Im Back

Im Back
9


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya ....


" Pergilah ke sana Nak , temui dia ! Setidaknya cobalah untuk sedikit mengenalnya , kasihan gadis itu jika menunggumu terlalu lama . Ibunya sangat baik kepada kita .... " Magdalena mencoba membujuk putranya yang berkeras tidak mau menemui gadis yang ingin di jodohkan dengannya .


Xavier bahkan tidak peduli dengan gadis bernama Stacy itu , walau hanya beberapa kali bertemu tapi dia sudah bisa tahu seperti apa gadis yang di jodohkan dengannya itu . Secara halus dia menolak rencana itu karena tidak mungkin ia menyakiti hati ibunya dengan mengatakan jika Stacy hanya j*lang yang sering tidur dengan pria lain .


Semua hal akan ia lakukan untuk membahagiakan ibunya , karena dari kecil hanya Magdalena yang dia punya . Pada umur sepuluh tahun dia harus kehilangan ayahnya karena sebuah kecelakaan .


Beruntung dia mempunyai seorang paman yang menyayanginya seperti putra sendiri . Sang paman bahkan rela tidak menikah karena fokus untuk mengasuh dan menggemblengnya menjadi pria yang mampu menggantikan posisi mendiang ayahnya sebagai pemimpin perusahaan .


" Jangan khawatir Bu , aku pasti menemuinya ! Aku pergi setelah menemani lbu makan malam " ujar Xavier yang tahu ibunya sering melewatkan makan malamnya jika tidak ia awasi .


" Jika kau makan dengan lbu terus Stacy harus makan ditemani siapa Nak !?? "


" Aku sudah menghubunginya , dia bilang kebetulan dia sedang di luar kota menengok temannya yang kuliah disana ! Makan malam kami akan sangat telat dan tidak mungkin aku menahan lapar selama itu, " kata Xavier beralasan , dia tahu jika Stacy pergi untuk menemui seorang pria . Mungkin saja salah satu gigolo kesayangannya .

__ADS_1


Malam ini dia ingin menyelesaikan semuanya , dia akan tegaskan pada gadis itu jika dia memang tidak bisa dan tetap menolak keras perjodohan itu apapun alasannya .


Setelah makan malam selesai Xavier pamit untuk segera pergi ke hotel tempat mereka mengadakan janji makan malam . Kebetulan ada seorang klien yang malam itu mengajaknya bertemu untuk sekedar minum dan menikmati malam . Lantai teratas hotel itu adalah salah satu klub malam tempat kaum jet set merefresh otak mereka .


Sengaja ia tak membawa satu pun penjaga karena dari dulu pun dia nyaman jika pergi tanpa ada pengawasan dari orang lain . Apalagi kali ini dia hanya akan bersantai dengan salah satu klien yang sudah menjadi teman baiknya .


Dengan menggunakan salah satu mobil mewahnya Xavier segera melesat ke hotel yang dia tuju . Sampai di lantai atas sang klien sudah terlihat menunggunya . Mereka di ruang VVIP yaitu ruangan kaca yang terdapat di lantai dua klub itu . Dari sana mereka masih bisa melihat dan menikmati suasana hingar bingar klub tanpa ada gangguan dari orang luar .


" Hei Tuan Xavier , akhirnya kau datang juga . Bagaimana hari ini ?? Aku harap sangat menyenangkan untukmu, " pria itu menyapa dan memeluk sekilas Xavier yang baru saja datang ke ruangan mereka . Sudah ada beberapa botol minuman yang sudah tersedia di meja .


" Jangan memanggilku Tuan di situasi seperti ini , itu membuatku mual ... "


Tak berapa lama seorang waiter wanita yang berpenampilan sangat seksi masuk ke ruangan mereka membawa beberapa cemilan dan dua gelas jus buah segar .


" Sepertinya kami tidak sedang memesan cemilan Nona ! " kata Karim yang merasa sedikit terganggu dengan tingkah sang waitress yang seksi itu . Tidak munafik jika diapun seorang player tapi dia hanya akan bermain dengan wanita highclass , bukan wanita yang bisa di pakai oleh sembarang pria .

__ADS_1


" lni adalah gift dari klub kami , beberapa cemilan dan jus melon yang didatangkan khusus dari Jepang sesuai dengan kegemaran Tuan Xavier . Maaf jika kami tidak konfirmasi terlebih dahulu, " sahut sang waiter dengan sedikit membungkukkan badannya hingga dua bukit berukuran besar itu terekspose sempurna .


" Enyah .... "


Wajah wanita itu langsung menciut ketika mendengar suara bariton yang terdengar datar tapi menakutkan itu . Tanpa melihatnya Xavier mengusir wanita di depannya untuk segera pergi dari hadapannya .


" B-baik ... tugas saya sudah selesai , saya permisi ! "


Walau tidak suka dengan waitress yang mengantarkan makanan tadi , tapi Xavier meraih gelas jus di depannya . Jus melon adalah minuman favorit yang sering dibuatkan oleh ibunya . Magdalena selalu berkata padanya jika jus buah lebih baik dari pada semua koleksi minuman anggur yang dimilikinya .


" Kau minum jusnya ??! "


" Cobalah ... tidak buruk ! "


" Tidak terimakasih , aku lebih suka apa yang ada di gelasku sendiri ! " sahut Karim menenggak habis minuman yang di genggamnya .

__ADS_1


Tapi tak berapa lama Xavier merasakan keanehan dalam dirinya , dan sepertinya dia tahu apa yang terjadi pada dirinya .


" Wanita brengsek !!! "


__ADS_2