Im Back

Im Back
37


__ADS_3

Reina berlari kecil menuju lift karena Xavier sudah tiba di hotelnya , tadi ia mengirim pesan pada pria itu untuk menunggunya di lobi . Wanita itu tak mempedulikan tatapan kagum para pria yang ia lewati .


Mengenakan dress pendek warna hitam model vneck tanpa lengan yang berpotongan dada tidak terlalu rendah . Dipadukan dengan heels dan tas tangan warna senada , sedang rambutnya ia biarkan tergerai panjang dengan sebuah jepitan rambut terbuat dari permata putih tersemat di rambut keemasannya .


Xavier memandang tajam ke arah wanita yang berjalan dengan anggun ke arahnya , jantungnya terasa berhenti berdetak ketika senyum itu membuat seluruh mata pria di lantai dasar hotel itu terarah pada wanitanya . Dengan segera ia menghampiri wanita yang juga tergesa menghampirinya , dia melepas jas yang di kenakannya dan menutup lengan terbuka milik Reina .


" Kenapa harus ditutupi ? lni cukup sopan menurutku , apa menurutmu penampilanku seburuk itu ?? " tanya Reina yang menurut ketika lengan kekar Xavier merengkuh pinggangnya dan menuntunnya untuk berjalan ke arah mobilnya .


" Kau terlalu sempurna dan itu membuatku ingin membunuh semua pria yang lancang menatapmu .... "


" Aku tahu , kau pintar memilih wanita Tuan ! " ujar Reina dengan senyum yang ia sembunyikan . Tak bisa ia pungkiri sebagai seorang wanita hatinya terasa bahagia ketika mendapat pujian , walau pujian itu disertai ancaman mengerikan .


Sampai di mobil tangan kekar itu tak juga melepaskan rengkuhannya dari pinggangnya hingga mau tak mau ia harus duduk tak berjarak .


" Hei ini sudah ada di dalam mobil , bisakah kau melepas tanganmu ? Tidak ada yang melihatku di sini . Hanya ada supir .... "


" Sid .... "


Hanya dengan satu suara sekat antara supir dan penumpang di naikkan oleh sang supir , tampaknya suara pria disampingnya adalah titah raja yang harus di laksanakan .


" Ckk ... jangan macam macam Tuan !! " pekik Reina kaget ketika lengan kekar itu malah mengangkat tubuhnya agar naik ke pangkuan pria itu . Bulu kuduknya merinding ketika Xavier mulai mengendus leher dan mengecupi lengannya yang terbuka .


" Aku suka aroma tubuhmu , aroma ini yang membuatku tiga tahun mencarimu seperti orang gila . Kenapa kau langsung pergi malam itu ?? Seharusnya kau menungguku, " ujar Xavier menggigit lembut daun telinga wanita yang berada di atas pangkuannya hingga menjerit tertahan .

__ADS_1


" Aku suka mendengar jeritanmu , itu seksi !! Akkhhhhh ... "


Reina menggigit keras tangan Xavier karena setiap kata dari mulut pria itu selalu terdengar vulgar di telinganya . Pria bertampang dingin itu ternyata sangat mesum dan menyebalkan . Bukannya kesakitan pria itu malah tampak menatap tangan dengan cap gigi bekas gigitan yang masih tampak memerah .


" Terimakasih ... ini hadiah pertama darimu untukku . lni indah ! "


" Dasar gila !! Mana ada bekas gigitan yang indah .... " gumam Reina yang sebenarnya ingin memukul kepala pria itu agar bisa sedikit waras .


" Kau belum menjawab pertanyaanku sayang , kenapa waktu itu kau pergi ? Harusnya kau bertahan disisiku ! "


" Ya ... dan ketika kau bangun kau akan melemparkan segepok uang padaku dan langsung menendangku keluar dari kamar ! Kau tidak mengenalku ! Lagipula sudah ada dia disampingmu ... nona cantik tunanganmu itu ! "


" Kau sedang cemburu !? "


" Ha .... ha ..... "


Jika orang orang di luar sana melihatnya mereka mungkin mengira ini hanyalah sebuah mimpi , seorang Xavier Marcos tertawa lepas . Sesuatu yang tak pernah terlihat selama hidupnya .


Sampai di mansion Marcos mereka segera turun untuk menemui Magdalena yang sudah menyambut mereka di pintu utama . Wanita parubaya itu tampak bahagia melihat wajah putranya yang berseri , baru kali ini wajah datar putranya menampakkan rasa bahagianya .


" Sayang , kau cantik sekali .... " kata Magdalena memeluk Reina yang datang menghampirinya . Wanita itu sama sekali tidak menyangka jika akan ada hubungan secepat ini antar desainer cantik itu dengan putranya yang selama ini tidak pernah mau dekat dengan seorang wanita .


Baru kemarin putranya bahkan menolak datang ke acara pembukaan gerai milik Reina . Tapi sekarang Xavier sudah membawa wanita itu ke rumahnya dengan mengklaim bahwa desainer cantik itu adalah calon istrinya .

__ADS_1


" Anda juga cantik sekali Nyonya , senang bisa bertemu dengan anda lagi ! "


Dan acara makan malam berlangsung dengan hangat dengan di dominasi percakapan dua wanita yang membahas banyak hal . Seharusnya Xavier merasa iri karena merasa tersisihkan , tapi nyatanya hatinya malah menghangat ketika melihat dua wanita cantik beda generasi itu berbicara akrab layaknya seorang ibu berbicara pada putrinya sendiri .


Tak lama kemudian ponselnya berdering dan ia memilik naik ke ruang kerjanya agar tidak mengganggu percakapan dua wanita di depannya .


" Sudah kau siapkan semuanya untuk besok !? "


" lts done , aku rasa kita siap menghadapi mereka . Koneksi kita di Venice juga siap membantu jika kita membutuhkan tenaga tambahan . Apa dia cantik malam ini !? " suara Edgar terdengar sangat serius di seberang sana .


" Aku bisa membuatmu kehilangan kepalamu bahkan sebelum bertempur dengan musuh kita .... "


Setelah itu Xavier menutup sambungan teleponnya , bukan karena kelakuan Edgar yang menyebalkan tapi seorang bidadari membuka pintu ruang kerjanya dengan membawa dua cangkir kopi .


" Kau belum minum kopimu tadi ... " suara lembut itu benar benar memanjakan telinganya .


" Tapi aku tidak ingin minum ... aku ingin makan "


Reina meletakkan satu cangkir kopi di meja kerja Xavier , sedang ia menyeruput kopi di cangkir yang dipegangnya sendiri .


" Makan ? "


" Aku ingin memakanmu sayang ! Disini ... sekarang juga .... "

__ADS_1


__ADS_2