
Entah kenapa Jake menjadi teringat dengan sosok kekasihnya yang berhati lembut ketika melihat ibu dari anak bernama Ethan itu . Dulu Jenni berusaha mengurus dengan baik dirinya walau dia tak sekalipun peduli dengan hal itu .
Semua bekal makan siang yang disiapkan gadis itu hanya akan berakhir di tempat sampah . Dia pun tak pernah menghargai tenaga Jenni yang selalu membuat apartemennya bersih dan rapi . Padahal ia tahu saat siang sampai menjelang malam gadis itu bekerja untuk menyambung hidupnya . Jennifer selalu ingin menjadi yang terbaik untuknya . Dan nama itu tak terasa terucap lirih di bibirnya ....
" Jenni .... sayang "
DEGGHHHHHH....
Reina yang belum menyadari keberadaan Jake ditempat itu langsung menoleh ke arah suara yang menyebut namanya . Dan ia melihat pria masa lalunya sedang berdiri tepat di samping ranjang tempat putranya terbaring .
" Apa yang terjadi pada putraku !? " tanya Reina dengan suara sedikit bergetar , ada rasa takut ketika pria itu mengetahui jati dirinya . Sebenarnya ia tak ada masalah dengan Jake , tapi Reina benar benar tak mau berurusan lagi dengan mantan kekasihnya itu . Dia tak ingin lagi mengingat apapun tentang pria pengkhianat itu .
Tadi ketika mendapat kabar tentang Ethan dia memang membiarkan Xavier mengantarnya sampai di lobby hotel tapi setelah pria itu pergi ia segera mencari tempat yang sudah Agie kirimkan alamatnya .
__ADS_1
" M-maaf ... Ethan hanya terlalu kelelahan , dengan sedikit istirahat dan minum vitaminnya maka dia akan cepat sembuh, " jawan Jake tak bisa mengalihkan pandangannya pada wanita cantik di depannya .
" Namanya Reina J Walker , dia ibu dari anak yang kau belikan mainan itu . Jangan melihatnya terus seperti itu , bisa bisa kau jatuh cinta setelahnya ! " goda Agie yang merasa lucu ketika melihat tatapan memuja Jake pada Reina . Sepertinya pria itu akan mendapat karmanya sebentar lagi , Jake akan mengejar gadis yang dulu ia benci !
" Nama yang sangat cantik ... Saya Jake Callahan, salah satu dokter di klinik ini ! Senang dapat bertemu dengan wanita secantik anda Nyonya, "
" Apa aku bisa membawanya kembali ke hotel !? " tanya Reina lagi , dia tak suka jika putranya harus tidur di tempat yang menurutnya kurang nyaman seperti ini . Bukan masalah tempatnya karena klinik yang di miliki Jake termasuk klinik yang sangat bersih dan nyaman . Tapi sejak dulu ia tidak suka bau khas dari tempat pengobatan , bau obat yang mengganggu penciumannya .
" Tadi saya sudah mengatakan pada Tuan Agie jika Ethan bisa tinggal disini sampai demamnya turun . Tapi saya tidak akan memaksa Ethan untuk tinggal , saya akan obat turun panas jika jagoan ini ingin di bawa pulang "
" Tentu saja , akan aku siapkan kamar VVIP untuk kalian . Disana tidak ada bau obat seperti di kamar periksa ini, " sahut Jake ramah , kamar VVIP yang dia maksud adalah kamar pribadinya sendiri yang bangunannya memang terpisah dari klinik . Rumah kecil miliknya ada di samping taman belakang . Banyak pepohonan di sana hingga suasana terasa sangat damai dan sejuk .
Beruntung semua baju gantinya masih belum ia tata di lemari pakaiannya . Semua masih tersimpan di koper yang tadi ia bawa saat berangkat ke tempat ini . Jake hanya perlu mengambil beberapa kaleng beer yang ada di lemari pendinginnya . Kadang ia memang membutuhkan minuman itu untuk sekedar menghangatkan tubuhnya . Sebagai seorang dokter ia tahu batasannya tentang minuman beralkohol .
__ADS_1
Setelah meminta seorang asistennya untuk menyiapkan rumah belakang , Jake kemudian menggendong Ethan yang tampak sudah begitu akrab dengan pria itu . Berkali kali ia harus menghela nafasnya ketika melihat Ethan tertawa lepas ketika bercanda dengan dokternya . Baru kali ini ia melihat putranya bisa begitu akrab dengan orang asing yang dikenalnya .
Tak lama kemudian mereka sampai di ruang yang disebut sebagai kamar VVIP . Agie tadi pergi ke hotel untuk mengambil baju ganti sehingga kini hanya ada Jake dan Reina yang menemani Ethan di kamar rawat itu .
" Mommy ... Ethan mau bobok ! "
" Aku akan tidur di luar agar kalian bisa lebih mudah mencariku . Anda dan Ethan bisa segera istirahat .... " ujar Jake yang kemudian melangkah menuju teras rumahnya . Di sana ada sofa panjang yang bisa ia gunakan untuk istirahat .
" Dokter Jake !! "
Suara lembut itu membuat langkah sang dokter terhenti , dia membalikkan badannya karena mungkin ada yang di butuhkan oleh wanita cantik ibu dari pasien kecilnya .
" Terimakasih ... "
__ADS_1
" Sama sama Nyonya ... "
Jake tersenyum bahagia , ucapan terimakasih dari wanita cantik itu terasa sangat merdu di telinganya . Jake merasa seperti menemukan sosok yang dirindukannya dalam diri wanita bernama Reina itu .