Im Back

Im Back
52


__ADS_3

" Anakku ?? Maksudmu anak bermata biru itu adalah anakku !? "


" Kau pikir ??? Ckk pantas saja kau merasa tidak asing dengan anak itu saat pertama kali melihatnya . Mungkin kau seperti sedang berkaca saat itu , kau melihat dirimu dalam dirinya . Sekarang temui Reina dan bicaralah baik baik , tanyakan tentang siapa anak itu sebenarnya . Jika dia benar benar putramu maka kau akan mendapat jackpot besar ! Kau mendapat pewaris klan Marcos dan sekaligus mendapat istri bidadari ! "


Edgar kembali duduk di sofa ketika melihat Xavier tidak bereaksi seperti dugaannya . Pria itu malah duduk dengan pandangan kosong , tangannya masih memegang foto dirinya sendiri .


" Kenapa ?? Kau tidak senang mendapat kabar jika kau punya penerus !? Jika kau akan segera menikahi wanita yang sudah kau nantikan kehadirannya beberapa tahun ini ?? "


" Tapi aku sudah berbuat kesalahan , pagi tadi aku mencarinya dan berkata hal yang tidak pantas padanya . Aku katakan pada dokter itu jika dia sudah melayaniku sebelum dia melayaninya . Aku katakan jika aku akan menghancurkan hidup mereka hingga tak bersisa .... "


" Ya Tuhan , bisa bisanya kau !!! Bukankah sudah aku katakan jangan bertindak sebelum aku temukan sesuatu tentang desainer itu ?? Kau bisa sabar menghadapi j*lang mantan tunanganmu itu .... tapi kenapa tidak dengan Reina !? " ujar Edgar meraup wajahnya dengan berkali kali menghembuskan nafasnya kasar . Tidak bisa ia bayangkan sakitnya hati wanita cantik itu ketika mendengar semua hinaan dari sahabatnya .


" Bagaimana jika anak itu memang putra kandungku !? " tanya Xavier mulai sedikit panik , dia selalu mengumbar amarahnya setiap kali bertemu dengan anak itu . Dan dia dapat melihat sorot ketakutan di mata sebiru lautan yang sama persis dengan warna matanya .

__ADS_1


" Maka bukan mereka berdua yang hancur ... tapi kau !! Kau sudah menjelma menjadi seorang monster untuk putramu sendiri ... "


" Ya , kau benar ! Bukan mereka yang hancur !! Tapi aku ... !! "


Tiba tiba Xavier beranjak dan berlari menuju pintu , tapi sesaat kemudian sebelum ia berhasil keluar dari pintu tiba tiba tubuhnya terhuyung . Edgar yang melihat hal tersebut langsung berlari dan meraih tubuh tinggi besar itu sebelum jatuh terjerembab ke lantai . Dan Xavier sepertinya terlalu memaksakan dirinya , pria itu pingsan sebelum bisa pergi menemui wanitanya .


" Dasar keras kepala ! Sudah aku bilang untuk beristirahat terlebih dahulu , kau bahkan belum makan dari kemarin malam karena terlalu bersemangat untuk kembali ke sini ... Cellin panggil dokter cepat !!! " teriak Edgar pada sekretarisnya , saat ini Xavier harus ditangani secara medis karena kondisinya yang sangat lemah .


*


Antonio Marcos meraih sebotol bir di depannya dan menenggaknya sambil melihat beberapa orangnya yang sedang berlatih . Ya , pria itu memang lebih suka tinggal di hutan bersama orang orangnya daripada menikmati kehangatan rumah .


Di usianya yang sudah kepala empat dia tetap tidak tertarik untuk membangun keluarga . Hidupnya ia habiskan untuk menjaga klan Marcos agar tetap berdiri tegak . Kakaknya yang merupakan ayah dari Xavier sudah menitipkan Magdalena dan Xavier yang waktu itu masih kecil sebelum kepergiannya .

__ADS_1


Ada banyak hal yang ia simpan sendiri , ada banyak hal yang tidak bisa ia ungkapkan kebenarannya karena terikat janji .


" Anak itu mulai berulah ?! "


Antonio menoleh ke arah suara , seorang sahabat yang masih menjadi salah satu pelatih pasukan sedang berjalan mendekat padanya . Sepertinya pria itu sedikit banyak tahu tentang semua yang tersimpan rapat pada diri Antonio .


" Tidak ... dia selalu memegang janjinya ! Hanya saja saudara laki lakinya sudah membuat kesalahan yang terlalu besar . Wajar jika dia marah, " sahut Antonio dengan tenang , pria disampingnya adalah salah satu orang yang paling ia percaya .


" Sudah dua puluh lima tahun , kenapa harus ditutupi selama ini ?? Persetan dengan nama baik , kau biarkan darah Marcos sendirian di luar sana ! "


" ltu sudah menjadi pilihan ibunya ... " sahut Antonio kembali menenggak botol birnya .


" Tapi bukan pilihan anak itu !! "

__ADS_1


" Biarkan semua berjalan sesuai alurnya . Hanya itu yang bisa aku lakukan ! Hidup tidak memberikan aku pilihan ... "


__ADS_2