
" Nona Reina ada disebuah daerah pemakaman elite di Vanel Lake , dia datang bersama satu anak laki laki dan satu orang pria . Mereka keluar dari klinik dengan mobil yang sama, " lapor seseorang dari seberang sana pada Xavier yang baru saja tiba di Greyville . Setelah sampai di Greyville Xavier langsung mencari tahu keberadaan calon istrinya pada orang keparcayaannya .
Edgar yang masih bersama Xavier tak sengaja ikut mendengar laporan itu , mereka baru saja turun dari pesawat dan masuk ke mobil untuk menuju ke perusahaan .
" Aku ikut pulang karena mendapat tugas untuk menyelidiki lebih jauh hubungan Nona Reina dengan dokter tampan itu , jadi untuk sementara tidak usah berpikir yang tidak tidak terlebih dahulu . Tunggu aku mendapat informasi lebih lanjut jika kau akan bertindak lebih jauh ! " kata Edgar yang tahu apa isi pikiran sahabatnya saat ini . Wajah merah itu sudah menggambarkan kemarahan banteng jantan pimpinan klan Marcos itu .
" Pulang dan tidurlah .... kau butuh beristirahat untuk mendinginkan otak dan tubuhmu . Jangan berbuat sesuatu yang akan kau sesali ! " lanjut Edgar yang langsung mendapat tatapan maut dari atasannya .
" Aku tahu apa yang harus aku lakukan ! " sinis Xavier yang sebenarnya memang sudah terpancing emosinya karena laporan itu . lni sebabnya ia nekat untuk pulang walaupun tubuhnya terasa lelah setelah pertempuran dengan jumlah tak seimbang di Roma . Dia hanya ingin melihat wajah cantik yang sudah mengusik hidupnya , dia hanya ingin memastikan jika wanita itu hanya akan menjadi miliknya .
Sampai di depan perusahaan Xavier tampak tak bergeming hingga Edgar pun tak beranjak dari duduknya .
__ADS_1
" Aku punya urusan sebentar , aku akan kembali ke perusahaan siang nanti . Dan kau boleh pulang setelah berhasil menemukan sesuatu tentang hubungan mereka . Aku tahu kau juga sangat lelah , setelah tugasmu yang ini selesai aku memberimu cuti lima hari berlibur ke Bali ! "
Wajah Edgar langsung menjadi segar ketika mendengar kata cuti dan Bali . Sepertinya dia bisa menikmati liburannya seperti pasukan elite yang juga sedang berlibur di Roma . Ternyata sahabatnya itu masih ingat jika dia menang sedang sangat ingin pergi ke Bali saat ini .
" Ok , tapi ingat kata kataku ! Jangan melakukan hal yang akan kau sesali nantinya . Tidak semua hal seperti yang kau lihat ! "
Setelah berkata seperti itu Edgar segera keluar dari mobil menuju ruang kantornya yang ada di lantai teratas bangunan Marcos Company , satu lantai dengan ruang kantor CEO milik Xavier .
Jika dilihat mereka sedang ada di sebuah rumah kecil dengan hamparan taman di depannya . Mereka terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang sangat berbahagia . Anak bermata biru itu sangat manja pada dua orang dewasa yang menemaninya .
Dan foto terakhir menunjukkan sebuah foto yang menunjukkan mereka keluar dari mobil yang sama . Masih dengan formasi yang sama, Jake membawa mobilnya sendiri dengan Reina dan anak bertubuh gembul menyertai mereka . Sesuai dengan laporan orang kepercayaannya , mereka sedang ada disebuah area pemakaman yang terdapat di pinggir danau .
__ADS_1
Xavier mengepalkan tangannya ,. dan sebuah teriakan berhasil membuat sang supir dan satu penjaga di depan terlonjak kaget .
" Kita pergi ke pemakaman Vanel Lake , SEKARANGGGG !!! "
" B- baik Tuan ... "
Dengan segera supir melajukan kuda besinya menuju tempat yang disebutkan oleh atasannya . Tak lama setelah itu mereka tiba di sebuah tempat yang merupakan sebuah hutan kecil buatan yang di dalamnya terdapat area pemakaman .
Dan yang dilihatnya sungguh tak bisa dipercaya , wanita yang ia cintai sedang berjalan bergandengan tangan dengan seorang anak bertubuh gendut . Dan dokter yang ia kenal bernama Jake itu sedang berjalan di belakang mereka .
Jake adalah kekasih simpanan Stacy , pria hidung belang yang hanya digunakan wanita ular itu untuk memuaskan hasratnya saja . Dan sekarang pria itu malah terlihat begitu dekat dengan wanita yang sudah menjadi calon istrinya .
__ADS_1
" Beraninya kau berbuat ini di belakangku dengan pria b*ngsat sepertinya !!!! "