Im Back

Im Back
53


__ADS_3

" Kau sudah selesaikan urusanmu dengan klien ? Tenang saja jika ada klien lain pemimpin cabang pasti bisa menanganinya . Sekarang kita pulang , lingkungan disini tidak baik untuk Ethan ! Bocah itu pasti kangen bermain bersama kelinci kelincinya yang ada di rumah, " kata Agie yang membantu Reina untuk pakcing semua barang milik Ethan .


Dia menghela nafas ketika melihat satu koper mainan yang pernah di belikan oleh Jake . Miris , pria lain bisa membelikan bocah gembul itu mainan sebanyak ini sedang ayah kandungnya malah menjelma menjadi seorang monster jahat yang ditakuti .


" Aku tahu , aku akan kesini lagi bersama Uncle Peter ! Kemarin dulu dia menelpon jika sudah waktunya aku mengambil hakku . Dua puluh persen milik Stacy dan ibunya sudah nyaris tak bersisa , Uncle bilang jika dibiarkan mungkin usaha milik Daddy akan bermasalah . Hanya aku yang bisa membuatnya stabil kembali . Bukan untukku , tapi untuk Ethan .... "


" Aku tahu sayang ... lagipula dari awal itu memang sudah menjadi hakmu "


Selesai merapikan semua dibantu dua penjaga mereka segera meninggalkan hotel yang mereka tempati . Ketika masuk ke dalam mobil terdengar berkali kali notif pesan diponsel milik Reina . Tapi wanita itu tak berniat membukanya karena berpikir itu mungkin dari Jake atau Xavier . Dia benar benar ingin pergi dari kota kelahirannya ini dengan tenang .


" Ada yang menelponmu sayang ... "

__ADS_1


" Aku akan menerima semua panggilan ataupun pesan saat aku sudah tiba di rumah " jawab Reina yang kemudian menyandarkan kepalanya ke belakang , dipangkuannya Ethan sedang bermain mobil mobilan kecil yang pernah diberikan oleh Jake .


" Mom ... Uncle mana ? "


Agie segera meraih tubuh Ethan ketika mendengar pertanyaan dari dari bocah itu , sepertinya dia sangat menyukai sosok Jake Callahan . Seorang dokter yang sekaligus adalah pengusaha sukses yang pernah menjadi budak cinta saudara tiri Reina .


" Uncle pasti sibuk mengobati orang .. kau ingat jika dia seorang dokter bukan ? " jawab Agie sambil mengusap lembut punggung anak itu .


" Tentu saja , kau akan tumbuh menjadi laki laki hebat seperti ayahmu ... ehmm maksudku ibumu ! " Agie tertawa kecil ketika kata katanya mendapat sebuah hadiah tepukan keras di bahunya .


Ditengah perjalanan ponselnya kembali berdering , karena mengganggu pendengaran akhirnya Reina mengambil ponsel yang tersimpan di tas bahunya . Dahinya mengernyit ketika tahu yang menelponnya berkali kali adalah Magdalena .

__ADS_1


" Siapa ?! " tanya Agie yang tahu raut penuh tanya dari wanita disampingnya .


" Nyonya Magdalena Marcos , dia juga mengirimi aku banyak pesan " jawab Reina malah kembali menyimpan ponselnya , ia berpikir wanita itu pasti menelponnya berkaitan dengan rencana pernikahan yang pernah di utarakan oleh Xavier .


Reina menduga jika wanita itu pasti belum tahu jika putranya sudah berbalik menjadi membencinya . Dia akan membaca dan menelpon kembali Magdalena setelah tiba di Roma . Dengan begitu dia punya alasan tepat untuk menolak jika nyonya besar keluarga Marcos itu kembali mengundangnya untuk datang ke kediamannya .


Tak lama kemudian mereka sampai di hanggar yang merupakan tempat pesawat pribadi milik Agie berada . Kadang Reina sempat berpikir bagaimana pria gemulai yang menjadi sahabatnya itu bisa sekaya ini , padahal setahunya pekerjaan Agie hanya membantunya dan ia tahu betul betapa penghasilan pria itu .


Tiga tahun menjadi sahabat dekat tapi tetap saja kadang ia merasa pria bernama Augusto itu menyimpan banyak rahasia dalam dirinya . Kadang Agie akan menjadi selembut salju jika sedang dalam mood yang baik tapi kadang Reina bisa melihat sosok lain yang terpancar di mata pria itu ketika suasana hatinya tidak begitu baik . Ada kebencian mendalam yang tak bisa ditebak , ada kekosongan yang tak bisa ia masuki . Agie menyimpan sendiri semua rahasia hatinya dan Reina maupun Clara sangat menghormati hal itu .


Tak lama kemudian mereka tiba di hanggar, sebelum turun dari mobil Reina iseng membuka satu pesan yang dikirim Magdalena . Rasa penasarannya akhirnya mengalahkan egonya .

__ADS_1


Xavier masuk rumah sakit , dia membutuhkan kehadiranmu sayang .....


__ADS_2