Im Back

Im Back
137


__ADS_3

Agie membuka atasannya dan kemudian berbaring di atas ranjangnya , sementara sang istri duduk disampingnya dengan dua tangan seperti menekan bagian bekas luka di perut pria itu . El hanya memastikan kegiatan panas mereka nanti tidak menimbulkan efek tidak baik untuk bekas luka suaminya .


" Masih sakit ?? " tanya El sambil sedikit menekan bagian bawah bekas luka di perut suaminya , dan Agie hanya menggeleng dengan memejamkan matanya . Hasratnya sudah berada di ubun ubun , sedang sang istri tampak dengan begitu santainya menghadapi momen pertama mereka .


" Aku hanya akan bercinta , bukan akan pergi berperang ! Kenapa seribet ini sayang ? Tidak bisakah kau langsung membuka baju dan naik ke atas tubuhku ? Aawwssshhhh ... "


Dengan gemas El mencubit suami mesumnya , pria yang selalu berbicara tanpa disaring lebih dahulu . Beberapa hari bersama sudah membuatnya merasa begitu dekat dengan pria itu .


Agie adalah pria yang sangat penyayang dan punya empati yang besar pada orang orang di lingkungannya . Tapi suaminya juga sosok yang sangat kuat , sangat terlihat aura kepemimpinan ketika pria itu sedang berhadapan dengan rekan bisnis ataupun ketika bersama dengan para penjaganya .


" Ehmmm ... ini yang pertama untukku , bisakah kita memulainya dengan pelan pelan ?! "


" lni juga yang pertama untukku jadi kau juga harus pelan pelan sayang " sahut Agie yang tertawa melihat wajah sebal wanitanya . lni juga malam pertama kalinya ia menyentuh wanita walaupun di kehidupan sehari hatinya dia harus disuguhkan model model seksi disekitarnya .


" Aku atau kau duluan yang membuka baju ? Atau kita lakukan bersama sama saja ? " tanya El dengan gugup , dia memegang erat tali bathrobe yang dikenakannya karena sebenarnya hanya ada satu penghalang bawah yang dia pakai .

__ADS_1


Agie kembali di buat gemas dengan tingkah istrinya , wanita itu mengatakan tentang membuka baju tapi dua tangannya menegang erat tali jubah yang di kenakannya . Diraihnya tubuh sintal itu hingga kini duduk dipangkuannya dengan posisi saling berhadapan . Diremasnya lembut dua bongkahan belakang sang istri hingga terdengar suara indah dari bibir kemerahan itu .


" Akkhhhhh ... "


Dan dengan gerakan cepat Agie meraih tali jubah yang dikenakan istrinya kemudian membukanya . Matanya bahkan tak bisa berkedip ketika disuguhkan pemandangan yang membuat sesuatu menggeliat di bawah sana . Dua bukit dengan ukuran yang tak bisa dikatakan kecil itu menggantung sempurna tepat di depannya .


" Boleh ?? "


Dan Agie langsung menyentuh apapun yang bisa ia sentuh ketika El sudah menganggukkan kepalanya pertanda ia sudah mengijinkan . Malam itu semuanya berjalan dengan indah , cinta mereka akhirnya melebur menjadi satu . Dan mereka baru berhenti ketika El merasa pusing dan mual karena kelelahan .


Sebelum menyusul istrinya ke alam mimpi Agie sempat meraih ponselnya untuk membaca notif pesan yang tadi ia dengar . Sejenak ia mengernyitkan dahinya ketika membaca pesan yang ia baca .


Biarkan saja ... mungkin sudah saatnya !


*

__ADS_1


" Kau mau kemana sayang !? " tanya Magdalena pada Reina ketika melihat maid membawa satu buah koper besar yang dulu dibawanya saat pertama datang sebagai menantunya .


" Tentu saja ingin sarapan Bu ... " jawab Reina sambil tersenyum , hari ini juga ia akan meninggalkan kediaman Marcos sesuai dengan permintaan suaminya . Mulai hari ini juga ia harus bersiap siap menghadapi semua kebencian seorang Xavier Marcos .


" Apa sarapan harus membawa satu koper baju !? Ada apa sayang ?? "


Reina menyerahkan putranya pada salah satu maid yang biasa menyuapi Ethan , mungkin ibu mertuanya ingin menanyakan sesuatu yang tidak perlu putranya dengar .


" lbu , sebelum menikah aku sudah mengatakan pada putra lbu untuk memberiku waktu . Aku harus menyelesaikan semua urusanku di Roma , banyak tanggung jawab yang belum aku selesaikan . lbu jangan terlalu khawatir , dia sendiri yang sudah mengijinkan aku dan Ethan pergi hari ini . Jaga diri lbu baik baik , jika suatu saat merindukan kami maka datanglah ke Roma ! "


Magdalena diam , tapi ia tahu jika ada sesuatu yang sudah terjadi dan ini pasti berhubungan dengan masa lalu suaminya .


" Apa dia sudah menyakitimu sayang !? Apa dia mengatakan sesuatu yang menyakiti hatimu !? "


" Sudah aku katakan tadi Bu , semua baik baik saja ! Sekarang ijinkan aku makan , masakan lbu wangi sekali . Mungkin pagi ini aku akan kalap makan .... "

__ADS_1


__ADS_2