
Setelah mengantar Reina ke kantornya Clara segera melesatkan mobilnya ke arah kantornya sendiri . Usaha parfum miliknya yang mulai berkembang pesat menjadikannya sangat sibuk akhir akhir ini . Dan untungnya Reina sangat pengertian dengan berusaha mandiri menyangkut usaha miliknya hingga Clara bisa fokus dengan usaha miliknya sendiri . Mereka bahkan saling mendukung dengan sering mengadakan even bersama .
Tapi sebelum sampai di kantornya dia membelokkan mobilnya ke sebuah kafe pinggir jalan . Dia ingin makan seiris roti atau apapun yang bisa mengganjal perutnya , melihat beruang kutub datang ke rumahnya membuat emosinya terkuras dan mungkin menyebabkan perutnya menjadi lapar .
Karena bukan saatnya jam makan siang suasana kafe terlihat sepi . Wanita itu memesan seiris cheese cake dan secangkir coklat hangat dan sambil menunggu pesanannya ia mengambil ponsel untuk mengirim pesan pada staffnya jika ia akan sangat terlambat datang ke perusahaan .
Selesai mengirim pesan wanita itu kemudian memeriksa email email yang masuk diponselnya . Bekerja untuk dua perusahaan membuatnya sedikit kerepotan . Tapi ia kemudian menjerit tertahan ketika merasakan sesuatu yang panas di punggungnya .
" Akkhhhhhh .... "
Seorang waiter yang sepertinya akan mengantar pesanannya tidak sengaja tersenggol oleh seorang pria yang mungkin juga akan makan ditempat itu . Wajah waiter itu terlihat sangat panik dan merasa bersalah .
__ADS_1
" Maaf Nona ... maaf ... saya tidak sengaja , saya bisa antar anda ke dokter sekarang juga jika anda merasa sakit ! " kata sang waiter karena menyadari yang ia bawa adalah secangkir coklat panas .
" Tidak apa apa ... tenang saja " kata Clara yang kemudian mengijinkan waiter itu pergi untuk mengganti pesanannya yang sudah tumpah . Dia tidak ingin memperpanjang masalah ini karena bersimpati dengan waiter yang sangat merasa bersalah itu .
Clara mengibas ngibaskan punggungnya yang terasa sedikit panas , beruntung dia mengenakan cardigan dari wol tebal hingga air panas itu tidak langsung mengenai kulitnya .
Tapi bukan hal itu yang menjadi perhatiannya , dia melihat seorang pria dewasa yang tadi ada di samping sang waiter. Pria itulah yang sepertinya sudah menyenggol waiter hingga nampannya oleng .
" Berapa aku harus ganti rugi !!!? "
Clara memutar bola matanya malas , sepertinya pria itu adalah pria kaya arogan yang mengukur semuanya dengan uang . Bukannya minta maaf malah menantangnya untuk menyebut ganti rugi . Tapi dia kemudian tersenyum dan berjalan mendekat pada pria bertubuh tinggi besar itu . Pria yang sudah sangat dewasa menurutnya , tapi sikapnya sama sekali tidak menunjukkan umurnya .
__ADS_1
" Lima puluh euro ( sekitar delapan puluh juta rupiah ) .... " jawab Clara asal , jumlah yang disebut cukup besar dan tidak mungkin pria itu akan setuju .
" Kirim nomor rekeningmu sekarang ... "
" Hahh !! " tanya Clara dengan wajah tak percaya .
" Aku akan bertanggung jawab atas kesalahanku . Kau kesakitan karena diriku , aku kirim dua kali lipat dari yang kau minta " kata pria itu yang sekarang sudah duduk di meja yang berseberangan dengan meja Clara .
" Aku sedang terburu buru saat ini , aku akan berikan nomor rekeningku nanti ! Kita akan bertemu lagi disini jam tujuh malam nanti . Jangan takut aku bukan penjahat yang akan merampok atau membunuhmu . Tapi aku tidak akan memaksa , jika kau benar benar akan bertanggung jawab maka kau akan datang ! " kata Clara yang berjalan terburu buru keluar kafe setelah meninggalkan beberapa lembar uang untuk membayar pesanan yang belum sempat datang . Dia terpaksa pergi sebelum menikmati makanan pesanannya karena salah satu staffnya mengatakan ada klien yang tiba tiba datang ke kantornya .
" Gadis licik ! " lirih pria itu dengan senyum smirknya .
__ADS_1