
El memandangi kamar hotel yang malam ini ditempatinya , kamar yang akan dia dan suaminya tempati selama tiga hari ke depan . Setelah menikah mereka terbang ke Perancis untuk bulan madu sekaligus untuk mengurus pekerjaan Agie menyangkut peragaan busana musim semi dari brand mereka .
Setiba di kamar hotel suaminya tertidur sangat pulas , sedang El duduk di balkon kamar dengan menikmati wine selamat datang yang diberikan pihak hotel pada mereka . Hari sudah larut tapi matanya tidak mau terpejam juga , mungkin dia gugup karena mau tidak mau harus menghadapi malam pertamanya . Dirinya sudah sah menjadi milik seorang pria .
Wanita itu menatap jauh ke depan menembus bintang bintang yang malam ini terlihat berkelip turut merayakan kebahagiaannya karena sudah menyandang status sebagai istri seorang pria yang bahkan baru di kenalnya selama beberapa hari .
" Hei ... kenapa tidak membangunkan aku ? Minum sendiri tidak akan nikmat rasanya "
El menoleh ketika mendengar sebuah suara , awalnya dia ingin bangkit untuk membantu suaminya berjalan ke arahnya tapi dua tangan Agie memberi isyarat agar ia tetap duduk ditempatnya . Perlahan pria itu datang menghampirinya dan duduk disisinya .
Tak ada lagi kutek warna warni , tak ada lagi gestur tubuh melambai seperti biasanya . El benar benar melihat sisi lain dari suaminya malam ini . Agie terlihat sangat normal dengan keadaan seperti itu .
" Kau sedang berpikir sesuatu ?? Apa itu menyangkut malam pertama kita !? " tanya Agie yang langsung membuat pipi El merona .Wanita itu terlihat menggeleng pelan. sambil meminum sisa minuman yang ada di gelasnya .
__ADS_1
" Sudah saya katakan untuk tidak memaksakan diri , luka anda sudah tampak baik baik saja tapi tetap saja gerakan anda masih terbatas ! " sahut El dengan meraih satu gelas lain dan menuang wine ke dalamnya . Diserahkannya gelas itu pada suaminya .
" Kau tidak ingin mencoba bergerak diatasku ? Kau seorang wanita dewasa aku rasa kau tahu semua trik untuk memuaskan suami tanpa aku harus bergerak liar ... "
El hanya berdecih melihat senyum smirk suaminya , selain mesum pria itu juga punya hobi untuk terus jahil menggodanya . Pria itu tak pernah menyaring kata kata vulgar yang meluncur dari bibirnya .
" Kenapa anda harus selalu berpenampilan seperti ... maksud saya kenapa harus menjadi orang lain jika berada di luar sana !? Padahal anda sempurna jika seperti ini "
" Terimakasih atas pujiannya sayang , bisakah kau tidak terlalu formal padaku ? Kau bisa memanggilku dengan sayang , honey , baby atau apapun yang membuat hubungan kita tidak terasa begitu formal . Kita sudah menjadi suami istri sekarang "
Pria itu mengambil botol wine dan langsung menenggaknya tanpa menggunakan gelas , direbahkan ya punggungnya ke sandaran sofa dengan memejamkan kedua matanya .
" Aku tahu jika penampilan keseharianku tampak aneh untukmu .... bahkan untuk semua orang di dunia ini ! Tapi aku rasa tidak penting menilai dengan hanya berdasarkan apa yang kita lihat tanpa kita tahu apa yang ada di dalamnya . Aku adalah aku .... just it ! Dan pekerjaanku menuntutku untuk menjadi seperti itu ! "
__ADS_1
" Hanya pekerjaan ?? Apa anda ... maksudku kau melakukan ini semua untuk bersembunyi dari suatu hal ??! "
El mendengar tawa Agie yang baginya adalah tawa yang banyak menyimpan arti . Tawa itu terdengar mengungkapkan kekecewaan , kesedihan dan sinis pada hidupnya .
" Memangnya apa yang bisa aku sembunyikan dari dunia ini ? Aku bukan siapa siapa ... suamimu ini hanya manusia yang sibuk mengejar sesuatu yang membuatnya tetap hidup dan bahagia "
El mengerutkan dahinya tapi semua pertanyaan di kepalanya hilang seketika karena kini pria itu mengangkat tubuhnya naik ke pangkuannya . Tubuh mereka saling berhadapan dengan mata saling menatap .
" Jangan bertanya macam macam lagi , tidak seharusnya malam pertama kita di lalui dengan hanya tanya jawab saja . Ada hal lebih penting yang harus kita kerjakan sekarang ... "
" A-apa ... memangnya apalagi yang harus kita di kerjakan !? " gugup El yang belum siap jika harus melakukan ritual malam pertamanya sekarang .
" Aku belum bisa bergerak jadi kau yang harus melakukannya ... " kata Agie mengeratkan rengkuhannya .
__ADS_1