
Reina menggandeng putranya ketika sampai di sebuah area pemakaman elite yang terletak di pinggir sebuah danau . Dia merasakan kedamaian ketika menginjakkan kakinya di tempat itu , entah karena suasananya yang sangat sepi ataupun karena disana kedua orang tua kandungnya disemayamkan .
" Mommy ... mana Glanpa and Glanma ?! "
" Mereka disana sayang ... " tunjuk Reina ke arah dua makan yang tampak bersisian , hatinya tercubit ketika melihat tidak ada bunga segar di atas makam kedua orang tuanya seperti makam lainnya . Ibu dan adik tirinya kemungkinan besar tidak pernah datang ke tempat ini .
Jake yang memang belum pernah mengunjungi makam William hanya mengikuti dari belakang . Dia tak ingin mengganggu momen ibu anak itu di tempat ini . Sebelum berangkat dia sudah berjanji untuk tidak menganggu apapun yang Reina dan putranya lakukan .
Reina bersimpuh sambil memangku tubuh gembul Ethan ketika sampai di makam kedua orangtuanya . Tangisnya pecah hingga membuat raut putranya terlihat bingung , Jake yang tahu situasi segera mengambil alih tubuh Ethan . Dia biarkan wanita dulu disampingnya untuk melepas semua rasa di hatinya .
__ADS_1
" Mom ... jangan menangis ! Ethan janji ndak nakal lagi " lirih Ethan dengan dua tangan mungilnya ingin meraih tubuh ibunya . Baru kali ini bocah itu melihat ibunya menangis seperti ini .
Jake mendekap erat tubuh Ethan dengan satu tangannya mengelus lembut punggung anak itu , berharap agar anak itu sedikit lebih tenang .
" Mommy menangis bukan karena Ethan nakal , Ethan adalah anak yang baik ! Tapi biarkan dulu Mommy seperti itu , dia hanya sedang rindu grandpa dan grandma, " ujar Jake mencoba menjelaskan .
" Lindu ? Kalau begitu Ethan juga mau nangis , Ethan juga Lindu sama glanpa HUAAAAA ... HUAAAAAA !! "
" Saya hello to Grandpa dan Grandma sayang , mereka pasti senang karena hari ini kita berkunjung, " kata Reina pada putranya yang sepertinya memandang makam kedua kakek dan neneknya dengan pandangan heran .
__ADS_1
" Halo Glanpa ... halo Glanma ! Ethan ada disini cama Mommy dan Uncle Jake . Apa kalian tidak bangun ?? Kenapa lumah kalian kecil sekali ?? Kenapa tidak tinggal cama Ethan saja ?? Lumah Ethan besaaarrrr .... "
Jake melihat Reina tertawa kecil , dan hatinya menghangat ketika merasakan betapa besar rasa cinta yang diperlihatkan antara ibu dan anak itu bisa membuat hatinya semakin indah . Dulu ia menganggap bercinta dengan Stacy adalah hal terindah di hidupnya , tapi nyatanya hanya nafsu yang ia rasakan . Semakin hari ia bercinta hanya karena menuruti kebutuhan biologisnya saja , bukan karena cinta . Dan sekarang hatinya sangat lega ketika bisa terbebas dari belenggu nafsu wanita gila itu .
Berbeda dengan yang ia alami saat ini , sungguh dia ingin terus berada dalam kehangatan cinta yang diciptakan ibu dan putranya itu . Jake ingin selalu melihat ataupun mendengar tawa di wajah kedua orang yang sekarang ada di dekatnya , dia ingin menjadi bagian hidup mereka . Menjadi pelindung dan pengayom mereka .
Setelah beberapa saat ada di pemakaman sudah waktunya mereka pulang . Seperti saat datang , Jake berjalan di belakang dua orang yang sekarang ia harap menjadi bagian dari hidupnya . Kadang ia tersenyum ketika mendengar celotehan Ethan yang bertanya tentang apapun yang dilihatnya .
Tapi Jake ataupun Reina terkejut ketika Ethan langsung meminta untuk di gendong . Wajah anak itu terlihat ketakutan . Dan mata Reina memicing ketika melihat seorang pria yang sangat ia kenal sudah berdiri di area luar pemakaman . Pria itu sedang menatap tajam dirinya .
__ADS_1
" Beraninya kau berbuat ini di belakangku dengan b*jingan itu !!! "