Im Back

Im Back
101


__ADS_3

" Tuan William Jones adalah pria yang sangat baik , dulu aku dan suamiku pernah mengundang ayah dan ibumu makan malam , ibumu adalah wanita yang sangat cantik wajahnya sangat mirip denganmu ! Waktu itu mereka membawa gadis kecil berusia dua tahun . Aku rasa itu adalah kau ! Entah ingat atau tidak tapi dulu Xavier bahkan menangis saat kalian akan pulang , dia tak rela kehilangan dirimu " kenang Magdalena yang ternyata juga mengenal kedua orang tua Reina .


Pagi tadi Reina dan suaminya menyempatkan diri untuk datang ke makam kedua orang tuanya . Dan pulang dari sana Xavier langsung pergi ke kantor dengan membawa serta putranya . Pria itu ingin Ethan mengenal perusahaan miliknya , hal yang tak masuk akal untuk desainer cantik itu tapi ia hanya membiarkannya karena para pria kadang mempunyai cara berpikir sendiri .


" Apa itu Tuan Benedict Marcos !? " Reina menunjuk ke arah sebuah foto keluarga berukuran besar yang terpajang di ruang tamu . Mata pria itu mempunyai warna yang sama dengan suami ataupun putranya .


" Ya ... dia adalah pria yang sudah menikahiku ! Sebelas tahun pernikahan kami harus berakhir ketika dia pergi dari dunia ini . Suamiku meninggal ketika usia Xavier kurang lebih sepuluh tahun " ujar Magdalena memandang foto suaminya dengan tatapan yang mendalam .


Reina bisa merasakan cinta yang begitu besar di mata Magdalena untuk suaminya , tapi dari cara bicaranya tadi dia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan wanita itu . Mungkin hanya perasaannya saja tapi terbersit kekecewaan yang terdengar di setiap ucapan mertuanya tadi .


" lbu mencintainya ?? Maaf maksud saya ... " tanya Reina spontan hingga merasa tidak enak karena lancang menanyakan tentang hal yang bersifat pribadi .


" Hei , tidak.apa apa . Sekarang kau adalah putriku ! Aku sangat mencintai suamiku walau pernikahan kami ada karena sebuah perjodohan . Apa kau tahu setelah kelahiran Xavier aku ingin sekali mempunyai seorang putri . Menurutku akan lengkap ketika sebuah keluarga memiliki seorang putra dan seorang putri . Tapi nyatanya Tuhan berkata lain , sebelum aku memilikinya suamiku sudah dipanggil untuk kembali padaNya ! "

__ADS_1


Reina memeluk Magdalena dengan penuh kasih sayang , dibalik sifat keibuan dan ketenangan yang dimiliki wanita itu ternyata menyimpan luka . Belum semua di ceritakan tapi Reina tidak ingin menggali lebih jauh karena ia yakin semua orang berhak menyimpan masa lalu mereka .


" Xavier persis seperti ayahnya . Dulu dia mati matian mencarimu , dia mencari wanita yang sudah menyerahkan kesuciannya kepadanya ! Sejak malam itu dia terikat padamu walau ia sama sekali tidak pernah tahu siapa wanita yang di carinya . Sekali dia mencintai seorang wanita maka selamanya hati Xavier hanya akan terikat padanya . Dia sama sekali tidak pernah menganggap pertunangannya dengan saudara tirimu selama tiga tahun ini . Sayang ... siap siap saja karena kau tidak akan pernah bisa lepas dari suamimu " ujar Magdalena sedikit bercanda dengan menantu cantiknya .


" Aku yang akan mengikatnya dengan kencang Bu , karena aku juga sangat mencintainya ! " sahut Reina sambil tertawa , ia merasa jika hatinya sudah tertambat pada beruang kutub dengan tampang dingin itu . Karena di balik itu semua ia bisa melihat betapa kerasnya pria itu berusaha agar bisa menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk Ethan putranya .


Sesaat kemudian ponselnya terdengar berdering , terlihat nama suaminya terpampang di layar pipihnya .


" Ya honey .... "


" Bagaimana aku bisa tahu jika kau tidak mengatakan padaku .... "


" Aku suka panggilanmu padaku ... itu terdengar sangat seksi sayang !! "

__ADS_1


" Memangnya aku memanggilmu apa !? " goda Reina yang sebenarnya ingin tertawa . Dia tahu jika dia sedikit keterlaluan , baru kali ini selama pernikahannya dia memanggil suaminya dengan sebuah panggilan sayang .


" Ckk ... jangan buat aku batalkan rencana makan siang kita agar aku bisa pulang dan membuatmu mengerang di bawahku ! "


Reina spontan menutup speaker ponselnya khawatir jika Magdalena yang masih duduk tak jauh darinya mendengar percakapan mereka .


" Hissshhh ada lbu disini , jaga bicaramu !! " lirih Reina yang melihat ibu mertuanya geleng geleng kepala , kemungkinan besar percakapan mereka memang terdengar oleh Magdalena .


" Tapi aku memang sedang ingin bercinta denganmu sayang .... "


" Ya Tuhan ... " Reina langsung menutup sambungan telponnya sebelum suaminya tambah meracau tidak jelas .


" Bersiap siaplah , bukankah dia bilang akan ada supir yang menjemputmu nanti ?? " ujar Magdalena agar Reina segera bersiap siap .

__ADS_1


" Baik Bu "


Magdalena melihat menantunya pergi ke kamar atas , ada rasa bahagia ketika melihat putranya sudah bisa menemukan kebahagiaan sejatinya . Walau itu berarti ia harus kembali melihat luka lama di hatinya .


__ADS_2