
" Bagaimana sudah ada informasi dari detektif tentang mantan kekasihmu itu !? " tanya seorang pria berpakaian kasual dibalut jas putih pada Jake yang malam itu bertugas menjadi dokter jaga di klinik yang mereka olah .
Bangunan bertingkat dengan ukuran cukup luas itu memang milik Jake Callahan tapi bersama teman temannya dia mengolah sebuah klinik pengobatan yang dikhususkan untuk membantu kaum menengah ke bawah . Bahkan tak jarang mereka benar benar menggeratiskan pengobatan mereka jika ada yang menang tidak mampu membayarnya .
" Dia masih menjadi kekasihku , kami tidak pernah mengucapkan kata kata perpisahan sebelumnya . Aku akui aku sudah bersalah tapi aku mencintainya ! Sayangnya sampai sekarang aku belum bisa menemukan satupun jejaknya . Malam itu setelah melihatku bersama adik tirinya dia kembali ke kotanya , jika tidak salah ayahnya kecelakaan . Aku tidak begitu tahu situasinya tapi malam itu juga Stacy menyusulnya pulang . Dan paginya Tuan William Jones di kabarkan meninggal dunia , semua stasiun televisi menyiarkan langsung pemakamannya ! " jawab Jake yang merasa sangat kehilangan sosok lembut itu , sosok yang sudah ia khianati .
Jennifer sebenarnya sangat manis hanya saja gadis itu selalu berpenampilan apa adanya . Dan sayangnya matanya terlalu buta untuk melihat semua keistimewaan yang ada pada diri kekasihnya itu .
" Maaf jika aku pun pernah menjadi bagian dari orang orang yang membencinya . Kami hanya berpikir dia harus lebih memantaskan dirinya untuk menjadi kekasihmu, "
" Dia terlalu sempurna ... sangat sempurna ! Beruntung bajingan sepertiku pernah ada disisinya, " sahut Jake yang kemudian menutup layar laptopnya . Sudah saatnya dia berkeliling melihat dan memeriksa pasien pasien yang harus di rawat inap di klinik itu .
" Pasien di kamar sembilan masih mengeluh sakit dipinggangnya , sepertinya ada masalah di ginjalnya ! "
" Aku tahu ... baru saja aku melihat laporan medisnya . Dia mantan peminum berat , kita akan memeriksanya lebih lanjut besok . Aku berkeliling dulu dan kau sebaiknya gunakan kesempatan ini untuk istirahat sejenak . Malam ini masih panjang .... "
__ADS_1
Jake keluar dari ruangannya , hawa yang begitu dingin tak menjadikannya malas untuk melihat pasien pasiennya . Tapi kemudian langkahnya terhenti ketika melihat sebuah mobil masuk ke area parkir klinik miliknya .
Seorang pria yang sepertinya tidak asing menggendong seorang anak berumur dua tahunan dengan di kawal dua pria bertubuh besar di belakangnya . Para pria itu terlihat sangat panik dan berlari menghampirinya .
" Dokter ... dokter ... segera periksa dia !! "
" Ethan ?? Kenapa dengan anak ini ? " tanya Jake sambil mengambil alih tubuh Ethan ke dalam gendongannya . Badan anak itu terasa sedikit panas .
" Badannya tiba tiba panas dan dia baru saja muntah ! " jawab Agie dengan raut yang masih panik . Pria gemulai itu akan selalu panik jika melihat anak laki laki yang sudah ia anggap sebagai anaknya sakit seperti ini .
" Tiga puluh delapan koma lima , jangan khawatir dia tidak.apa apa Tuan .... " kata Jake melihat termometer di tangannya
" Agie ... mereka memanggilku seperti itu " sahut Agie yang tahu Jake menanyakan namanya .
" Hei jagoan ... kita bertemu lagi , sepertinya kau hanya kelelahan . Beristirahat dan minum vitamin yang uncle berikan akan membuatmu cepat pulih ! " Jake tersenyum lebar ketika Ethan membalas tos kepalnya walau terlihat sedikit lemah .
__ADS_1
" Mommy .... " gumam anak itu , jika merasa tak enak badan biasanya anak itu akan terus menempel pada ibunya .
" Mommynya sedang dalam perjalanan , aku sudah share lokasinya . Apa Ethan perlu rawat inap ?? Apa dia harus diperiksa berkelanjutan !? Tidak biasanya dia seperti ini , bermain seharian adalah hal biasa untuknya ... " walau berkali kali menghadapi kondisi Ethan demam seperti ini tapi Agie tetap saja masih selalu panik .
" Jika masih khawatir maka dia bisa tinggal disini terlebih dahulu . Aku sendiri yang akan memastikan jika dia baik baik saja . Apa kalian bukan berasal dari kota ini !? "
" Ya , aku dan mommynya hanya seminggu di sini karena sebuah pekerjaan . Apa demamnya akan segera turun ?? "
Tapi pembicaraan mereka terhenti ketika seorang wanita dengan mengenakan dress pendek warna hitam masuk ke dalam ruangan dengan meneriakkan nama Ethan .
" Ethan .... Ya Tuhan sayang ! "
Jake terpaku melihat pemandangan di depannya , dia terpesona dengan kesempurnaan yang ada di depannya . Bidadari berambut coklat keemasan di depannya sedang merengkuh tubuh gembul Ethan dan menciumi pipi chubby anak itu . Walau begitu ia merasa tidak asing dengan suara atau wajah cantik itu .
" Jenni .... "
__ADS_1