Im Back

Im Back
Draft


__ADS_3

" Dia ..... "


Mungkin karena mendengar suara Antonio pria yang berdiri di depan sana langsung membalikkan badan . Pria itu tersenyum dan melangkah mendekat menuju Antonio yang walaupun sudah dibuka kain penutup matanya tapi kedua tangannya masih terikat . Dua tangannya terkepal keras di belakang tubuhnya .


" Well come Ant ... jangan memandangku seperti itu , sepertinya sudah lama kita tidak berjumpa karena kau sibuk dengan istri barumu itu ! Selamat atas pernikahanmu , maaf jika aku sangat terlambat mengucapkan itu padamu ! " kata pria itu sambil melepas ikatan tangan Antonio . Tapi ketika baru saja tali itu terlepas ....


BUGGHHH .....


" Brengsek !! Jadi kau biang keladi semua ini !! " pekik Antonio melayangkan satu pukulan tepat di rahang pria itu . Bukannya kesakitan tapi pria itu tersenyum penuh arti dengan satu tangan menyapu darah yang mengalir di sudut bibirnya .


" Sepertinya insting pemburumu tidak bekerja dengan baik sejak jatuh cinta kawan ... " kata pria itu dengan tertawa kecil .


" Tutup mulutmu !! "

__ADS_1


Antonio menatap tajam pria yang masih tersenyum padanya itu , seorang pria yang menjadi salah satu pelatih di camp pelatihan milik keluarga Marcos .


Damian McGregor atau yang sering ia panggil sebagai Greg . Sahabat sedari muda yang kemudian masuk ke camp pelatihan bersama sama dengannya . Waktu itu mereka dilatih langsung oleh Benedict Marcos yang selain menjadi pelatih juga merangkap menjadi pemimpin klan Marcos .


Dan ketika Ben meninggal Antonio dan Greg yang memimpin camp pelatihan . Antonio membutuhkan bantuan Greg karena selain menjadi pelatih pasukan ia juga menjadi pemimpin kerajaan bisnis keluarga Marcos .Dia sama sekali tidak menduga jika Greg mampu menculik Ethan yang saat ini menjadi satu satunya pewaris Marcos . Pantas saja jika tak ada petunjuk apapun tentang menghilangnya Reina dan Ethan .


" Aku bukan pria yang seperti dalam pikiranmu ! Aku bukan pengkhianat , kau sangat tahu jika semua keluarga Marcos juga sudah menjadi keluargaku . Tidak mungkin aku menyakiti mereka ! " ujar Greg dengan sangat tenang menghadapi murka dari dedengkot klan Marcos uang selama ini menjadi atasannya .


" Jadi bagaimana bisa kau berada di tempat ini ?? "


Dengan tetap waspada penuh ia mengikuti langkah Greg , jika seorang sahabat saja bisa memberinya kejutan seperti ini maka tak menutup kemungkinan ia mendapatkan kejutan lainnya .


Jika saja kejutan selanjutnya adalah kejutan yang tidak terlalu baik ia berharap Xavier bisa keluar dari pulau ini dan menghimpun bantuan dari para pasukan yang masih setia pada mereka . Antonio berpikir mungkin Greg membawa sebagian pasukan terpilihnya untuk tinggal di tempat ini .

__ADS_1


Dahinya sedikit mengernyit karena Greg tidak membawanya ke bangunan besar di depan mereka . Tapi mereka berjalan ke arah bangunan yang lebih kecil yang sepertinya adalah sebuah gudang . Ada beberapa pria berbaju hitam berdiri di depan bangunan yang lebih kecil itu , dan wajah mereka terlihat lebih ramah dari pasukan yang menangkapnya saat awal tiba di pulau ini .


Saat melangkah masuk betapa terkejutnya dia ketika melihat keponakannya berdiri ditengah ruangan dengan bersimbah darah . Didepan Xavier berdiri seorang pria yang masih mengenakan penutup wajah . Sepertinya dua pria itu baru saja baku hantam !


Greg tampak menarik pundak Antonio yang ingin merangsek maju ingin membantu keponakannya .


" Kau ingat yang aku katakan tadi bukan !!? " lirih Greg dengan menggelengkan kepalanya pelan . Mereka kemudian berdiri dan melihat apa yang selanjutnya akan terjadi .


" Hanya sebatas ini kekuatanmu bangsat !! Pukul aku lagi , hancurkan aku .... tapi kembalikan anak dan istriku padaku ! Jangan menjadi pengecut di balik topeng konyolmu itu ! " kata Xavier yang tampaknya sengaja mengalah demi keselamatan Reina ataupun Ethan .


" Apa seperti ini watak seorang pemimpin Marcos sekarang .... "


DEGGHH .... DEGGHHHHH

__ADS_1


Suara itu ! Antonio masih sangat ingat dengan suara itu ... Greg hanya mengangguk ketika ia menatap seolah minta penjelasan pada sahabatnya itu .


" Sekarang kau tahu apa alasanku berada di tempat ini ... "


__ADS_2