Im Back

Im Back
126


__ADS_3

" Brengsek !!! "


BUUGGHHHH .....


Xavier memukul dinding ruang kantornya , melampiaskan kemarahan kepada istrinya tak membuat hatinya menjadi tenang . Hatinya bertambah gundah ketika mengingat air mata yang tergenang di dua sudut mata istri cantiknya . Bahkan dengan tenang Reina tak memperlihatkan pertengkaran mereka ketika putranya berada bersama mereka .


" Mau dipukul sekeras apapun masalahnya tidak akan selesai ! Lepas jika memang sudah tidak sanggup untuk menggenggamnya . Jangan memikirkan dirimu sendiri karena ada seorang anak diantara kalian ! " kata Edward mencoba menasehati sekaligus menenangkan atasannya . Sedikit banyak dia sudah mengetahui masalahnya dan menurutnya apapun masa lalu kedua orang tua mereka tidak bisa menjadi dasar kebencian Xavier .


" Tenang saja , aku tidak akan pernah melepaskan dia !! Dia harus membayar semua air mata yang dikeluarkan ibuku , nyawanya pun tidak akan bisa membayar semua penderitaan ibuku !! " geram Xavier yang masih mengingat Magdalena yang akan menangis diam diam jika sedang ada dalam kesendiriannya .


Ibunya selalu berusaha menjadi kuat di depannya , bahkan bertahun tahun dia masih bisa merawat foto wanita yang sudah menghancurkan hidupnya .


" Hanya sekedar saran karena kau adalah sahabatku , jangan hancurkan kebahagiaanmu hanya karena tuduhan tuduhan yang menurutku tidak berdasar itu . lstrimu mungkin sudah menjadi bagian dari masa lalu kedua orang tuamu tapi aku yakin dia tidak pernah meminta hidup seperti itu ! "

__ADS_1


Xavier terdiam , tapi rasa egonya yang tinggi tetap mengatakan jika Reina adalah wanita jahat yang hanya ingin menjeratnya seperti yang pernah dilakukan ibu wanita itu kepada ayahnya . Semua kisah hidupnya adalah rencana wanita licik itu agar dia jatuh dalam pesonanya .


Tapi ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama yang dilakukan oleh ayahnya . Dia tidak akan terpengaruh dengan semua tipu muslihat desainer cantik itu .


" Aku akan membuat hidupnya seperti dalam neraka ... Jennifer Jones !! "


*


Reina perlahan melangkah mendekati rak yang ternyata juga adalah sebuah pintu , dia menutup mulutnya tidak percaya ketika membuka pintu dan menemukan sebuah ruangan di dalamnya .


Ada rasa damai ketika berada di ruangan yang tidak begitu besar ini , ia seperti bisa kembali bersama dengan ibunya . Reina kemudian duduk dan membuka nakas yang berada di sampingnya . Sesuai dugaannya , buku buku diary ibunya tersimpan rapi disana .


Perlahan ia membuka dan membaca tulisan tulisan tangan ibunya , air matanya menetes dan kadang tertawa kecil seakan bisa masuk ke dalam kisah kisah keseharian yang tertulis disana . Saat sang ibu merawatnya ketika sakit , saat ibunya mengosongkan panci karena terlalu asyik mengobrol dengan ayahnya padahal sedang membuat makan malam dan momen lain yang terlukis dengan rapi di buku itu .

__ADS_1


Baru beberapa lembar ia membaca kemudian Reina mengambil buku lain , ada lima buku yang sudah ditulis ibunya . Kali ini dia mengambil buku yang paling bawah , buku yang sepertinya paling lawas diantara buku yang lain . Mungkin itu adalah catatan pertama yang ditulis oleh ibunya , sedikit berdebu tapi masih terawat dengan sangat baik . Reina menduga pasti ada seorang maid yang khusus ditugaskan ibunya untuk merawat ruangan tersembunyi ini .


Lembar demi lembar ia membaca isi buku ibunya , dia mengernyitkan dahi ketika membaca sebuah kisah yang tidak pernah ia dengar sebelumnya .


Aku senang karena pada akhirnya Daddy mengijinkan aku ikut summer camp yang diadakan sekolah khusus untuk para pecinta lingkungan setelah sempat menentang keras karena acara itu di adakan di atas pegunungan .


Beruntung aku dan Aurel menempati tenda yang sama , menyenangkan ketika harus berbagi apapun dengannya termasuk cerita cerita konyolnya tentang pacarnya yang kabarnya adalah seorang pria kaya raya .


Malam itu acara api unggun kami terganggu karena seorang pendaki yang datang dengan wajah panik . Dia meminta tolong untuk menolong salah satu temannya yang ternyata terpeleset dan jatuh ke jurang . Akhirnya beberapa orang dari kami menolongnya termasuk aku . Aku menjadi satu satunya wanita yang ikut mencari pria yang dikatakan terjatuh itu .....


Belum sempat membuka lembar lain ternyata ponsel Reina sudah berkali kali berbunyi . Seorang kepercayaannya yang menangani gerai sedang menelponnya . Dan sepertinya itu panggilan penting .


" Nyonya sebaiknya anda cepat datang ke gerai , Nyonya Richie sedang menunggu anda ! Beliau berkata sudah ada janji dengan anda pagi ini ... "

__ADS_1


Reina menepuk dahinya , dia sampai melupakan janji temu dengan salah satu klien pentingnya saking asyiknya membaca . Wanita itu segera menutup buku dan meletakkannya di tempat seperti semula . Tapi nanti dia akan kembali ke ruangan ini lagi , cepat atau lambat ia pasti mengetahui kisah yang membuat suaminya murka padanya .


__ADS_2