
Paginya Xavier mengantar Reina ke butik miliknya , tapi sebelumnya mereka akan ke rumah sakit untuk menjenguk keadaan Agie . Kali ini mereka membawa Ethan karena tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi . Xavier juga sudah mengurus perawat pribadi yang akan merawat Agie hingga sembuh seperti semula .
Saat ada di parkiran tangan mungil Ethan malah menunjuk ke sebuah toko roti yang terdapat di area depan rumah sakit .
" Daddy .. Ethan mau makan donat !! " celoteh Ethan bersemangat dengan tangan masih menunjuk ke arah toko roti yang ia lihat , dia memang sangat menyukai kue bulat itu .
" Sayang kau tunggu disini sebentar , jagoan sepertinya ingin makan lagi . Setelah ini kau harus pergi ke gym dengan Daddy , ada banyak kalori di tubuhmu ! " ujar Xavier mengangkat dan mencium putranya gemas .
" Tidak ... biar aku masuk sendiri ke dalam , aku akan kembali sebelum kalian selesai makan kue . Berikan dia satu atau dua .... awas jika kau borong seluruh isi toko hanya untuk menuruti monster donat itu ! " sahut Reina sambil mencubit lembut hidung putranya .
" Tidak !!! Kau tidak boleh ke dalam sendirian , ada .... "
" Ada banyak pengawal di belakangku ! Sekarang pergilah atau Ethan akan menangis karena mengira batal bertemu dengan donat donat kesukaannya ! " gerutu Reina karena sekarang penjaganya bertambah dua kali lipat . Di satu sisi ada penjaga dibawah kepemimpinan Agie yang sudah dari dulu menjaganya , tapi sekarang bertambah dengan penjaga yang diberikan suaminya untuk menjaganya dan Ethan . Jika boleh jujur Reina merasa sangat tidak nyaman dengan penjagaan yang menurutnya berlebihan semacam ini .
" Ya sudah , tapi jangan lama lama " akhirnya Xavier mengalah , sebelum membawa putranya pergi ia mencium lama bibir candu miliknya .
__ADS_1
Reina segera melangkah masuk ke dalam rumah sakit , baru nanti siang perawat pribadi Agie datang jadi saat ini pria gemulai itu masih ditunggu oleh penjaga . Beberapa penjaga berjalan di belakangnya dengan membawa sebuah koper berisi baju ganti , satu keranjang buah dan satu kotak besar kue . Reina sengaja membawa semua keperluan ayah angkat putranya karena ia sangat mengenal watak Agie yang tidak akan mau makan atau memakai barang sembarangan .
" Jenni .... sayang !! "
Samar Reina mendengar seseorang yang memanggil nama lamanya , sejenak ia berhenti untuk menoleh tapi karena tak ada yang dikenalnya maka wanita itu melanjutkan langkahnya . Tanpa ia tahu jika dua orang penjaga sedang menahan seseorang agar tidak berlari mengejarnya .
" Lepaskan aku bangsat !!! Siapa kalian hingga berani mencegahku , aku dokter di rumah sakit ini !! " teriak Jake yang kesal karena dia pria bertubuh tegap menghalangi jalannya .
" Maaf Dokter Jake , jika niat anda hanya menjalankan tugas anda sebagai dokter maka kami tentu tidak akan mencegahnya . Tapi mengejar Nyonya kami sepertinya bukan menjadi salah satu tugas anda , jadi jangan salahkan kami jika kami menghalangi anda ! " kata salah satu pria itu dengan sopan .
Setelah berkata seperti itu Jake meninggalkan dua penjaga itu karena melihat dua keamanan rumah sakit datang mendekat . Dia tak ingin membuat keributan seperti semalam lagi , Clara tidak terima ketika ia berkeras mengklaim Jennifer sebagai kekasihnya . Wanita itu menampar dan mencakar wajahnya hingga ada beberapa luka lecet di pipi dan pelipisnya . Dia hanya dokter pendatang jadi ia cukup tahu diri untuk tidak membuat kekacauan lagi di lingkungan rumah sakit .
Sementara Reina sudah berada di kamar rawat Agie , pria itu tampak duduk bersandar dan memangku laptopnya .
" Ckk kau masih menjadi pesakitan disini jadi jangan memikirkan tentang pekerjaan . Aku yang akan menghandle urusan kita di Perancis , lagipula even itu masih lama !! " ketus Reina mematikan laptop di pangkuan Agie .
__ADS_1
" Aku baik baik saja ! Hisshhh kenapa waktu itu aku tidak menusuk dadaku saja ... itu akan terlihat dramatis !! Awwwsshhh !! " Agie meringis kesakitan karena satu cubitan mendarat di lengannya .
" Awas jika kau berani berbuat aneh aneh lagi ! Kau memberi contoh tidak baik untuk Ethan , bagaimana bisa kau berpikir untuk melukai diri sendiri !! Kau adalah penjaga kami , jika kau tumbang siapa yang akan menjaga kami nantinya ?? " kata Reina yang mengambil satu kotak jatah sarapan yang tampak belum tersentuh .
" Kau belum makan sarapannya .... "
Agie menggeleng ketika Reina menyodorkan satu sendok bubur sereal yang merupakan jatah dari rumah sakit . Dari bentuk dan aromanya saja Agie sudah tahu jika bubur itu pasti rasanya gambar .
" Come on ... kau bukan anak kecil lagi yang harus aku paksa untuk makan bukan ?? "
" Tapi aku lebih suka roti selai atau telur setengah matang untuk sarapan . Sereal hanya untuk mereka yang ..... " belum sampai pria itu menyelesaikan kata katanya , seorang wanita berdiri di pintu dengan pandangan penuh kebencian .
" Jadi kau yang selama ini bersamanya !!! Dasar pengkhianat !!! "
" Stacy ..... "
__ADS_1