Im Back

Im Back
129


__ADS_3

Menjadi satu satunya anggota dalam team penolong salah satu pendaki yang terjatuh di lembah tak membuat Sophie ingin dimanjakan . Sekuat tenaga ia mengikuti langkah lebar para pria di depannya dengan membawa kotak obat di dalam ranselnya .


Sampai akhirnya mereka sampai di titik dimana pendaki itu terjatuh . Sophie tak sempat mendengarkan pembicaraan seniornya dan para pendaki yang meminta tolong karena dia sedikit menjauh untuk mencari tempat yang nyaman untuk duduk sekedar melepas lelah .


Sophie masih mengatur nafasnya ketika seorang senior datang mendekat ke arahnya .


" Kau lelah ??? Sebaiknya kau duduk disini menunggu kami turun ke lembah untuk mencari pendaki itu . Akan ada pendaki wanita yang menemanimu disini , dan tetap waspada karena tempat ini bukan tempat yang nyaman untuk istirahat ! Mungkin ada satu atau dua binatang buas yang turun dari gunung untuk mencari makan "


Sophie hanya mengangguk tanda jika ia mengiyakan , sebagai anggota pecinta alam dia sudah belajar bagaimana menghadapi situasi di tempat seperti ini . Untuk mengusir dingin dia mengumpulkan ranting dan dahan untuk di bakar .


Karena selain bisa mengusir dingin api juga bisa menjauhkan mereka dari binatang buas yang ingin mendekat . Beruntung wanita pendaki yang menemaninya adalah wanita yang sangat ramah . Mereka berbincang untuk mengusir sepi dan rasa bosan .


Dan dua jam kemudian ...


" ltu mereka ... " tunjuk Sophie ke arah para pria yang terlihat datang dengan membawa seseorang yang samar terdengar mengerang kesakitan .


" Ben !!! Oh ... God !! " pekik wanita disampingnya segera berlari ke arah pendaki yang tampaknya sudah ditemukan .

__ADS_1


Sophie mengambil botol air yang dia bawa dan di berikan pada para seniornya yang terlihat sangat lelah . Baju mereka pun sangat kotor oleh tanah , sepertinya medan yang baru saja mereka lalui sangat berat .


Setelah itu dia melihat pria yang tergeletak di tanah , walau hanya mengandalkan sinar bulan tapi Sophie masih bisa melihat wajah kotor itu mempunyai raut yang tegas dan sangat tampan . Sangat terlihat jika pria itu sedang menahan rasa sakit .


Dia segera mengeluarkan sapu tangan dan membasahinya dengan sisa air yang dia bawa . Perlahan ia membersihkan wajah kotor dan penuh luka itu , Sophie tak mempedulikan tatapan aneh pria itu . Dia berpikir jika dia hanya ingin membantu bukan mencelakakan , jadi tidak ada yang perlu ia takuti dengan hal itu .


Selesai dengan wajah kemudian Sophie mulai membersihkan luka di tangan pria itu . Tapi ia urung membersihkan luka di tangan kanan pria itu ketika mendengar percakapan para senior dan pendaki di belakangnya .


" Kaki dan tangan kanannya sepertinya patah , kita harus cepat cepat membawanya ke pusat kesehatan terdekat agar bisa segera ditangani ! " ujar salah seorang pria di belakang Sophie .


" Tapi tak mungkin membawanya turun dengan dengan keadaan seperti itu . Terlalu banyak bergerak mungkin akan memperparah patah tulangnya ... " sahut pria lainnya .


" Hei .... hei ... apa kau tuli !!! "


" Ehhh ... kau masih hidup ??! Mak-maksudku apa aku terlalu keras menekan lukanya !!? " gugup Sophie , sebenarnya hatinya sedikit kesal karena pria itu berbicara sangat kasar . Jika tidak mengingat kondisi pria itu maka ia ingin segera pergi dari tempat itu .


" Tarik tangan kananku " kata pria itu dengan melihat ke arah tangan kanannya yang sedari tadi tampak tidak bergerak .

__ADS_1


" Tapi mereka bilang .... "


" Tarik saja kuat kuat , tanganku hanya terkilir ! lngat kata kataku ... tarik dengan kuat kuat karena jika tidak kau malah bisa membuatnya patah ! Dan aku akan menuntutmu karena hal itu . Kau sudah membuatku cacat seumur hidup ! Dan aku pastikan kau akan puluhan tahun berada di pen .... AAAKKKHHHHHH !!!! "


Entah kekuatan darimana ternyata Sophie sudah benar benar melakukan apa yang diminta pria yang tadi dipanggil dengan nama Ben itu . Wanita itu menarik sangat kuat tangan kanan yang Ben katakan hanya terkilir .


Para pria di belakangnya sontak mendekat karena teriakan kesakitan itu , mata mereka memandang penuh tanya ke arah Sophie yang terlihat sedang ketakutan .


" Kau tak apa apa ?? Jangan salahkan aku , tadi kau yang memintaku untuk melakukannya !! Apa tanganmu benar benar sudah menjadi patah karena aku !!?? " tanya Sophie panik , diapun tak menyangka bisa berbuat senekat ini .


Pria bernama Ben itu tidak menanggapi pertanyaannya , tapi dari rautnya ia sudah sedikit membaik . Perlahan ia meraih sesuatu di saku bajunya , ternyata Ben mengambil ponselnya . Setelah mengetikkan sesuatu ia kembali bersuara ...


" Antar aku ke tempat yang lebih lapang , ada helikopter yang nanti akan mengantar ke rumah sakit terdekat . Dan kau harus ikut untuk memastikan tanganku tidak menjadi lebih parah ... " tunjuk Ben ke arah wanita yang masih duduk disampingnya .


" A-aku tidak mau !! Tanganmu sudah membaik buktinya tadi sudah bisa berkirim pesan dengan ponselmu " kilah Sophie dengan suara ketus .


" Tidak bisa !! Sophie adalah anggota kami , itu berarti dia menjadi tangung jawab kami . Lagipula niat kami hanya menolong ! Aku saja yang akan ikut dengan kalian untuk memastikan jika anda baik baik saja ! " ujar seorang senior yang menjadi ketua pecinta alam di sekolahnya .

__ADS_1


" Tapi aku mau dia .... "


__ADS_2