
" Selamat siang Tuan Augusto , saya Ellaine Macey ! Saya yang di tugaskan Nyonya Reina untuk merawat tuan Augusto hingga sembuh nanti " seorang wanita muda dengan wajah oriental dan mengenakan baju serba putih siang itu mengenalkan dirinya pada seorang pasien yang akan di rawatnya . Dia adalah perawat yang di minta Xavier untuk merawat ayah angkat putranya . El adalah salah satu perawat terbaik yang direkomendasikan oleh rumah sakit tempatnya dirawat .
" Tapi aku baik baik saja , siapa bilang aku butuh orang seperti kau hahh !! Kau pikir aku adalah pesakitan yang sudah tidak bisa apa apa !?? Aku sudah baik baik saja ! " ketus Agie , dia merasa baik baik saja jadi tak memerlukan jasa seseorang untuk merawatnya .
" Saya tahu jika anda sangat baik baik saja , saya hanya bertugas memantau perkembangan kesehatan anda . Anda tak perlu khawatir karena saya tidak bermaksud menjadikan anda sebagai pesakitan " sahut perawat itu tenang walau sudah mendapat respon tidak baik dari Agie .
Sang perawat berjalan mendekat ke arah Agie karena melihat obat jatah siang belum juga diminum . Makan siang juga masih terbungkus rapi, hanya terlihat satu buah jeruk yang sepertinya setengahnya sudah di makan .
" Anda belum minum obat dan makan siangnya masih utuh . Saya kira anda sudah cukup dewasa untuk tahu jika anda ingin cepat sembuh maka anda harus makan dan minum semua obat yang sudah diberikan dokter " kata El mengambil kotak makan siang dan membukanya .
__ADS_1
Dengan cekatan El menyetel ranjang tempat Agie berbaring hingga posisi pria gemulai itu menjadi setengah duduk . Walau sebenarnya belum ingin makan tapi akhirnya Agie membuka mulutnya juga karena tidak ingin dikatakan seperti anak kecil yang sudah diatur . Tapi ia menggelengkan kepalanya setelah menghabiskan separuh makan siangnya , perutnya benar benar sudah tidak mau di isi lagi .
" Sekarang minum obatnya ... "
El membuka satu persatu obat dan mengambil satu gelas air putih , tapi senyumnya mengembang ketika melihat pria yang terbaring di depannya menutup mulutnya dengan kedua tangannya .
" Rasa obat ini sama dengan obat yang sudah anda minum pagi tadi . Atau jangan jangan anda melewatkan obat pagi tadi ?? "
" Karena jika di buat dengan rasa manis maka orang orang tidak akan menjaga dirinya dengan baik . Karena berpikir sakit adalah salah satu hal yang manis .... Sekarang minum obatnya ! Bayangkan saja jika yang saya berikan adalah coklat terbaik di dunia , bukankah coklat terbaik pun sedikit ada rasa pahitnya ?? "
__ADS_1
Agie hanya mendengus kesal , sepertinya perawat itu bisa menanggaoi semua kata katanya . Dia hanya sudah merasa baik baik saja jadi ia berpikir tidak perlu minum obat yang jumlahnya tidak sedikit itu . Butiran butiran kecil warna warni itu menjelma menjadi makhluk alien menyebalkan di matanya .
Dengan penuh perjuangan akhirnya ia bisa menghabiskan semua obat yang disodorkan oleh perawat barunya . Walau rasa mual masih saja terasa Agie berusaha menahannya , rasa pahit seperti tidak mau hilang dari tenggorokannya .
Tapi matanya berbinar ketika El menyodorkan satu benda kecil yang terbungkus dengan plastik warna merah . Benda itu mungkin bisa mengusir rasa pahit yang menderanya .
" Permen strawberry .... itu untukku ?? "
" Tentu saja , ini untuk menghilangkan rasa mual yang sedang anda tahan . Tidak apa apa , mungkin sekarang anda belum terbiasa merasakan pahit . Tapi suatu saat saya yakin tanpa ini pun atau tanpa saya paksa anda sudah bisa meminumnya sendiri "
__ADS_1
" Seluruh kisah hidupku sangat pahit , itu sebabnya aku tidak pernah minum pil pil pahit itu lagi " sahut Agie membuka permennya dan meraih laptopnya , tak ia pedulikan pandangan El yang terlihat penuh tanya karena mendengar kata katanya .