Im Back

Im Back
8


__ADS_3

Sampai di hotel yang di tuju Jenni segera menelpon nomor yang di berikan oleh Stacy , nomor seseorang bernama Merry . Dan dahinya mengernyit ketika seorang pria bertubuh tinggi besar dan mengenakan setelah jas formal dengan langkah gemulai menghampirinya . Gadis itu sampai harus mengerjakan matanya berkali kali , pria dengan tubuh berotot di depannya tampak bertingkah ' aneh ' .


" Hai sayangku , apa kau gadis bernama Jenni itu ?? Oh God kau sangat cantik !!! " kata pria gemulai itu melihat tubuh Jenni dari ujung kaki sampai ujung rambutnya . Walau berpenampilan maskulin Jenni bisa melihat pria itu memakai sedikit pemerah bibir .


" Ya , aku Jenni . Apa kau yang bernama Merry ? Tolong cepat lakukan tugasmu karena aku harus segera pergi ke suatu tempat setelah ini ! " kata Jenni yang ingin semuanya cepat selesai , tadi dia sudah mentransferkan semua uang yang dikirim Stacy ke rumah sakit . Walau sebenarnya ia ingin lari tapi tekadnya untuk menepati janji sangat kuat .


" Ckk aku Augusto sayang .... pasti Stacy yang memintaku memanggilku dengan Merry , menyebalkan !! " gerutu pria feminim itu dengan bibir mengerucut , tingkahnya membuat Jenni sedikit geli .


" Kau gadis cantik yang tangguh sayang ! Tapi tidak seharusnya kau ada di jalan ini . Jalan ini bukan pilihan yang bagus untuk gadis semurni dirimu ! " ujar Augusto perlahan menuntun Jenni ke sebuah kamar . Sepertinya pria itu tahu jika Jenni melakukan ini karena terpaksa , dia tahu jika Jenni masih belum tersentuh oleh pria manapun .


Dengan cepat Merry ' menyulap ' Jenni menjadi wanita cantik dengan baju yang lumayan seksi . Dengan mudah dia melakukan semua itu karena pada dasarnya Jenni sudah memiliki wajah ataupun postur tubuh yang sempurna . Hanya saja selama ini kesempurnaan Jenni tertutupi oleh kacamata dan kesederhanaannya .


" Georgeous !!!! Kau adalah Dewi kayangan yang turun ke bumi . Sayang .... pikirkan lagi , apa kau benar benar ingin melakukan hal ini ??!! " ujar Augusto sambil memberikan sapuan terakhirnya di pipi Jenni , hanya sedikit polesan saja sudah membuat siapapun pasti tidak akan menyangka jika gadis cantik di depannya ini hanyalah gadis sederhana .

__ADS_1


Jenni memejamkan mata dan mengangguk mantap , dia meraih tas tangan berwarna hitam yang di berikan Merry padanya . Tas dengan warna senada dengan baju dan sepatu hak tinggi yang di kenakannya .


" Segeralah ke atas , dia sudah menunggumu disana . Aku ingatkan sayang , jangan bertanya apapun padanya !! Dia tipe pria yang tidak suka mendengar celotehan yang tidak perlu . Jika dia sudah tertidur maka kau harus segera keluar dari kamar itu ! "


" Baik ... "


Setelah Jenni keluar dari kamar itu , Augusto segera menelpon seseorang .


Diseberang sana Stacy terdengar terbahak dengan keras . Gadis itu sudah berada di mobil untuk perjalanan pulang . Dia meninggalkan Jake dengan alasan tepat karena ayahnya sedang ada di rumah sakit . Jake sempat memaksa untuk mengantarnya tapi Stacy menolak dengan alasan membawa supirnya sendiri .


" Xavier sangat sulit untuk aku taklukkan, dia selalu menghinaku sebagai wanita murahan . Malam ini aku akan buktikan kesucianku melalui kakak tercintaku itu ! Dan mau tidak mau dia harus menerima rencana pertunanganku dengannya . Apalagi setelah pria itu mati , aku dan ibuku pasti lebih banyak suntikan dana agar hidup kami tetap dalam zona nyaman ! "


" Tapi cepat atau lambat Xavier pasti akan mengetahuinya , dia bukan orang bodoh !! Kenapa kau harus bermain dengan iblis semacam dia ?? Kau sudah aman bersama Jake , dia mencintaimu dengan tulus ... dia juga sangat kaya ! "

__ADS_1


" Aku sudah selesai dengannya , aku tidur dengannya hanya karena ingin membuat kakakku tersayang itu menderita . Dan itu sudah terjadi . Dia sudah melihat jika kekasih tercintanya mengkhianatinya dan ayah tersayangnya sekarat !! "


Bukan tanpa alasan jika Augusto memperingatkan Stacy karena Xavier Leandro Marcos bukanlah pria biasa yang bodoh , selain menjadi pengusaha besar pria itu juga merupakan mafia yang sudah di kenal oleh dunia hitam .


Di dunia ini hanya satu orang yang membuat pria itu bisa tunduk dan patuh , dia adalah ibunya !! Xavier sangat mencintai dan menghormati ibunya , Magdalena Marcos . Apapun akan ia lakukan agar wanita itu bisa bahagia salah satunya dengan rencana perjodohannya dengan gadis yang tidak ia suka .


Lorena berhasil mendekati ibu mafia itu , dan dengan segala upaya ia berhasil membujuk Magdalena agar mau menjodohkan Xavier dan Stacy . Karena tidak punya pikiran buruk Magdalena menerima usulan itu . Selain karena selama ini melihat Stacy adalah gadis yang baik , ia berpikir sudah waktunya Xavier menikah dan membentuk keluarga sendiri . Magdalena ingin Xavier mempunyai tujuan hidup dengan membentuk keluarga dan memiliki keturunan .


" Tidak perlu khawatir , rencanaku tanpa cacat ! Aku adalah ratu iblis jadi sudah biasa menghadapi iblis seperti Xavier . Pria tampan kaya raya itu akan segera menjadi budakku , dia akan bertekuk lutut di bawah kakiku karena aku tahu kelemahannya .... "


Augusto menutup sambungan ponselnya , ketika membalikkan badan ia melihat sebuah ponsel tergeletak di atas sofa tempatnya tadi merias Jenni .


" Haissshhh , ceroboh ..... "

__ADS_1


__ADS_2