier yang kemudian meraih bibir candunya karena ia tahu bibir itu akan memprotes rencananya yang mendadak ini .

__ADS_1


Tekadnya sudah bulat , mau tidak mau mereka harus cepat cepat menikah karena ia tak ingin pria manapun mendekati wanitanya . Reina ataupun Ethan hanya akan menjadi miliknya karena ibu dan anak itu sudah menjadi hidupnya .


__ADS_2